
("Nyonya Rebecca sudah menandatangani surat perceraian dan mengembalikan semua pemberian tuan termasuk cincin pernikahan, nyonya hanya memakai tas, sepatu dan pakaian yang dikenakan oleh tuan" jawab asisten Rey ).
Duarr Duarr
Bagai petir yang menyambar itu yang dirasakan oleh tuan Richard ketika mengetahui istrinya pergi meninggalkan dirinya terlebih istrinya menandatangani surat perceraian.
("Bukankah aku belum memerintahkan mu untuk membuat surat perceraian?" tanya tuan Richard setelah dirinya merasa tenang )
("Maaf tuan, waktu itu nyonya pernah mengatakan kalau tuan sudah menemukan penggantinya maka nyonya akan pergi dari kehidupan tuan karena itulah nyonya memintaku untuk membuatkan surat perceraian," jawab asisten Rey).
("Mulai kapan istriku meminta surat perceraian?" tanya tuan Richard ).
("Sejak tuan tanpa sadar sering mengatakan sesuatu yang membuat nyonya Rebecca terluka dan berfikir kalau tuan tidak mencintainya," jawab asisten Rey ).
("Kapan aku mengatakan sesuatu yang membuat istriku terluka?" tanya tuan Richard ).
("Salah satu contohnya ketika nyonya keluar dari mobil tuan menggunakan tangannya agar kepala nyonya tidak terkena atap mobil dan nyonya sangat bahagia tapi tuan malah mengatakan kalau tuan lebih sayang dengan mobilnya. Hingga nyonya mengatakan kalau nyawa nyonya tidak ada harganya dengan mobil milik tuan," jawab asisten Rey).
("Aku sebenarnya tidak ada maksud berkata begitu,"ucap tuan Richard).
("Saya mengerti tuan tapi yang ada di pikiran nyonya kalau tuan tidak mencintai nyonya karena itulah memintaku untuk membuatkan surat cerai karena jika tuan sudah menemukan pengganti nyonya maka nyonya akan pergi menjauh dari tuan untuk selama - lamanya."ucap asisten Rey).
("Bagaimana mengenai kompensasinya? Aku belum menandatangani dokumennya," tanya tuan Richard mengalihkan pembicaraan).
("Nyonya tidak menginginkannya tuan, seperti yang saya bilang nyonya mengembalikan dua kartu kredit yang belum pernah dipakai sama sekali, semua perhiasan baik kalung, gelang, anting, kunci mobil, cincin berlian dan cincin pernikahan," jawab asisten Rey panjang lebar).
__ADS_1
("Rey,lacak kemana istriku pergi dan bawa ke mansion," perintah tuan Richard ).
("Baik tuan," jawab asisten Rey patuh).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan tuan Richard menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya kemudian meletakkan kepalanya di stir kemudi.
Tuan Richard akan perkataan dokter Rebecca membuat tuan Richard menyesal kenapa dirinya tidak jujur akan perasaannya dan terakhir ketika Bela memeluk dirinya terlihat jelas wajah kesedihan istrinya menatap dirinya dengan berlinangan air mata hingga dirinya membentaknya dan menyuruhnya pergi membuat sejuta penyesalan di hati tuan Richard.
"Ada apa Richard?" tanya Debora sambil menahan amarahnya.
"Istriku pergi tante dan..." ucap tuan Richard menggantungkan kalimatnya.
"Putraku bukan seperti itu,"ucap Elena yang tidak terima kalau putranya disamakan dengan pria brengs*k.
"Apa bedanya dengan laki - laki brengs*k yang menikah denganku? Ketika ada wanita lain laki - laki itu menikah dengannya dan menyiksa putriku, kasihan putriku yang nasibnya sama sepertiku," ucap Debora sambil membuka pintu mobil.
"Memang aku brengs*k tapi yang lebih brengs*k adalah ayah kandungnya Rebecca karena tega menjual putrinya padaku\," ucap tuan Richard yang tidak mau disamakan denan ayah kandungnya dokter Rebecca.
"Apa??? Putriku di jual??" tanya ulang Debora yang sangat terkejut dengan apa yang didengarnya dan tidak jadi membuka pintu.
"Ya benar," jawab tuan Richard.
"Antar kan aku ke rumahnya!!!" perintah Debora sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara tuan Richard menyalakan kembali mobilnya sambil mengharap asisten Rey menemukan istrinya.
("Aku tidak akan menandatangani surat perceraian karena sampai kapan pun kamu tetaplah istriku," ucap tuan Richard dalam hati sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang).
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai dikediaman orang tuanya dokter Rebecca dan tanpa menunggu lama Debora membuka pintu mobil kemudian turun sambil menahan amarahnya.
Brak
Debora membuka pintu tersebut dengan paksa dan matanya langsung membulat sempurna melihat suami yang sangat dibencinya sedang melakukan adegan suami istri di ruang keluarga.
Hal itu membuat Debora berjalan ke arah mereka sedangkan suaminya sangat terkejut pasalnya selama bertahun - tahun istrinya menghilang kini mendadak muncul lagi sedangkan wanita itu sangat terkejut, sangat marah sekaligus menahan rasa malu karena bukan hanya Debora yang datang tapi juga datang Elena dan tuan Richard.
Debora berjalan ke arah suaminya sambil menahan amarahnya dan mengepalkan ke dua tangannya dengan erat dan diikuti oleh tuan Richard karena bagaimana pun Debora adalah ibu mertuanya yang harus dilindungi dari suami yang sangat jahat.
Duag
" Akhhhhhh.... brengs*k... Sa.. kit!!!!" teriak suaminya sambil memegangi tombak saktinya yang di tendang oleh Debora dengan sekuat tenaga.
Bruk
Suaminya langsung berlutut sambil menahan rasa sakit yang luar biasa karena dalam kondisi sudah sangat tegang membuat tuan Richard ikut memegang tombak saktinya dengan perasaan ngilu dan membayangkan pasti sakitnya luas binasa.
" Itu sebelum seberapa dengan rasa sakit yang aku dan putriku rasakan akibat ulah mu, pria brengs*k!!!" teriak Debora.
" Kamu pria paling jahat yang paling aku kenal, sejahat - jahatnya seorang suami tapi tidak mungin tega menjual putri kandungnya," sambung Debora sambil menatap tajam ke arah suaminya dengan penuh kebencian.
__ADS_1