Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Bagaimana Rey?


__ADS_3

Tuan Richard seperti biasa hanya diam membuat dokter cantik tersebut berusaha bersabar karena dirinya tahu akan sifat tuan Richard, dokter itupun mulai memeriksa tuan Richard setelah beberapa saat dokter cantik tersebut mengeluarkan botol infus.


"Tubuh tuan sepertinya lemas karena itu saya akan melakukan infus untuk tuan," ucap dokter tersebut sambil memasukkan jarum infus ke pergelangan tuan Richard.


"Iya kemarin pulang kerja tidak makan dan pagi ini mual - mual terus," ucap tuan Richard menjelaskan.


"Maaf tuan, memang kemarin tuan makan apa?" tanya dokter cantik tersebut.


"Makan nasi goreng seafood," jawab tuan Richard.


"Setahuku tuan tidak suka nasi goreng seafood?" tanya dokter cantik tersebut.


"Memang benar tapi tidak tahu aku ingin makan nasi goreng seafood dan sekarang ini aku ingin makan rujak," jawab tuan Richard.


"Apa istri tuan hamil?" tanya dokter cantik tersebut dengan nada kecewa.


"Memang apa hubungan hamil dengan aku ingin makan - makanan yang tidak aku suka?" tanya tuan Richard.


"Ada hubungannya tuan, istri tuan hamil dan tuan yang ngidam," jawab dokter tersebut.


"Bukannya yang ngidam itu seharusnya istri?" tanya tuan Richard.


"Memang benar tapi suami juga bisa mengalami ngidam, suami bisa mengalami kenaikan berat badan saat istrinya hamil. Makan camilan menjadi penyebab suami ngidam dan penyebab lainnya adalah kenaikan kenaikan cortisol atau hormon stress yang dikeluarkan," jawab dokter cantik tersebut.


("Semoga saja Rebecca masih hidup dan sekarang lagi hamil anakku, Rebecca aku mohon tolong jaga kandungan putra kita dan aku akan secepatnya dapat menemukanmu agar kita dapat berkumpul kembali," ucap tuan Richard dalam hati dan dirinya merasa yakin kalau anak yang di kandung dokter Rebecca adalah janin laki - laki ).


("Aku lihat istrinya tidak ada, apakah mereka sudah berpisah? Aku harap seperti itu karena sudah lama aku mencintainya sejak kami masih kecil," ucap dokter cantik tersebut dalam hati dan penuh harap ).


"Maaf tuan, nyonya Rebecca kemana?" tanya dokter cantik tersebut penasaran.


"Pergi dari mansion dan aku meminta Rey untuk mencarinya," jawab tuan Richard.


"Lebih baik tidak usah di cari," ucap dokter cantik tersebut.

__ADS_1


"Apa hak mu melarang ku untuk tidak mencari istriku?" tanya tuan Richard dengan nada kesal.


"Pasti nyonya Rebecca selingkuh dengan pria lain jadi lebih baik denganku saja," ucap dokter cantik tersebut sambil membuka kancing pertama.


"Istriku adalah wanita setia dan Apa yang kamu lakukan hah!!! Keluar!!!!" teriak tuan Richard.


"Kita sudah lama mengenalnya sejak kita masih kecil, apakah tuan Richard sedikitpun tidak ada perasaan untukku?" tanya dokter cantik tersebut dengan wajah sendu dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Aku hanya menganggap mu sebagai adik dan tidak lebih," jawab tuan Richard dengan nada tegas sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Tapi aku tidak ingin di anggap adik, aku sangat tulus mencintaimu apa adanya tidak seperti istrimu yang pergi bersama pria lain," ucap wanita cantik itu berusaha menjelekkan dokter Rebecca.


"Istriku pergi karena itu salahku dan kini aku tidak mau melakukan kesalahan yang ke dua kalinya jadi aku minta pergilah atau tidak bodyguard ku akan mengusir mu," usir tuan Richard dengan nada dingin.


Dokter cantik itu pun pergi meninggalkan tuan Richard sambil menahan amarahnya sekaligus dendam terhadap dokter Rebecca yang tidak tahu apa - apa dan tidak berapa lama datang asisten Rey sambil membawa dokumen pekerjaan dan mangga muda pesanan tuan Richard.


