Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Ada Apa


__ADS_3

"Karena mommy adalah wanita yang sempurna, baik dan tidak pernah mengingat kesalahan orang lain padahal kesalahan itu sangat fatal jadi seharusnya Mommy mendapatkan pria yang sempurna tidak seperti Daddy yang banyak kekurangan karena Daddy adalah pria arogant, sering menyakiti perasaan...." ucapan Daddy Richard terpotong oleh mommy Rebecca.


"Bagi mommy, daddy itu pria sempurna karena seandainya saja saat itu mommy di beli sama pria jahat bisa saja Mommy hidup menderita bersama pria jahat itu atau bisa juga di jual ke pria hidung belang ketika pria itu bosan sama mommy," ucap mommy Rebecca.


"Mommy sangat mencintai Daddy dengan tulus dan mommy bersedia melakukan apapun asalkan orang yang aku cintai bahagia walau harus mengorbankan nyawa mommy," sambung mommy Rebecca.


"Daddy semakin mencintai mommy," ucap Daddy Richard.


Mommy Rebecca hanya tersenyum begitu pula dengan daddy Richard.


"Daddy, mommy kok ingin makan kwetiau goreng buatan daddy," ucap mommy Rebecca setelah lama terdiam.


"Ok," jawab daddy Richardo.


Daddy Richardo mengecup kening istrinya kemudian keluar dari ruangan tersebut. Di tempat yang sama namun berbeda ruangan Richardo menarik tangan Sandra ke arah kantin membuat Sandra mengikuti langkah Richardo pasalnya Sandra tidak bisa melepaskan pegangan tangannya.


"Aku belum lapar," ucap Sandra ketika mereka sudah sampai di kantin.


"Aku sangat lapar, temani aku makan," perintah Richardo dengan nada dingin dan wajah datarnya sambil melepaskan pegangan tangannya kemudian duduk di kursi.


Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian duduk di samping Richardo.

__ADS_1


"Mau pesan apa?" tanya Richardo.


"Aku ingin makan kwetiau sama jus jambu dan air mineral," jawab Sandra.


"Katanya tidak lapar kok pesan makanan?" tanya Richardo.


"Tadi tidak lapar pas lagi kesal sama orang hawanya langsung lapar," jawab Sandra asal.


"Kesal sama siapa?" tanya Richardo polos.


"Sama orang yang duduk disebelah ku," jawab Sandra dengan wajah cemberut.


Richardo menatap ke arah samping kiri Sandra namun tidak ada orang kemudian dirinya baru tersadar maksud perkataan Sandra.


"Iya kesal banget," jawab Sandra.


"Kenapa kesal denganku? Justru aku yang kesal sudah tahu kita akan menikah tapi daddy malah mencari pria lain untuk pengganti diriku padahal daddy yang menjodoh kan kita," ucap Richardo dengan nada kesal.


"Cemburu," goda Sandra.


"Cemburu? Buat apa cemburu percaya diri sekali," ucap Richardo.

__ADS_1


"Kalau tidak cemburu kenapa kak Richardo marah dan kesal ketika daddy ingin memperkenalkan ku dengan pria lain?" tanya Sandra.


Richardo langsung terdiam mendengar ucapan Sandra membuat Sandra tersenyum bahagia karena Richardo memang jelas - jelas cemburu.


Richardo menjentikkan jarinya dan tidak berapa lama pelayan kantin datang kemudian Richardo memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga untuk Sandra.


"Setelah ini kita pulang, aku akan mengantar mu pulang," ucap Richardo mengalihkan pembicaraan.


"Terima kasih tapi maaf aku lebih suka naik kendaraan umum," jawab Sandra.


"Tidak ada penolakan," ucap Richardo yang tidak suka dengan penolakan.


"Maksa," ucap Sandra dengan suara pelan namun terdengar jelas di telinga Richardo.


"Apa katamu?" tanya Richardo.


"Tidak ada," jawab Sandra.


"Aku dengar kamu mengatakan kalau kamu mengatakan maksa,'' ucap Richardo.


Sandra hanya diam namun matanya membulat sempurna ketika melihat seseorang yang sangat dibencinya berjalan ke arah Sandra padahal Sandra tidak ingin bertemu dengan orang tersebut.

__ADS_1


''Ada apa?" tanya Richardo penasaran.


__ADS_2