Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tuan Richard dan Dokter Rebecca


__ADS_3

Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka membuat tuan Richard dan mommy nya tuan Richard menatap ke arah pintu tersebut dan melihat dokter sedang berdiri di depan pintu membuat tuan Richard menggendong Richardo kemudian berjalan ke arah dokter tersebut dengan di ikuti oleh mommy nya tuan Richard.


"Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya tuan Richard.


"Pelurunya sudah di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut.


"Terima kasih dok," jawab tuan Richard untuk pertama kalinya.


"Sudah menjadi tugas kami tuan, kalau begitu saya pamit untuk mengecek pasien lainnya," pamit dokter tersebut.


Tuan Richard menganggukkan kepalanya kemudian dokter itu pergi bersamaan pintu ruangan operasi di buka dengan lebar oleh dua perawat kemudian dua perawat tersebut mendorong brangkar di mana dokter Rebecca masih setia memejamkan matanya. Singkat cerita kini mereka berada di ruang perawatan menunggu dokter Rebecca sadar karena masih ada obat biusnya.


"Richardo kenalkan ini oma," ucap tuan Richard memperkenalkan mommy nya.


"Oma," panggil Richardo sambil mengulurkan tangannya ke arah mommy  nya tuan Richard.


"Iya sayang," jawab oma nya sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Richardo.

__ADS_1


Mommy nya tuan Richard sangat terkejut karena Richardo mencium punggung tangannya begitu pula dengan tuan Richard.


"Siapa yang mengajari kamu seperti ini?" tanya mommy  nya tuan Richard penasaran.


"Mommy yang selalu mengajarkan untuk lebih sopan terhadap yang lebih tua dari Richardo," jawab Richardo.


"Mommy nya Richardo... " ucapan mommy  nya tuan Richard terpotong ketika dokter Rebecca perlahan membuka matanya.


"Menantu mommy sudah sadar, mana yang sakit?"tanya mommy  nya tuan Richard.


"Menantu?" tanya ulang dokter Rebecca yang belum memperhatikan kalau ada tuan Richard yang berada di sebelahnya.


"Tuan siapa? Kenapa mengaku - ngaku aku sebagai istri tuan?" tanya dokter Rebecca pura - pura tidak kenal.


"Mommy, aku ingin bicara dengan Rebecca karena aku ingin bicara dengan Rebecca," ucap tuan Richard sambil menurunkan Richardo.


"Baik," jawab mommy  nya tuan Richard.

__ADS_1


"Richardo ayo ikut oma," ajak mommy  nya tuan Richard.


"Richardo, temani mommy," pinta dokter Rebecca.


"Mommy dan daddy bicara dari hati ke hati karena Richardo tidak ingin ada kesalahpahaman antara mommy dan daddy," ucap Richardo sok bijak.


Dokter Rebecca, tuan Richard dan mommy  nya tuan Richard hanya bisa bengong dengan apa yang dikatakan oleh Richardo seorang anak kecil yang masih berusia lima tahun.


"Daddy, ingat pesan Richardo kalau daddy nanti bikin mommy menangis lagi maka Richardo akan membawa mommy pergi jauh dari kehidupan daddy," ancam Richardo dengan nada tegas.


"Ayo oma kita keluar biar mommy dan daddy bebas berbicara dari hati ke hati," sambung Richardo sambil menggandeng tangan mommy  nya tuan Richard.


"Ayo sayang," jawab mommy  nya tuan Richard dengan wajah bengong karena ucapan cucunya seperti orang dewasa padahal masih anak kecil.


Mommy  nya tuan Richard menggandeng tangan Richardo meninggalkan ruang perawatan di mana dokter Rebecca memalingkan wajahnya ke arah samping seakan enggan menatap tuan Richard.


Grep

__ADS_1


"Aku tahu kalau aku salah karena gara - gara aku mengusir mu kamu pergi dan jujur saat itu aku difitnah oleh wanita yang tidak punya rasa malu itu," ucap tuan Richard setelah mereka di tinggal berdua.


__ADS_2