
Kini Richardo dan Sandra berada di kamar pengantin mereka yang sudah di hias sangat indah.
Grep
"Maafkan aku, hiks ... hiks.. hiks..."ucap Sandra sambil memeluk tubuh suaminya yang kekar dan terisak.
"Ssttt.. Sudah jangan menangis, sekarang kamu mandilah setelah itu baru aku yang mandi," ucap Richardo sambil membalas pelukan istrinya.
Sandra menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan pelukannya begitu pula dengan Richardo. Sandra berjalan ke arah kamar mandi kemudian melepaskan satu persatu atribut yang menempel di kepalanya, kalung dan sepasang giwang serta cincin semuanya di letakkan di meja yang berada di dalam kamar mandi.
Setelah selesai Sandra ingin melepaskan ritsleting pada gaun pengantinnya namun sangat sulit setelah beberapa kali mencoba Sandra menyerah.
Ceklek
Sandra berjalan ke arah pintu kamar mandi dan membukanya hingga Sandra melihat Richardo sedang menghubungi seseorang langsung mematikan sambungan komunikasi nya.
"Ada apa sayang?" tanya Richardo dengan nada lembut sambil meletakkan ponselnya di meja.
"Aku ingin menarik ritsleting tapi sangat sulit," jawab Sandra dengan wajah memerah selain malu dirinya sangat senang suaminya memanggilnya dengan sebutan sayang.
Tanpa menjawab Richardo berjalan ke arah Sandra membuat Sandra membelakangi Richardo. Richardo perlahan menarik ritsleting gaun pengantin Sandra hingga terlihat jelas punggung mulus Sandra.
Glek
Richardo menelan salivanya dengan kasar sedangkan Sandra menahan bagian depan agar gaun pengantinnya tidak jatuh ke lantai.
Grep
Sayang, aku ingin melakukannya sekarang," pinta Richardo sambil memeluk tubuh istrinya.
"Aku tidak betah nanti ya setelah aku mandi," jawab Sandra yang merasakan bokongnya mengganjal.
"Tapi dobel ya," pinta Richardo dengan suara berat.
"Iya, sekarang lepaskan pelukannya aku mau mandi dulu," ucap Sandra.
Richardo dengan terpaksa melepaskan pelukannya kemudian Sandra berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Sandra sudah selesai mandi.
Ceklek
Sandra keluar dengan tubuh yang segar dengan menggunakan jubah handuk dan melihat suaminya sedang menghubungi seseorang.
"Aku ingin kamu menjalankan apa yang aku perintahkan barusan sekarang," perintah Richardo.
("Baik tuan," jawab anak buah kepercayaannya).
Tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian Richardo meletakkan ponselnya di meja.
"Sudah selesai mandi, kok aku tidak dengar ya," ucap Richardo dengan wajah terkejut.
("Apakah istriku mendengarkan hukuman untuk ke dua orang itu?" tanya Richardo dalam hati).
"Baru saja aku membuka pintu kamar mandi, Honey mandilah aku akan menyiapkan pakaian untuk Honey," ucap Sandra yang merubah panggilannya.
"Coba ulangi sekali lagi," pinta Richardo tidak percaya apa yang baru didengarnya.
"Apakah suka aku panggil Honey?" tanya Sandra dengan wajah memerah.
"Tentu saja sangat suka, sayangku jangan tidur," ucap Richardo sambil berjalan ke arah kamar mandi sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun.
Sandra hanya menggelengkan kepalanya kemudian memunguti satu persatu pakaian Richardo yang berserakan di meja dan dimasukkan ke dalam keranjang kotor berikut gaun pengantin.
"Apapun dirimu aku akan menerima suamiku apa adanya karena suamiku sudah mau menerima diriku apa adanya. Aku tidak perduli dengan apa hukuman yang suamiku berikan untuk mereka berdua karena mereka sudah pantas mendapatkannya," ucap Sandra.
__ADS_1
Sandra menyiapkan pakaian untuk suaminya kemudian diletakkan di atas ranjang. Setelah selesai Sandra mengambil salah satu lingerie karena dirinya ingin memberikan kejutan untuk suaminya.
"Seandainya saja mahkota berharga ku tidak aku berikan ke pria breng**k alangkah bahagianya hatiku," ucap Sandra sambil menatap tubuhnya yang seksi karena memakai lingerie.
"Kok pakai lingerie seperti tidak memakai pakaian? Tapi sudahlah demi suamiku," ucap Sandra sambil memasukkan jubah handuk ke dalam keranjang kotor.
Sandra berbaring di ranjang kemudian menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut dan pura - pura memejamkan matanya.
Ceklek
Richardo membuka pintu dan melihat istrinya sudah tidur membuat Richardo menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Malah tidur, bagaimana nasib adik kecilku?" tanya Richardo sambil menarik lilitan handuknya dan melihat adik kecilnya sudah tegak sempurna.
"Istriku tega banget sudah tahu suami ingin malah tidur," ucap Richardo sambil berjalan ke arah ranjang.
Richardo berbaring di samping Sandra sambil menyelimuti tubuhnya yang polos. Richardo memejamkan matanya menghilangkan pikiran mesumnya namun tiba - tiba Sandra dengan sengaja membelai tombak saktinya membuat Richardo membuka matanya dan melihat istrinya sedang tersenyum.
Grep
"Istriku nakal ya," ucap Richardo sambil menahan tangan Sandra.
"Nakal sama suami boleh donk," jawab Sandra.
Richardo hanya tersenyum kemudian menarik selimutnya dan membuang nya secara asal.
Glek
Richardo menelan salivanya dengan kasar melihat tubuh seksi istrinya membuat Richardo menaiki tubuh istrinya.
Cup
"Aku sangat suka kamu memakai ini, pakailah tiap malam," bisik Richardo.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Richardo mengecup bibir Sandra dengan singkat.
