
"Kak Rey dan wanita itu sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya dokter cantik tersebut karena melihat ada bercak noda darah di sprei.
"Benar, memang kenapa?" tanya asisten Rey dengan nada santai.
Ketika dokter cantik tersebut ingin mengatakan sesuatu perlahan Diah membuka matanya kemudian berusaha untuk bangun dan dokter cantik itupun membantu Diah untuk duduk.
"Aku di mana?" tanya Diah sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Masih di hotel di kamar kak Rey," ucap dokter cantik tersebut sambil tersenyum.
Deg
Deg
Jantung Diah berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan kedatangan dokter cantik tersebut terlebih dokter cantik tersebut memanggilnya dengan sebutan kak Rey membuat Diah berusaha membalas senyuman dokter cantik tersebut walau hatinya sangat terluka. Diah turun dari ranjang sambil berusaha menahan rasa perih pada bagian privasinya namun di tahan oleh dokter cantik tersebut.
"Mau kemana?" tanya dokter cantik tersebut.
"Aku ingin pulang," jawab Diah sambil berjalan ke arah pintu kamar.
"Dengan memakai pakaian seperti ini?" tanya asisten Rey mengulangi perkataan yang tadi.
"Kak Rey tidak perlu memperdulikan aku, urusi saja urusan kak Rey," ucap Diah dengan nada dingin sambil menggenggam gagang pintu karena menahan rasa sakit hatinya.
"Pergilah!!" usir asisten Rey yang sangat kesal dengan ucapan dingin Diah.
Brak
"Memang aku akan pergi dari kehidupan kak Rey, karena setelah ini kita tidak akan bertemu lagi," jawab Diah sambil membuka pintu kemudian menutup pintu kamarnya dengan kasar.
"Kak Rey, apakah kak Rey mencintai wanita itu?" tanya dokter cantik itu ketika Diah sudah pergi.
"Kakak memang mencintainya tapi aku beberapa kali bilang untuk tidak memakai pakaian seperti itu tetap tidak mau di dengar," jawab asisten Rey yang masih ragu antara mengejar atau tidak.
__ADS_1
"Terserah kak Rey, aku hanya bisa bilang jika terjadi dengan wanita itu kak Rey jangan pernah untuk menyesalinya," ucap dokter cantik tersebut sambil membereskan peralatan dokternya.
"Apa maksudmu?" tanya asisten Rey.
"Kak Rey sudah mengambil kehormatannya dan tanpa kak Rey sadari kalau perkataan kak Rey menyakiti perasaannya. Jika wanita baik - baik di ambil kehormatannya biasanya mengambil jalan pintas misalnya bunuh diri beda dengan wanita yang menjual dirinya," ucap dokter cantik tersebut berusaha menyadarkan sifat keras kepala seperti tuan Richard.
Deg
Deg
Jantung asisten Rey berdetak kencang ketika mendengar ucapan sahabatnya membuat asisten Rey berjalan dengan langkah cepat untuk keluar dari kamarnya untuk menyusul Diah karena dirinya tidak siap jika Diah pergi dari kehidupannya.
"Sebagai seorang sahabat melihat ke dua sahabatku menemukan jodohnya membuatku sangat bahagia dan semoga saja kak Richard dan kak Rey bahagia bersama pasangan masing - masing. Sedangkan aku hiks... hiks... belum menemukan jodohku yang tepat sekali ketemu cowok dua bulan putus karena orang yang aku cintai selingkuh dengan sahabat kekasihku," ucap cantik tersebut dengan wajah lesu dan terisak meratapi ke jombloannya.
Dokter cantik itu pun menghapus air matanya yang sempat keluar kemudian keluar dari kamar hotel tersebut menuju ke rumah sakit untuk mengobati pasien.
Sedangkan Diah sekeluar dari kamar hotel tersebut berjalan ke arah lift sambil sekali - kali menengok ke arah belakang namun asisten Rey tidak mengejarnya membuat hati Diah terasa sangat sakit.
Ting
Pintu lift terbuka Diah masuk ke dalam kotak persegi tersebut sambil menatap ke arah pintu kamar asisten Rey yang masih tertutup rapat membuat air mata Diah tidak berhenti keluar.
