
"Kamu," ucap sepasang suami istri tersebut sambil menatap tajam ke arah Diah.
"Aku kenapa?" tanya Diah sambil tersenyum sinis.
"Dasar culun," ucap sepasang suami istri tersebut serempak.
"Biarin cupu daripada yang satu pria brengs*k dan satunya wanita penggoda yang merebut kekasih sahabatnya," ucap Diah sambil menatap sepasang istri tersebut dengan penuh kebencian.
"Hei kamu itu punya kaca tidak? suamiku mana mau menikah dengan wanita cupu sepertimu," hina wanita itu.
"Hanya wanita yang sangat bodoh yang mau menikah dengan pria sampah," ucap Diah sambil tersenyum devil.
Grep
"Kerja sama kita batal," ucap asisten Rey ketika melihat sepasang suami istri tersebut ingin menampar Diah kemudian menarik tangan Diah membuat Diah bingung dengan apa yang dilakukan oleh asisten Rey.
"Kenapa tanganku di tarik?" tanya Diah dengan nada protes sambil berusaha melepaskan tangan yang di genggam oleh asisten Rey.
"Jangan banyak bicara dan ikut aku," ucap asisten Rey dengan nada dingin.
"Tuan Rey kenapa kerja sama kita dibatalkan?" tanya sepasang suami istri tersebut dengan serempak.
"Apakah tuan ingin memberikan hukuman gadis cupu itu?" tanya pria tersebut.
Asisten Rey tidak menjawab ucapan sepasang suami istri tersebut, asisten Rey tetap menarik tangan Diah membuat Diah terpaksa mengikuti langkah asisten Rey sambil berpikir untuk kabur dari asisten Rey.
Hingga akhirnya asisten Rey berada di salon khusus wanita membuat semua orang menatap asisten Rey tanpa berkedip sekaligus menatap benci pada Diah karena beruntung tangannya di pegang oleh asisten Rey.
"Rubah penampilan kekasihku termasuk ganti pakaian yang sangat mahal agar menjadi cantik," ucap asisten Rey.
"Aku bukan keka.." ucapan Diah terpotong karena mendapatkan tatapan tajam asisten Rey membuat Diah menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Baik tuan," jawab petugas salon.
Asisten Rey duduk di kursi sambil menunggu Diah selesai di permak asisten Rey mengeluarkan ponselnya untuk bermain game hingga satu setengah jam kemudian asisten Rey merasakan diperhatikan membuat asisten Rey mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang memperhatikan dirinya.
Deg
Deg
Jantung asisten Rey berdetak kencang ketika dihadapannya berdiri seorang wanita yang sangat cantik yang sedang menatap dirinya membuat ponselnya nyaris terjatuh.
Grep
Grep
Deg Deg Deg
__ADS_1
Deg Deg Deg
Wanita yang sangat cantik tersebut tanpa sadar menangkap ponsel milik asisten Rey agar tidak terjatuh sedangkan asisten Rey yang mulai sadar langsung ikut menangkap ponselnya hingga ponsel tersebut di genggam oleh asisten Rey dan wanita yang sangat cantik tersebut membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang.
"Maaf," ucap wanita cantik tersebut sambil melepaskan ke dua tangannya yang dipegang oleh asisten Rey.
"Tidak apa - apa, terima kasih karena sudah menyelamatkan ponselku," jawab asisten Rey sambil tersenyum untuk pertama kalinya dan menyimpan ponselnya di saku jasnya.
"Bagaimana tuan? Apakah tuan puas dengan pekerjaan kami?" tanya petugas salon sambil menatap senyuman asisten Rey yang membuat dirinya sangat bahagia.
"Ini wanita tadi?" tanya asisten Rey tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apakah aku lebih jelek?" tanya Diah dengan wajah sendu sambil membalikkan badannya dan bersiap pergi meninggalkan asisten Rey.
Grep
"Siapa bilang kamu jelek, kamu sangat cantik," ucap asisten Rey sambil turun dari kursi dan menahan tangan Diah agar tidak pergi.
"Kita baru saja ke..." ucapan Diah terpotong oleh asisten Rey.
"Aku akan bayar dulu dan jangan pergi kemana - mana," ucap asisten Rey.
Asisten Rey melepaskan tangannya ketika Diah menganggukkan kepalanya kemudian asisten Rey mengambil dompetnya yang berada di saku celana panjangnya kemudian mengambil kartu kredit tanpa batas.
"Ini kartunya," ucap asisten Rey sambil menyerahkan kartu tersebut ke meja kasir.
