Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tes DNA


__ADS_3

Deg


Deg


Jantung tuan Richard berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan melihat anak kecil yang bernama Richardo yang sangat mirip dengan dirinya hanya beda versi.


Tuan Richard versi dewasa sedangkan Richardo versi anak kecil sedangkan asisten Rey menatap Richardo tanpa kedip dirinya tidak mengira ada anak kecil yang sangat mirip dengan tuan Richard.


"Boleh aku menggendongnya?" tanya tuan Richard sambil mengarahkan ke dua tangannya seakan ingin menggendongnya.


"Boleh tuan," jawab gadis cantik tersebut.


Gadis cantik tersebut melihat kalau tuan Richard bukanlah penjahat terlebih wajahnya sangat mirip dengan Richardo karena itulah gadis cantik tersebut menyerahkan Richardo ke tuan Richard dan entah kenapa biasanya Richardo tidak suka dengan orang asing namun kini entah kenapa Richardo dengan senang hati mengalungkan ke dua tangannya di leher tuan Richard.


"Wajah paman kenapa mirip dengan Richardo? Apa paman adalah daddy ku?" tanya Richardo sambil membelai wajah tuan Richard dengan tangan mungilnya.


Grep


"Memang daddy nya Richardo kemana?" tanya tuan Richard sambil menggengam tangan mungil Richardo yang sedang membelai wajahnya.

__ADS_1


"Richardo tidak tahu karena Richardo tidak pernah melihatnya tapi yang pasti Richardo selalu melihat mommy menangis setiap pulang kerja dan menyebut nama daddy," jawab Richardo.


"Maaf tuan, saya ingin menggendong Richardo," ucap gadis cantik tersebut.


"Tunggu sebentar, siapa nama mommy nya?" tanya tuan Richard pada gadis cantik tersebut.


"Dokter Elisabeth," jawab gadis cantik tersebut.


"Apakah kalian berdua kakak beradik?" tanya asisten Rey.


"Saya kakak angkatnya, bolehkan saya menggendong Richardo?" tanya gadis cantik tersebut mengulangi perkataannya.


"Wajahnya sangat mirip dengan tuan tapi kenapa nama ibunya berbeda?" tanya asisten Rey.


"Memang benar tapi aku merasa Richardo adalah putraku." jawab tuan Richard sambil menatap Richardo yang sedang menatapnya karena Richardo di gendong seperti koala dari kejauhan.


"Apa perlu kita tes DNA?" tanya asisten Rey memberikan usulan.


"Bagus juga idemu, ambillah sampel rambut Richardo agar kita mengetahui apakah Richardo benar putraku atau tidak tapi aku merasa Richardo adalah putraku," jawab tuan Richard dengan nada yakin.

__ADS_1


"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.


Tuan Richard dan asisten Rey berjalan menyusul Richardo namun baru beberapa langkah acara di mulai membuat tuan Richard mau tidak mau berjalan ke arah panggung membuat kata sambutan sedangkan asisten Rey diperintahkan tuan Richard untuk mengambil rambut milik Richardo.


("Perasaan tadi lewat sini tapi kenapa tidak ada ya?" tanya asisten Rey dalam hati sambil tengok kanan dan kiri).


Asisten Rey mencari keberadaan Richardo dan gadis tersebut namun tidak ada seperti hilang di telan bumi sedangkan di tempat yang sama gadis cantik tersebut mendapatkan telepon dari dokter Rebecca untuk pulang membuat mereka pulang ke rumah minimalis yang di sewa oleh dokter Rebecca.


"Bagaimana sayang jalan - jalannya?" tanya dokter Rebecca.


"Sangat senang mommy, tadi Richardo bertemu dengan paman yang wajahnya sangat mirip dengan Richardo. Apakah paman itu daddy, mom?" tanya Richardo.


"Di dunia ini banyak wajah yang hampir sama sayang, jadi belum tentu paman itu daddy nya Richardo," jawab dokter Rebecca.


"Padahal Richardo ingin bertemu dengan daddy," ucap Richardo dengan wajah lesu.


"Maafkan mommy," ucap dokter Rebecca dengan mata berkaca - kaca.


("Maafkan mommy, mommy tidak bisa mempertemukan mu dengan daddy karena daddy sudah bahagia bersama wanita cinta pertamanya dan mommy tidak ingin merusak kebahagiaan daddy dengan wanita itu," ucap dokter Rebecca dalam hati).

__ADS_1


__ADS_2