("Selamat tinggal kak Rey, aku akan menyimpan perasaanku rapat - rapat karena setelah ini aku tidak akan mau mengenal pria lain karena hatiku sudah hancur. Semoga kak Rey bahagia bersama dokter itu karena dokter itu sangat cantik dan sesuai dengan kriteria kak Rey," ucap Diah dalam hati bersamaan pintu lift tertutup).
Diah menekan tombol lantai satu hingga beberapa menit kemudian pintu lift terbuka Diah keluar dari ruangan persegi empat tersebut tanpa memperdulikan tatapan para hidung belang menatapnya dengan tatapan mesum hingga Diah keluar dari lobby hotel ada dua pria dengan berani mendekati Diah untuk mengajaknya berkenalan namun Diah tidak memperdulikannya.
Hal itu membuat ke dua pria tersebut sangat kesal dan mengarahkan tangan kanannya ingin menyentuh bokong dan dua gunung kembar milik Diah namun terdengar suara bariton membuat ke dua pria tersebut tidak jadi menyentuhnya sedangkan Diah yang tahu suara bariton tersebut siapa lagi kalau bukan asisten Rey tidak memperdulikannya dan tetap berjalan meninggalkan hotel tersebut dengan pikiran kosong.
"Jika berani menyentuhnya jangan harap mempunyai tangan yang lengkap," ancam asisten Rey sambil berjalan mendekati ke dua pria tersebut.
Ke dua pria tersebut langsung pergi dengan langkah seribu karena melihat wajah asisten Rey sangat menyeramkan sedangkan asisten Rey berjalan ke arah Diah yang berjalan ke arah jalan raya.
"Diah berhenti!!" teriak asisten Rey sambil melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat.
__ADS_1
Diah membalikkan badannya sambil berjalan dengan mundur sambil tersenyum menatap asisten Rey namun terlihat dengan jelas wajah kesedihan Diah dan entah kenapa membuat hati asisten Rey sangat sakit ketika melihat wajah kesedihannya.
"Kak Rey, semoga kak Rey bahagia," ucap Diah yang masih tersenyum dengan hambar.
"Kini aku akan pergi dan tidak ada lagi orang yang akan menyakiti perasaanku baik pria brengs*k itu, kak Rey dan pria manapun," sambung Diah yang masih tersenyum.
"Diah berhenti!!!" ucap asisten Rey ketika melihat ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi dari kejauhan sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
"Tidak kak, karena aku sangat lelah dan ingin memejamkan mataku untuk selama - lamanya," ucap Diah sambil membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya ke arah jalan raya.
Grep
Bruk
Asisten Rey berhasil menarik tangan Diah sebelum truk tersebut ingin menyambut tubuh Diah membuat Diah menabrak bidang asisten Rey kemudian asisten Rey memeluknya sambil mengusap rambut Diah.
"Hiks .... Hiks .... Hiks...." isak Diah.
"Maafkan perkataan ku, kita urus pernikahan kita dan minggu depan kita menikah dengan acara mewah," ucap asisten Rey yang tidak bisa merangkai kata - kata yang indah untuk calon istrinya.
"Maafkan aku, aku bukan pria yang romantis yang bisa merangkai kata - kata yang sangat indah yang bisa membuat wanita tersenyum bahagia," sambung asisten Rey.
"Wanita yang tadi di kamar kak Rey?" tanya Diah sambil mendorong perlahan tubuh asisten Rey.
"Dia sahabatku dan juga sahabat tuan Richard, kami bertiga bersahabat sejak kecil," jawab asisten Rey menjelaskan.
"Kak Rey serius ingin menikah denganku?" tanya Diah.
"Kakak serius," jawab asisten Rey dengan nada yakin.
Diah tersenyum bahagia kemudian memeluk asisten Rey membuat asisten Rey membalas pelukan Diah. Diah dan asisten Rey sangat bahagia dan tidak jauh dari lokasi kejadian sepasang mata menatapnya dengan senyum kebahagiaan siapa lagi kalau bukan dokter cantik tersebut dirinya sangat bahagia karena bisa menyadarkan sahabatnya dari sifat keras kepala seperti tuan Richard.
xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
__ADS_1