Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

("Ada apa dengan istriku Rey?" tanya tuan Richard dengan nada panik)


("Nyonya pergi ke bandara menuju ke negara S ...." ucapan asisten Rey terpotong oleh tuan Richard).


("Kalau begitu pesankan tiket ke negara S," perintah tuan Richard).


("Tuan yang sabar ya,"ucap asisten Rey yang lidahnya seperti sulit mengatakannya).


("Maksudmu apa Rey?"tanya tuan Richard yang tidak suka basa basi).


("Pesawat yang ditumpangi nyonya Rebecca meledak dan semua penumpang meninggal di lokasi kejadian," jawab asisten Rey sambil menghapus air matanya yang sempat keluar).


Duar                  Duar


Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh tuan Richard dirinya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh asisten Rey.


("Kamu tidak bercanda kan Rey?" tanya tuan Richard)


("Maaf tuan, saya tidak bercanda," jawab asisten Rey dengan nada serius).


("Sekarang kamu di mana?"tanya tuan Richard).


("Dalam perjalanan ingin menjemput tuan, sekarang tuan ada di mana?" tanya asisten Rey).

__ADS_1


("Di rumahnya orang tua nya Rebecca," jawab tuan Richard).


("Baik tuan sebentar lagi saya akan sampai di rumah nyonya Rebecca," jawab asisten Rey).


Tut                   Tut                          Tut


Tuan Richard memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak dan tidak berapa lama untuk pertama kalinya tuan Richard berlutut sambil mengeluarkan air mata membuat ke dua orang tuanya dokter Rebecca dan mommy nya tuan Richard menatap ke arahnya.


" Ada apa Richard?" tanya Elena sambil memegang ke dua bahu putranya agar berdiri kemudian memeluknya dari arah samping untung mengurangi kesedihan putranya.


" Ada apa tuan Richard?" tanya ke dua orang tuanya dokter Rebecca dengan serempak.


"Rebecca pergi ke negara S dan pesawat yang ditumpanginya meledak dan semua penumpang tidak ada satupun yang selamat," ucap tuan Richard dengan wajah penuh penyesalan.


"Tuan Richard bercanda kan?" tanya ke dua orang tuanya dokter Rebecca dengan serempak lagi secara bersamaan.


"Aku tidak bercanda," jawab tuan Richard.


Bruk


"Tidak mungkin putriku meninggal." ucap Debora sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya hingga Debora berlutut di lantai dan tidak berapa air matanya keluar.


"Ini pasti gara - gara ulah mu putri kandungku meninggal," ucap ayah nya dokter Rebecca sambil berdiri dan bersiap memukul tuan Richard.

__ADS_1


Plak


"Justru ini karena ulah mu, seandainya saja kamu percaya dengan istrimu hal ini tidak akan terjadi," ucap Elena dengan nada ketus sambil menampar ayah nya dokter Rebecca..


Elena yang tahu pria itu akan memukul putra kesayangannya membuat Elena lebih dulu bergerak dan langsung menampar pipi pria tersebut dengan keras hingga tangannya terasa sakit sedangkan Debora yang mendengarkan ucapan Elena langsung berdiri dan berjalan ke arah suaminya.


Bugh


"Aku sangat menyesal menikah denganmu, kamu menuduh gara - gara tuan Richard putri kita meninggal tapi justru gara - gara ulah mu menjual putri kita membuat putri kita meninggal dan aku belum sempat melihatnya," ucap Debora kemudian memukul tubuh suaminya berkali - kali.


"Aku minta maaf," ucap suaminya dengan perasaan amat bersalah.


"Apa maaf?? Apa kata maaf mu bisa membuat putriku kembali hah!!!" bentak Debora.


"Hiks... Hiks... Hiks.... Seandainya saja waktu bisa diputar aku tidak mau menikah dengan suami sebrengs*k kamu,'' ucap Debora sambil terisak dengan air mata tidak berhenti keluar.


Tiba - tiba dada suami Debora terasa sesak membuat suami nya Debora memegangi dadanya hingga pandangan matanya terasa kabur dan tidak berapa lama suami nya ambruk dan tidak sadarkan diri.


Wanita yang bersamanya yang sejak tadi ketahuan sedang melakukan hubungan suami istri langsung dengan cepat memakai pakaiannya dan melihat pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara hingga dirinya melihat kekasihnya tidak sadarkan diri.


Wanita itu berusaha membangunkan kekasihnya sedangkan Debora tidak memperdulikan apa yang terjadi dengan suaminya.


"Sayang bangun." ucap wanita itu sambil mengguncangkan tubuh kekasihnya.

__ADS_1


"Urus saja pria yang tidak berguna itu," ucap Debora acuh tak acuh sambil membalikkan badannya bersamaan ke datangan seorang pria.


__ADS_2