
"Tanyalah dan kak Rey akan jawab jujur," jawab asisten Rey dengan nada yakin sambil menatap mata indah Diah.
"Pertanyaan pertama kalau boleh tahu, maaf siapa namanya aku lupa?" tanya Diah.
Biasanya Diah mudah mengingat nama orang tapi karena saat ini dirinya merasa bersalah karena telah mengkhianati kepercayaan dokter Rebecca tapi di sisi lain dirinya ingin agar dokter Rebecca mendapatkan kebahagiaan dan tidak bersedih lagi.
"Tuan Richard," jawab asisten Rey.
"Baiklah aku ulangi pertanyaannya, kalau boleh tahu apakah tuan Richard sudah menikah lagi dan hidup bahagia bersama istri barunya?" tanya Diah sambil menatap mata asisten Rey untuk mengetahui apakah asisten Rey jujur atau tidak.
"Semenjak kepergiaan nyonya Richard hingga sekarang tuan Richard tidak mau menikah lagi karena bagi tuan Richard hanya istrinya yang dicintainya bukan wanita lain," jawab asisten Rey.
"Kalau memang mencintai istrinya kenapa ketika istrinya datang ke perusahaan tuan Richard mengusirnya dan malah memeluk wanita lain bahkan wanita itu adalah mantan cinta pertamanya?" tanya Diah yang selama ini mengganjal di hatinya dan ingin segera mengetahui jawabannya.
"Darimana kamu tahu? Apa jangan - jangan wanita yang tinggal bersamamu adalah nyonya Rebecca?" tanya asisten Rey sambil menaikkan salah satu alisnya.
Diah ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi karena seorang pelayan restoran datang sambil membawa nampan yang berisi makanan pesanan asisten Rey. Pelayan restoran tersebut meletakkan makanan di meja setelah selesai pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kita makan dulu setelah itu kita lanjutkan lagi," ucap asisten Rey.
Diah hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun makan bersama dalam diam tanpa ada yang bicara sedikit pun masing - masing sibuk dengan pikirannya hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum dan kini mereka saling menatap.
"Kita lanjutkan pembicaraan kita yang tadi sempat terputus, katakan dengan jujur apakah wanita yang tinggal bersamamu adalah nyonya Richard dan Richardo adalah juga putra tuan Richard?" tanya asisten Rey penuh harap agar Diah mau jujur.
"Sebelum aku menjawabnya jawab pertanyaan ku terlebih dulu," jawab Diah.
"Pertanyaan yang mana ya?" tanya asisten Rey ikut - ikut tan lupa.
__ADS_1
"Kalau memang mencintai istrinya kenapa ketika istrinya datang ke perusahaan tuan Richard mengusirnya dan malah memeluk wanita lain bahkan wanita itu adalah mantan cinta pertamanya?" tanya Diah mengulangi perkataannya.
"Saat itu mantan cinta pertamanya mengatakan kalau ibunya nyonya Richard yang telah mem bu nuh ayahnya tuan Richard karena itulah tuan Richard mengusirnya dan mengenai pelukan yang memeluk wanita itu bukan tuan Richard," jawab asisten Rey.
"Terus tuan Richard percaya saja omongan wanita itu? Tapi aku harap tuan Richard percaya dengan omongan wanita itu dan melupakan kak Rebecca istrinya," ucap Diah.
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya asisten Rey tidak suka dengan ucapan Diah.
"Karena tuan Richard telah membuat kak Rebecca sangat sedih dan sangat terluka sebab setiap pulang kerja kak Rebecca menangis belum lagi hinaan para tetangga ketika kak Rebecca mempunyai anak tanpa suami. Jika suatu saat kak Rebecca di fitnah atau melakukan kesalahan pasti tuan Richard akan mengusirnya kembali seperti dulu, sudah cukup penderitaan kak Rebecca selama ini." ucap Diah dengan mata berkaca - kaca.
