
"Aku tidak pantas untuk kak Richardo, kak Richardo pria sempurna sedangkan aku .... " ucap Sandra menggantungkan kalimatnya.
"Apakah kamu dan pria itu pernah tidur bersama?" tanya Richardo.
Grep
Sandra hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama air matanya menetes membuat Richardo memeluk tubuh mungil Sandra.
"Hiks ... Hiks .... Hiks .... Aku sudah kotor dan tidak pantas untukmu karena itu lebih baik aku pergi dari kehidupan kak Richardo. Maafkan aku karena aku menerima perjodohan ini membuat aku tidak ada muka di hadapan ke dua orang tuamu dan juga kak Richardo." ucap Sandra sambil terisak dan tidak membalas pelukan Richardo.
"Sampaikan maaf ku untuk ke dua orang tua mu dan katakan semua yang jelek tentang diriku agar ke dua orang tua mu membenci diriku,'' sambung Sandra sambil berusaha melepaskan pelukan Richardo.
''Aku akan menerimamu apa adanya karena aku sangat mencintaimu jadi bagaimana mungkin aku menjelekkan tentangmu di depan ke dua orang tuaku," ucap Richardo sambil mempererat pelukannya.
"Pria brengs*k seperti dirinya tidak pantas untuk kamu ingat dan kamu tangisi," sambung Richardo sambil melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata Sandra dengan ke dua ibu jarinya.
__ADS_1
"Kenapa kak Richardo tidak mencari wanita yang lebih sempurna?" tanya Sandra.
"Semua manusia itu tidak sempurna karena itulah aku mau menerima dirimu apa adanya dan aku harap kamu pun juga sama mau menerima diriku apa adanya," ucap Richardo.
"Kak Richardo tidak menyesal?" tanya Sandra tidak percaya.
"Kenapa menyesal? Aku merasa nyaman bila dekat denganmu," jawab Richardo yang tidak ingin membohongi perasaannya.
Grep
"Aku juga sangat mencintaimu," ucap Sandra yang juga tidak bisa membohongi perasaannya sambil memeluk tubuh kekar Richardo.
"Sejak pertama kali kita bertemu aku mulai suka tapi perasaan itu aku buang jauh karena aku tidak ingin terluka lagi terlebih aku merasa tidak pantas," jawab Sandra jujur.
"Kalau kak Richardo?" tanya Sandra.
__ADS_1
"Sama sejak pertama kali melihatmu di kantor dan sama seperti dirimu aku berusaha menepis perasaan itu hingga kita bertemu kembali di rumah sakit. Mungkin ini terlalu cepat bagi kita tapi itulah Cinta tidak tahu kapan datangnya," jawab Richardo.
"Betul dan aku sangat senang ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan," ucap Sandra tersenyum bahagia.
"Sekarang kita ke ruang perawatan untuk meminta ijin pergi membeli cincin pernikahan dan memilih gaun pernikahan," ucap Richardo sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Sandra.
"Bukankah kita menikah secara sederhana? Kenapa membeli gaun?" tanya Sandra.
"Aku berubah pikiran, kita akan mengadakan pesta pernikahan mewah agar seluruh dunia tahu kalau kita menikah," jawab Richardo yang tidak ingin menyembunyikan pernikahannya.
"Aku tidak bisa merangkai kata - kata tapi hanya satu yang aku katakan Terima kasih, calon suamiku,'' ucap Sandra sambil tersenyum bahagia.
"Coba katakan sekali lagi," pinta Richardo.
"Tidak ada siaran ulang," jawab Sandra sambil membalikkan badannya dan berlari meninggalkan Richardo.
__ADS_1
"Kamu ya," ucap Richardo sambil tersenyum bahagia melihat wajah Sandra yang tidak lagi sedih.
("Aku akan selalu menjaga dirimu dan tidak akan aku izinkan siapapun menyakiti dirimu karena aku akan membalas siapa saja yang berani menyakiti dirimu termasuk mantan kekasih mu yang tidak tahu diri dan juga mantan sahabat mu itu," ucap Richardo dalam hati sambil berlari mengejar Sandra).