Srettt
Sandra hanya tersenyum kemudian Richardo menarik lingerie hingga matanya membulat sempurna karena istrinya tidak menggunakan bungkusan untuk menutupi dua gunung kembar dan segi tiga bermuda yang menutupi bagian privasinya.
"Kenapa di robek?" tanya Sandra dengan protes.
"Lebih cepat lebih baik," bisik Richardo sambil memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk himalaya.
"Ssttt.. tapi kan sayang kalau di robek," ucap Sandra sambil mendesis akibat ulah suaminya.
"Nanti aku belikan yang sangat banyak," jawab Richardo.
Sandra membelai rambut suaminya hingga tidak berapa lama Sandra mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Richardo tersenyum bahagia.
Setelah di rasa cukup Richardo memasukkan tombak saktinya awalnya agak sulit hingga dihentakkan ke dua tombak sakti milik Richardo masuk ke dalam goa milik Sandra bersamaan Sandra menjerit kesakitan.
"Akhhhhhhh... Sakit... "teriak Sandra.
Richardo sangat kaget karena Sandra dan mantan kekasihnya bukankah sudah pernah melakukannya tapi kenapa Sandra merasakan kesakitan.
"Sayang, kenapa sakit? Bukankah kamu sudah pernah melakukannya?" tanya Richardo sambil menarik perlahan tombak saktinya untuk melihat tombak saktinya.
"Aku juga tidak tahu, tapi jujur ini sakit sekali," jawab Sandra dengan jujur sambil mencengkram seprai untuk mengurangi rasa sakit.
"Sayang, punya mu berdarah? Berarti sebenarnya kamu masih Virgin dan aku pria pertama yang melakukan bersamamu," ucap Richardo dengan wajah terkejut.
"Benarkah?" tanya Sandra tidak percaya.
"Benar, nanti kita mengobrol lagi aku ingin menuntaskan dulu," ucap Richardo.
__ADS_1
Sandra menganggukkan kepalanya tanda setuju sedangkan Richardo mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian Richardo dan Sandra sama-sama mendapatkan pelepasan.
Setelah beberapa saat Richardo menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.
Cup
"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia, " ucap Richardo sambil memeluk istrinya kemudian mengecup keningnya.
"Aku juga," jawab Sandra sambil membalas pelukan suaminya.
("***Aku sangat bahagia karena ternyata aku masih menjaga kehormatan ku dan aku sangat bahagia memberikan kehormatan ku untuk suamiku," ucap Sandra dalam hati).
("Aku sangat bahagia ternyata Istriku masih pe ra wan walau awalnya aku menerima apa adanya namun aku tidak menyangka sama sekali kalau pria itu tidak berhasil mendapatkan harta berharga milik Sandra," ucap Richardo dalam hati***).
Sandra yang sangat lelah memejamkan matanya dan tidak berapa lama Sandra tidur dengan lelapnya begitu pula dengan Richardo.
xxxxx
Malam berganti pagi, perlahan Sandra membuka matanya begitu pula dengan Richardo mereka kembali melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai.
Richardo menggendong istrinya ala bridal style menuju ke arah kamar mandi hingga satu jam kemudian barulah mereka keluar dari kamar mandi tentunya melakukan yang enak - enak.
Richardo dan Sandra masing-masing menggunakan jubah handuk sambil berbaring di ranjang.
"Aku ingin menonton Televisi," ucap Sandra.
Richardo mengambil remote tv kemudian memberikan remote tersebut ke Sandra. Sandra menerimanya kemudian menekan tombol on untuk mencari berita yang menarik.
Hingga Sandra menghentikan menekan remote nya karena melihat dua orang yang sangat familiar.
"Mereka berdua menjadi gi*a gara - gara masing-masing melakukan hubungan suami istri dengan empat pria dan empat wanita yang mempunyai penyakit mematikan," ucap Sandra tidak percaya.
"Mungkin itu karna buat mereka,'' ucap Richardo sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam jubah handuk milik istrinya.
"Apa yang honey lakukan?" tanya Sandra.
"Melakukan yang seperti tadi," bisik Richardo.
Selesai berbicara Richardo menarik tali jubah handuk hingga menampilkan tubuh polos istrinya.
"Bukannya tadi sudah?" tanya Sandra.
"Masih kurang sayang," jawab Richardo.
("Maaf aku melakukan ini agar kamu tidak membahas dua orang yang telah menyakiti hatimu," ucap Richardo dalam hati)
Mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri. Entah kenapa Richardo ketagihan dengan tubuh istrinya.
Sandra dan Richardo hidup bahagia terlebih ke dua orang tua Richardo tidak pernah menanyakan tentang masa lalu Sandra membuat Sandra menerima sifat Richardo dan berusaha merubah sifatnya.
End
xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx
Tidak terasa sudah tamat novelnya, terima kasih banyak buat para pembaca setiaku semoga kebaikan kalian di balas oleh Tuhan.
Maafkan author yang tidak membalas satu persatu komentar kalian tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar kalian.
Inti dari cerita ini adalah berhati - hatilah memilih sahabat karena sahabat sejati sulit di cari tapi sahabat yang menusuk dari belakang itu lebih banyak seperti yang pernah di alami oleh author. Sahabat sejati adalah sahabat yang tulus dan tidak menikam sahabatnya sendiri.
Begitu pula dengan mencari tambatan hati jangan Memberikan mahkota berharga kita karena belum tentu pria itu mau bertanggung jawab karena jika pria itu tulus mencintai kita tentu bisa menahan diri untuk tidak melakukan hubungan suami istri.
Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung. Sekali lagi terima kasih banyak semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Amin.
Salam Author,
__ADS_1
Yayuk Triatmaja