"Aku bisa menjamin tuan Richard tidak akan melakukan itu," ucap asisten Rey dengan nada yakin.
"Tuan Richard kan bukan asisten Rey jadi bagaimana bisa menjamin kalau tuan Richard tidak akan melakukan hal itu," jawab Diah.
"Aku tahu tuan Richard melakukan kesalahan fatal tapi bolehkan diberikan kesempatan ke dua?" mohon asisten Rey.
"Oh ya satu lagi, ibunya nyonya Richard masih hidup dan setiap hari sedih memikirkan putri kandungnya," ucap asisten Rey mengalihkan pembicaraan.
"Sungguh, tinggal di mana?" tanya Diah.
"Di perumahan milik oma dan opanya nyonya Richard," jawab asisten Rey.
"Baik kalau begitu aku pulang dulu," ucap Diah sambil turun dari kursi.
"Kenapa cepat sekali mau pulang?" tanya asisten Rey seakan tidak rela di tinggal.
"Aku ingin mengabarkan hal ini ke kak Rebecca," jawab Diah
__ADS_1
"Terima kasih atas semuanya nanti jika aku ada uang aku akan traktir kak Rey," sambung Diah sambil membalikkan badannya.
"Tunggu, aku akan mengantarmu," ucap asisten Rey sambil ikut turun dari kursi.
"Tidak terima kasih," jawab Diah sambil berjalan meninggalkan asisten Rey.
Diah berjalan dengan santai menuju ke arah toilet karena dirinya ingin buang air kecilĀ dan tanpa di sadari kalau dirinya diikuti oleh seseorang hingga melewati lorong yang sepi Diah baru menyadari karena dirinya diikuti membuat Diah membalikkan badannya dan melihat mantan sahabatnya menatapnya dengan penuh kebencian.
"Kenapa mengikuti aku?" tanya Diah dengan wajah sinis.
"Aku sangat membencimu karena gara - gara ulah mu kerja samaku batal," ucap wanita itu sambil mengeluarkan pisau lipat yang baru dibelinya.
"Itu kan salahmu sendiri kenapa aku lagi jalan kamu mengusikku, ingat kamu itu yang selalu mengusikku dan apa lagi apakah tidak cukup kamu merebut mantanku bukan mantan tapi yang tepat adalah sampah yang aku buang dan kamu pungut itu adalah kata yang pantas untuk suamimu yang tidak berguna itu," ucap Diah sambil tersenyum devil.
"Sampah ketemu sampah.... Hahahahaha..." sambung Diah sambil tertawa lepas.
"Kurang aj*r," ucap wanita itu sambil mengarahkan pisau lipat tersebut ke arah dada Diah.
Diah yang melihat mantan sahabatnya ingin menyerangnya memasang kuda - kuda namun tanpa sepengetahuan Diah seorang pria membekap mulut Diah membuat Diah berusaha memberontak namun tenaganya kalah jauh membuat Diah lama - lama memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri.
"Bawa wanita itu ke dalam mobil dan kita bawa ke hotel," ucap wanita tersebut sambil tersenyum menyeringai.
"Baik nyonya," jawab pria tersebut.
Pria itu pun membawa pergi Diah dengan cara menggendongnya ala bridal style dan diikuti wanita tersebut menuju ke arah parkiran mobil dan tanpa sepengetahuan mereka berdua sepasang mata melihat Diah di gendong ala bridal style oleh seorang pria.
Hal itu membuat sepasang mata tersebut menahan amarahnya dan mengikuti mereka hingga pria tersebut masuk ke dalam mobil begitu pula dengan Diah dan wanita tersebut. Sepasang mata itupun dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil tersebut.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah Diah bilang ingin pulang tapi kenapa Diah bersama pria lain? Sepertinya Diah di bius dan tidak sadarkan diri," ucap pria tersebut yang tidak lain asisten Rey sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang agar tidak di curigai.