Kasir dan para petugas salon serta para gadis dan wanita menatap kartu hitam tersebut tanpa berkedip kemudian berusaha mencari perhatian agar asisten Rey menyukainya.
Grep
"Sayang, ayo kita pergi," ucap asisten Rey sambil memeluk Diah dari arah samping.
"Sayang?' tanya ulang Diah sambil mendongakkan kepalanya karena asisten Rey lebih tinggi darinya.
"Aku mohon, aku paling tidak suka tatapan para wanita itu," bisik asisten Rey.
Diah menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju karena bagaimana pun asisten Rey telah membantunya dari dua orang yang sangat dibencinya.
Mereka berdua keluar dari salon tersebut dan banyak para pria menatap Diah dengan tatapan lapar seakan ingin memakannya membuat Diah menundukkan wajahnya sedangkan asisten Rey entah kenapa dirinya tidak rela jika Diah di tatap seperti itu membuat asisten Rey menatap para pria dengan tatapan tajam.
"Jangan menundukkan kepala karena kamu sangat cantik jadi aku minta kamu harus percaya diri," ucap asisten Rey.
Krucuk Krucuk Krucuk
Diah yang ingin menjawab tapi sudah di jawab duluan oleh perut Diah membuat wajah Diah memerah menahan malu.
"Lapar? Kita makan di restoran itu saja," ucap asisten Rey sambil menunjuk ke restoran dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya memeluk bahu Diah.
__ADS_1
"Boleh tapi bisakah di lepas pelukannya?" tanya Diah.
"Memangnya kenapa?" tanya asisten Rey polos.
"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan terlebih kita bukan pasangan kekasih," jawab Diah.
"Maaf, aku lupa," ucap asisten Rey baru sadar kalau tindakannya salah.
Asisten Rey sebenarnya tidak rela melepaskan pelukannya begitu pula dengan Diah kemudian mereka berjalan ke arah restoran tersebut dan duduk di pojok tembok agar bebas mengobrol kemudian asisten Rey melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran dan memesan makanan kesukaannya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya asisten Rey.
"Apa saja aku suka," jawab Diah.
"Kalau begitu aku pesan rumput," jawab asisten Rey untuk pertama kalinya dirinya bercanda.
"Kok pesan rumput?" tanya Diah dengan wajah bingung.
"Katanya kamu apa saja suka jadi aku pesan rumput," jawab asisten Rey.
Bugh
"Memangnya aku sapi," jawab Diah dengan bibir bawahnya dimajukan sambil memukul bahu asisten Rey.
"Pfftttt... hahahaha," tawa lepas asisten Rey untuk pertama kalinya.
"Sangat tampan," ucap Diah tanpa sadar.
"Siapa yang sangat tampan?" tanya asisten Rey dengan nada cemburu.
"Kakak..." ucap Diah menggantungkan kalimatnya.
"Maaf kalau boleh di panggil kakak," sambung Diah.
"Silahkan saja, panggil saja kak Rey," jawab asisten Rey.
"Samakan saja pesanannya," ucap asisten Rey pada pelayan restoran.
"Baik tuan, mohon di tunggu," jawab pelayaran restoran tersebut.
Pelayan restoran tersebut meninggalkan mereka berdua sedangkan dari arah kejauhan sepasang suami istri menatap Diah dengan tatapan berbeda yang satu yaitu suaminya sangat menyesal karena wanita yang ditinggalkannya dan dihinanya ternyata sangat cantik.
Sedangkan untuk istrinya menatap Diah dengan tatapan iri hati karena sahabatnya mendapatkan pria yang lebih tampan dan tajir melebihi suaminya. Suami yang direbutnya dengan cara menjebaknya agar mau menikah dengan dirinya.
("Aku harus merebutnya karena aku tidak rela sahabatku bahagia, aku saja berhasil menjebak kekasihnya dan mau menikah denganku dan meninggalkan sahabatku, siapa yang tidak bisa menolak wanita secantik dan seksi seperti diriku," ucap wanita itu dalam hati).
("Arandiah sangat cantik, aku tidak menyangka sama sekali sungguh aku sangat menyesal menikah dengan istriku karena istriku sudah tidak menjaga kehormatannya sedangkan Arandiah masih tersegel karena setiap aku ingin menciumnya Arandiah selalu menolaknya," ucap pria tersebut penuh penyesalan karena telah menghina Arandiah atau dikenal dengan panggilan Diah).
__ADS_1