
"Karena mommy bahagia kalian mau menikah," jawab mommy Rebecca dengan wajah polos.
"Maaf mommy dan Daddy boleh Richardo bicara sebentar dengar Sandra?" tanya Richardo.
"Silahkan," jawab mommy Rebecca dan daddy Richard singkat secara bersamaan.
Richardo langsung menarik tangan Sandra untuk keluar dari ruangan tersebut kemudian menutup pintu ruang perawatan VVIP dengan rapat.
"Kita bicara di taman depan," ucap Richardo sambil masih menarik tangan Sandra.
"Tapi bisakah tanganku di lepas?" tanya Sandra karena dirinya harus berlari menyeimbangkan langkah Richardo.
Richardo langsung tersadar dan melepaskan tangan kanannya kemudian berjalan ke taman depan dengan diikuti oleh Richardo hingga akhirnya mereka sudah sampai di taman depan.
"Duduklah," ucap Richardo sambil duduk di bangku taman.
"Baik," jawab Sandra singkat dan duduk di samping Richardo.
"Bisakah kamu mengatakan ke mommy ku kalau kamu sebenarnya sudah mempunyai kekasih dan tidak bisa menikah denganku," pinta Richardo.
"Maaf aku tidak bisa berbohong karena aku memang belum mempunyai kekasih. Bagaimana kalau kak Richardo yang mengatakan kalau kak Richardo sudah mempunyai kekasih jadi tidak bisa menikah denganku?" tanya Sandra.
"Aku juga sama tidak mempunyai kekasih dan tidak bisa membohongi mommy ku," jawab Richardo.
Richardo dan Sandra sama - sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan, mereka sama-sama saling diam untuk berfikir.
Hening
Hening
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita menikah secara sederhana dan mengundang orang - orang tertentu saja," usul Sandra.
"Bagus juga asalkan orang kantor tidak tahu kalau kita tidak tahu kalau kita sepasang suami istri," ucap Richardo.
"Baik, terus tidurnya di kamar masing-masing," ucap Sandra karena dirinya tidak mau menyerahkan harta berharga untuk suami yang tidak mencintai dirinya.
"Setuju dan jangan pernah mengurusi masalah pribadi masing - masing," ucap Richardo.
"Baik, apa ada yang lainnya?" tanya Sandra.
"Aku rasa hanya itu saja," jawab Richardo.
"Ok, deal," ucap Sandra sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Deal," jawab Richardo singkat sambil membalas uluran tangan Sandra.
"Jika seandainya kak Richardo sudah menemukan wanita yang lebih baik dariku, aku minta tolong katakan padaku agar kita mengurus perceraian kita," ucap Sandra setelah beberapa saat terdiam.
"Begitu pula dengan diriku," jawab Richardo.
"Oh ya hampir lupa walau kita tidak saling mencintai jangan pernah membawa wanita lain ke dalam rumah begitu pula dengan diriku, apakah kak Richardo bisa?" tanya Sandra.
"Tidak masalah," jawab Richardo.
"Ok," jawab Sandra singkat.
"Kak Richardo," panggil seorang gadis cantik.
Serempak Richardo dan Sandra memalingkan wajah ke arah suara tersebut. Richardo langsung turun dari bangku lalu berdiri dan berjalan ke arah gadis cantik tersebut.
__ADS_1
"Chintya," panggil Richardo.
"Ya ampun tambah tampan saja," ucap Cintya.
"Terima kasih atas pujiannya, kamu juga tambah cantik," puji Richardo tanpa memperdulikan keberadaan Sandra.
Sandra hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
("Hahh ... Semua laki - laki itu semua sama katanya tidak mempunyai kekasih lha ini bicara akrab banget seperti pasangan kekasih dan tidak memperdulikan keberadaan ku," ucap Sandra dalam hati).
Sandra turun dari bangku dan berjalan melewati Richardo dan Cintya.
"Aku tadi melihat kak Richardo bicara dengan gadis itu, apakah gadis itu kekasih kak Richardo?" tanya Cintya.
"Oh dia sekretaris ku, memangnya kenapa?" tanya Richardo.
"Sekretaris kok tidak sopan banget," ucap Cintya menyindir Sandra.
Sandra langsung membalikkan badannya kemudian menundukkan kepalanya tanda hormat sambil tersenyum.
"Maaf kalau saya kurang sopan, tuan Richardo dan nona Cintya," ucap Sandra sambil tersenyum walau dalam hati kecilnya sangat kecewa dengan Richardo.
"Lain kali kalau tidak sopan, kamu aku pecat," ucap Cintya dengan nada sombong sambil memeluk lengan Richardo.
"Baik, permisi," jawab Sandra sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.
Entah kenapa hati Richardo sakit ketika Cintya mengatakan itu ke Sandra membuat Richardo melepaskan pelukan Cintya membuat Cintya kesal.
"Sandra," panggil seorang pria.
__ADS_1