
Malam menjelang pagi perlahan tuan Richard membuka matanya dan tidak melihat istrinya berada di sampingnya membuat tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Biasanya tiap bangun tidur istriku selalu membangunkan aku dengan cara berbeda - beda terkadang mencium bibirku, terkadang mengusap wajahku, terkadang tubuhku di kelitikin agar aku kegelian, terkadang menaiki tubuhku dan mengajakku melakukan hubungan suami istri dan masih banyak lagi. Rebecca hari ini kami akan mencari mu dan aku harap kita dipertemukan kembali," ucap tuan Richard sambil turun dari ranjang.
"Biasanya pakaian yang berserakan di lantai waktu aku mandi langsung dimasukkan ke dalam keranjang kotor oleh Rebecca kini masih tergeletak di lantai. Kenapa aku baru menyadari begitu banyak yang dilakukan oleh Rebecca untukku dan membuatku tersadar kalau Rebecca sangat berarti buatku," sambung tuan Richard sambil melepaskan satu persatu pakaiannya kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Ceklek
Asisten Rey membuka pintu dan masuk ke dalam dengan diikuti office girl, asisten Rey meletakkan paper bag yang berisi satu steel pakaian dan diletakkan di ranjangnya.
Sedangkan office girl merapikan ranjang yang tadi digunakan oleh tuan Richard setelah selesai lanjut mengambil satu persatu pakaian milik tuan Richard dan dimasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.
Hingga dirinya melihat botol parfum wanita yang sangat mahal membuat office girl tersebut dengan sengaja mengambil botol parfum wanita tanpa sepengetahuan asisten Rey yang sedang mengetik sesuatu di ponselnya dan office girl tersebut menyembunyikannya di pakaian kotor milik tuan Richard.
"Sudah selesai?"tanya asisten Rey setelah mengirim pesan.
__ADS_1
"Sudah tuan," jawab office girl tersebut.
"Kalau begitu kita keluar dari sini," ucap asisten Rey.
"Baik tuan," jawab office girl tersebut.
Mereka berdua keluar dari kamar tersebut dan tidak berapa lama tuan Richard keluar dari kamar mandi dan melihat ruangannya sudah rapi seperti pertama kali dirinya datang.
Tuan Richard berjalan ke arah ranjang kemudian membuka isi paper bag tersebut. Tuan Richard langsung mengeluarkan isi di dalam paper bag dan memakai pakaiannya namun ketika memakai jasnya tuan Richard tidak sengaja menatap ke arah meja dekat ranjang dan tidak melihat botol minyak wangi milik istrinya.
"Apa aku sudah masukkan ke dalam tas?" tanya tuan Richard pada dirinya sendiri.
Karena penasaran tuan Richard mengambil tasnya dan membukanya ternyata botol wangi milik istrinya tidak ada membuat tuan Richard langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi asisten Rey untuk datang ke kamarnya.
Tok Tok Tok
__ADS_1
"Masuk," jawab tuan Richard.
Ceklek
Asisten Rey membuka pintu kamar tuan Richard dan melihat wajah tuan Richard seperti ingin menerkam orang membuat asisten bertanya - tanya dalam hati.
"Maaf, ada apa tuan?" tanya asisten ketika berhadapan dengan tuan Richard.
"Aku menaruh parfum milik istriku tapi kenapa tidak ada?" tanya tuan Richard.
"Tuan membawa parfum nyonya Rebecca?" tanya ulang asisten Rey.
"Apa ada masalah aku membawa parfum istriku?" tanya balik tuan Richard sambil menatap tajam ke arah asisten Rey.
"Tidak masalah tuan hanya saja kok tumben membawa minyak wangi milik nyonya Rebecca," jawab asisten Rey.
__ADS_1
" Tiga hari yang lalu istriku ingin pergi untuk membeli minyak wangi tapi aku melarangnya karena aku takut istriku akan kabur bersama laki - laki lain dan aku mengatakan ke istriku kalau aku langsung memesan ke rekan bisnisku pemilik botol parfum tersebut. Aku lupa memberikannya ke istriku karena itulah botol parfum itu masih ada di dalam tasku," jawab tuan Richard menjelaskan ke asisten Rey.