"Rey, mulai besok cari dokter pribadi pria," perintah tuan Richard.


"Memang kenapa dengan dokter Valen?" tanya asisten Rey dengan wajah bingung karena asisten Rey tahu kalau dokter Rebecca dan tuan Richard adalah teman masa kecil.


"Berani sekali dia, apa perlu saya kasih pelajaran ke dokter Valen?" tanya asisten Rey.


"Tidak perlu biarkan saja, bagaimana apakah ada laporan dari anak buah kita?" tanya tuan Richard.


"Saat ini belum ada tuan, tapi diusahakan besok pagi sudah ada kabar baik," jawab asisten Rey.


"Aku harap kabar baik agar aku bisa secepatnya bertemu dengan Rebecca," ucap tuan Richard.


"Semoga saja tuan dan maaf tuan ini ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani," ucap asisten Rey.


"Letakkan di meja, pesanan ku sudah kamu bawa?" tanya tuan Richard.


"Sudah tuan," jawab asisten Rey sambil memperlihatkan plastik yang berisi mangga muda ke arah tuan Richard.

__ADS_1


"Bagus, tolong bawa ke bawah dan berikan ke mommy ku karena mommy sedang meracik bumbu rujak, kalau sudah selesai bawa ke sini karena aku ingin makan rujak," ucap tuan Richard.


("Tumben tuan Richard menggunakan kata tolong padahal selama bertahun - tahun aku berkerja tuan paling anti mengucapkan kata tolong, terima kasih dan maaf," ucap asisten Rey dalam hati ).


"Apakah tuan tidak salah? Pagi - pagi makan rujak, apa tuan tidak sakit perut makan makan mangga muda?" tanya asisten Rey.


"Apakah masalah buatmu? cepatlah aku tidak sabar ingin makan rujak," perintah tuan Richard seperti biasanya.


("Nah ini baru benar perkataan tuan Richard terus yang tadi kok seperti nyonya Rebecca yang selalu mengatakan kata tolong. Apa jangan - jangan sifat tuan Richard mulai berubah berkat nyonya Rebecca?" tanya asisten Rey dalam hati).


"Rey, cepatlah keluar dari kamar jangan melamun aku ingin makan rujak," perintah tuan Richard.


"Baik tuan," jawab asisten Rey sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kamar tuan Richard.


Dua belas menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan tuan Richard mempersilahkan masuk. Kepala pelayan membuka pintu kamar tuan Richard dan Elena berjalan sambil membawa ke arah ranjang sambil membawa bumbu rujak dengan diikuti asisten Rey dengan membawa buah untuk rujak.


Tuan Richard langsung menyantapnya dengan lahap dan tidak membutuhkan waktu lama rujak tersebut habis tanpa sisa membuat Elena dan asisten Rey saling memandang.


"Mangga mudanya memang tidak asem?" tanya Elena penasaran.


"Tidak mom, sekarang Richard mengantuk," ucap tuan Richard sambil meletakkan dua piring ke meja dekat ranjangnya.


"Kalau begitu istirahatlah," ucap Elena sambil membenarkan selimutnya.


Elena dan asisten Rey turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu dan keluar dari kamar tuan Richard agar bisa istirahat, tidak membutuhkan waktu lama tuan Richard tertidur dengan pulas nya.


Satu Hari Kemudian


Waktu berjalan dengan cepatnya dan di mana hari ini adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh tuan Richard untuk mengetahui keberadaan dokter Rebecca.


Tuan Richard berbaring di ranjang hingga terdengar suara ketukan pintu dan tuan Richard mempersilakan untuk masuk karena dirinya tahu siapa yang datang.


Ceklek

__ADS_1


Asisten Rey membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah tuan Richard yang masih berbaring karena tubuhnya masih lemas selain dirinya mual - mual juga efek selama berhari - hari tuan Richard memfrosir tenaga dan pikiran akibat pekerjaan di kantornya.


"Bagaimana Rey?" tanya tuan Richard penuh harap.


__ADS_2