Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Daddy Richard dan mommy Rebecca


__ADS_3

Daddy Richard matanya membulat sempurna ketika melihat istrinya berbaring di dalam bathub hingga ponsel yang dipegangnya jatuh ke dalam bathub tapi daddy Richard tidak memperdulikan karena yang terpenting keselamatan istrinya.


Daddy Richard menggendong tubuh istrinya yang sudah mulai dingin kemudian memberikan nafas buatan sambil sekali - kali menekan dada istrinya.


"Sayang, aku mohon jangan tinggalkan aku," mohon daddy Richard dengan tubuh gemetar dan tanpa sadar air matanya jatuh mengenai pipi mulus istrinya sambil sekali - kali menekan dada istrinya.


"Sayang, aku tidak sanggup kehilanganmu, aku mohon bangunlah," sambung daddy Richard kemudian memberikan nafas buatan.


Uhuk                      Uhuk                  Uhuk


Mommy Rebecca mulai batuk - batuk membuat daddy Richard tersenyum bahagia lalu kembali memberikan nafas buatan karena istrinya belum membuka matanya. Tidak berapa lama mommy Rebecca membuka matanya menatap suaminya yang sedang memberikan nafas buatan.


"Daddy," panggil mommy Rebecca lirih.


Grep


"Syukurlah mommy masih hidup, daddy sangat takut kehilangan mommy," ucap daddy Richard dengan tubuh masih gemetar kemudian memeluk tubuh istrinya dengan erat karena dirinya sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya.


"Daddy, mommy tidak bisa nafas," ucap mommy Rebecca.


"Maaf mommy, tadi daddy sangat takut terjadi sesuatu dengan mommy," jawab daddy Richard sambil mengurangi pelukannya.

__ADS_1


"Daddy, tubuh mommy dingin," ucap mommy Rebecca dengan tubuh menggigil.


Tanpa menjawab daddy Richard menggendong mommy Rebecca dan di dudukkan di atas lemari kecil dengan perlahan kemudian mengusap ke dua pipi istrinya dengan lembut.


"Mommy kuat duduk?" tanya daddy Richard dengan nada lembut.


"Kuat dad," jawab mommy Rebecca sambil tersenyum bahagia karena suaminya banyak berubah tidak seperti dulu.


"Daddy akan ambilkan jubah handuk dulu," ucap daddy Richard sambil membuka pintu lemari yang dekat dengan ke dua kaki istrinya.


Daddy Richard mengambil jubah handuk kemudian memakaikan ke tubuh istrinya lalu mengikat tali jubah handuk namun ketika daddy Richard ingin menggendong mommy Rebecca, mommy Rebecca menahan tangan daddy Richard membuat daddy Richard menatap wajah pucat istrinya namun masih terlihat cantik.


"Ada apa mom," tanya daddy Richard.


"Nanti daddy ganti," ucap daddy Richard.


"Mommy tidak ingin daddy sakit," jawab mommy Richard.


"Daddy kuat dan tidak mungkin sakit," jawab daddy Richard.


"Kalau daddy sayang sama mommy turuti permintaan mommy," pinta mommy Rebecca.

__ADS_1


"Baiklah," jawab daddy Richard pasrah.


Daddy Richard melepaskan pakaian satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun membuat mommy Rebecca memalingkan wajahnya ke arah samping dengan wajah memerah.


"Kenapa wajah mommy memerah? Mommy demam?" tanya daddy Richard sambil menyentuh kening istrinya.


Grep


"Tidak dad," jawab mommy Rebecca sambil memegang tangan suaminya.


"Lalu kenapa wajah mommy memerah?" tanya daddy Richard.


"Mommy malu melihat tubuh polos daddy, bisakah melepaskan pakaian tidak di depan mommy?" tanya mommy Rebecca.


"Bukankah mommy sering melihat tubuh polos daddy? Daddy saja sering melihat tubuh polos mommy," jawab daddy Richard.


"Memang benar tapi tetap saja mommy malu," jawab mommy Rebecca.


Daddy Richard hanya tersenyum kemudian mengacak rambut istrinya kemudian membuka lemari untuk mengambil jubah handuk dan memakainya.


Daddy Richard menggendong kembali istrinya seperti bayi koala membuat mommy Rebecca mengalungkan ke dua tangannya agar dirinya tidak terjatuh walau itu tidak mungkin.

__ADS_1


Daddy Richard membaringkan tubuh istrinya ke ranjang kemudian daddy Richard berbaring di samping istrinya dan memeluknya dari arah samping hal itu membuat mommy Rebecca membalas pelukan suaminya.


"Mommy, ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?" tanya daddy Richard penasaran.


__ADS_2