Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Sandra dan Richardo


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Sandra.


"Apakah kamu tidak ingin menemui mommy ku?" tanya Richardo.


"Apakah boleh?" tanya Sandra.


"Tentu saja boleh, kenapa tidak," jawab Richardo.


"Baik, ayo kita menemui nyonya besar," ucap Sandra.


Tanpa sadar Sandra menarik tangan Richardo membuat Richardo sangat terkejut karena baru kali ini ada seorang gadis yang berani menyentuhnya tapi entah kenapa Richardo hanya diam dan mengikuti langkah Sandra.


Hingga sampai di depan pintu ruang keluarga Sandra baru tersadar kalau dirinya memegang tangan Richardo membuat Sandra melepaskan pegangannya.


"Maaf tuan muda, aku tidak sengaja menyentuh tangan tuan muda," ucap Sandra sambil ke dua tangannya disatukan dan memejamkan ke dua matanya karena dirinya merasa bersalah.


"Tidak sengaja kok baru sadar sekarang padahal jaraknya jauh lho? Dari taman menuju ke ruang perawatan," ucap Richardo pura - pura marah namun dalam hatinya ingin tertawa melihat wajah panik Sandra.


"Namanya tidak sadar jadi mohon dimaafkan," jawab Sandra sambil membuka mata kanannya untuk melihat Richardo.


"Pffftttt hahahaha..." tawa pecah Richardo melihat Sandra yang sangat menggemaskan.


ceklek


Daddy Richard membuka pintu dan melihat putranya tertawa lepas sangat terkejut pasalnya putra pertamanya tidak pernah tertawa lepas hingga dirinya melihat Sandra.


"Kenapa di depan pintu? Ayo masuk ke dalam? Kebetulan Daddy mau ke kantin," ucap Daddy Richard.


"Baik dad," jawab Richardo.

__ADS_1


"Baik tuan besar," jawab Sandra sambil menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Panggil lah daddy seperti Richardo memanggilku dengan sebutan daddy," ucap daddy Richard.


"Baik daddy," jawab Sandra dengan wajah bingungnya.


Daddy Richard hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Sandra mendorong perlahan pintu ruang perawatan kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kalau di depan anak buah ku panggil aku Presdir Richardo tapi di saat seperti ini panggil namaku saja," ucap Richardo sambil melangkahkan kakinya ke arah mommy Rebecca.


"Panggil nama sepertinya tidak sopan, bagaimana kalau ... sayangku (dengan suara pelan) Richardo?" Tanya Sandra usil.


Deg


Jantung Richardo berdetak kencang walau menyebut kata sayangku dengan suara pelan tapi telinga Richardo sangat tajam dan dapat mendengarnya dengan jelas.


"Coba ulangi sekali lagi?" tanya Richardo.


"Bukan yang itu," ucap Richardo.


"Hallo nyonya besar," sapa Sandra tanpa memperdulikan ucapan Richardo karena sejujurnya dia sangat malu karena sudah mengusili Richardo.


"Panggil mommy sama seperti Richardo memanggilku," ucap mommy Rebecca sambil tersenyum.


"Baik mommy, ada yang bisa Sandra bantu?" tanya Sandra sambil masih tersenyum.


"Mommy haus, bisakah mengambilkan minum?" tanya Mommy Rebecca.


"Bisa mom," jawab Sandra.

__ADS_1


Sandra mengambil minuman yang sudah ada sedotan kemudian diberikan ke mommy Rebecca sedangkan Richardo menatap sebal ke arah Sandra karena perkataan Sandra barusan.


"Terima kasih," ucap mommy Rebecca setelah selesai meminum air mineral.


"Sama-sama mommy," jawab Sandra sambil meletakkan gelas yang masih tinggal setengah air mineral.


Setelah selesai Sandra memijat kaki mommy Rebecca sambil tersenyum.


"Bagaimana pijatan ku mommy? Apakah enak?" tanya Sandra.


"Enak, kamu pintar sekali memijatnya," ucap mommy Rebecca sambil menikmati pijatan Sandra.


"Terima kasih mommy atas pujiannya," ucap Sandra.


"Kamu tahu aja kalau kaki mommy pegal - pegal," ucap mommy Rebecca.


"Tahu dong," jawab Sandra.


"Tahu dari mana?" tanya mommy Rebecca.


"Dari tadi mommy memijat salah satu kaki mommy jadi Sandra tahu kalau mommy kakinya lagi pegal," jawab Sandra.


Mommy Rebecca tersenyum kemudian melirik ke arah putranya yang wajahnya sedang menatap ke arah Sandra sambil tersenyum.


"Richardo," panggil mommy Rebecca.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2