Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Hamil


__ADS_3

"Selamat tuan, istri tuan hamil dan untuk memastikan usia kehamilan silahkan tuan cek di dokter kandungan," jawab dokter tersebut sambil mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat.


"Istriku hamil dok?"tanya daddy Richard mengulangi perkataannya karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Benar tuan," jawab dokter tersebut sambil menganggukkan kepalanya dan masih mengulurkan tangan kanannya.


Grep


"Istriku hamil. terima kasih dokter, jawab daddy Richard sambil memeluk dokter tersebut untuk pertama kalinya karena dirinya sangat bahagia.


"Sama - sama tuan," jawab dokter tersebut dengan terkejut karena selama bertahun - tahun daddy Richard tidak pernah memeluk seseorang kecuali istri dan putranya sambil membalas pelukan daddy Richard.


("Masa umurku sudah dua puluh tahun mommy ku hamil tahun dan depan umurku dua puluh satu tahun aku mempunyai adik kecil, astoge nanti orang mengira aku sudah menikah dan punya anak, seharusnya aku yang menikah dan mempunyai anak tapi ini mommy mempunyai anak .... Astoge," ucap Richardo dengan menggantungkan kalimatnya dalam hati sambil menepuk keningnya).


("Tuan tokcer juga semoga istriku juga hamil lagi karena rumah sekarang sepi sejak putra kami tinggal di apartemen jadi seperti pengantin baru lagi," ucap asisten Rey penuh harap).


"Lalu kenapa istriku sudah dua kali pingsan dok?" tanya daddy Richard sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter tersebut.

__ADS_1


"Istri tuan mengalami kelelahan dan ada sesuatu yang dipikirkan karena itulah istri tuan pingsan jadi saya pinta jangan buat nyonya kelelahan dan jangan memikirkan sesuatu yang bisa mempengaruhi kesehatannya dan juga janinnya," jawab dokter tersebut.


"Baik dok, aku akan mengingat pesan dokter. Boleh aku melihatnya?" tanya daddy Richard.


"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut.


"Baik dok," jawab daddy Richard.


"Maaf kalau begitu saya mau mengecek pasien lainnya dulu," ucap dokter tersebut.


"Sama - sama tuan," jawab dokter tersebut dengan wajah kembali terkejut karena baru kali ini daddy Richard mengucapkan kata - kata keramat yang tidak pernah dikatakan yaitu terima kasih dan di tambah senyum serta memeluk.


Dokter itu pun menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut bersamaan ruang ugd terbuka dan tampak dua perawat mendorong brangkar di mana mommy Rebecca berbaring.


Mommy Rebecca menatap dua orang yang sangat berarti buat dirinya yaitu suami dan putra kesayangannya begitu pula dengan daddy Richard menatap mommy Rebecca dengan senyuman bahagia namun mommy Rebecca terkejut ketika melihat raut wajah Richardo yang tidak bisa di baca.


"Ada apa Richardo?" tanya mommy Rebecca.

__ADS_1


Serempak daddy Richard dan asisten Rey menatap Richardo membuat Richardo salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tidak ada mom," jawab Richardo sambil tersenyum.


Mommy Rebecca membalas senyuman putranya namun dalam hatinya tahu kalau Richardo berbohong dan nanti dirinya akan bertanya begitu pula dengan daddy Richard juga tahu kalau ada sesuatu yang mengganjal di hati putranya dan dirinya tahu apa itu.


"Sayang, aku dan Richard mau ke kantin nanti daddy dan Richardo akan menyusul," ucap daddy Richard.


"Baik dad," jawab mommy Rebecca.


"Rey tolong jaga istriku aku dan Richardo mau ke kantin," ucap daddy Richard sambil menarik tangan putra kesayangannya.


"Baik tuan," jawab asisten Rey.


Richardo hanya pasrah apa yang dilakukan oleh daddy Richard, ke dua pria tampan yang sangat mirip berjalan ke arah kantin tanpa memperdulikan tatapan lapar para gadis dan para wanita tapi ke dua pria tampan tersebut tidak memperdulikannya.


"Richardo, ceritakan pada daddy," pinta daddy Richard ketika mereka sudah sampai di kantin dan duduk di pojok agar bisa berbicara dengan bebas.

__ADS_1


__ADS_2