
Dua pria yang sangat tampan dan sangat mirip seperti foto copy namun berbeda usia siapa lagi kalau bukan daddy Richard dan Richardo. Mereka berdua berjalan ke arah pintu lift khusus CEO dengan angkuh tanpa menjawab ucapan anak buahnya dengan di ikuti oleh asisten setianya siapa lagi kalau bukan asisten Rey.
Ting
Pintu lift terbuka daddy Richard, Richardo dengan diikuti oleh asisten Rey masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian asisten Rey menekan tombol lift.
"Hari ini jadi pendaftaran sekretaris baru?" tanya daddy Richard.
"Jadi tuan besar," jawab asisten Rey.
"Pokoknya Richardo tidak mau punya sekretaris yang centil selain itu sekretaris tersebut harus bisa menghalau gadis - gadis dan para wanita yang ingin mendekati Richardo,'' pinta Richardo.
"Berarti kamu mintanya sekretaris perempuan?" tanya daddy Richard sambil mengangkat salah satu alis matanya.
"Benar dad," jawab Richardo dengan nada tegas.
"Cantik, sedang atau jelek?" tanya daddy Richard.
"Cantik, bisa bela diri, pintar dan tidak centil menggoda atasan," jawab Richardo.
"Kriteria itu seperti kriteria mommy mu," ucap daddy Richard.
"Memang betul," jawab Richardo.
"Apa jangan - jangan kamu menjadikan sekretaris itu istrimu?" tanya daddy Richard sambil mengangkat salah satu alis matanya.
__ADS_1
Ting
Ketika Richardo ingin menjawab pintu lift terbuka dan mereka keluar dari ruang persegi empat menuju ke ruang CEO sambil masih mengobrol.
"Richardo belum kepikiran ke arah menikah karena Richardo ingin mengembangkan perusahaan daddy menjadi besar," jawab Richardo.
"Betul, apa lagi kamu masih muda," jawab daddy Richard yang mendukung ucapan putra kesayangannya.
"Apakah tuan muda ikut paman dalam pemilihan sekretaris?" tanya asisten Rey.
"Sisakan sepuluh orang saja paman biar nanti daddy dan Richardo yang akan menyeleksinya," ucap Richardo.
"Kok ngajak daddy?" tanya daddy Richard sambil menunjuk ke arah wajahnya.
"Siapa bilang, buktinya daddy pernah salah memilih wanita," jawab daddy Richard.
("Tuan besar akhirnya mengakui kalau dulu salah memilih wanita, padahal tadi aku mau ngomong seperti itu tapi tidak berani," ucap asisten Rey dalam hati).
"Rey, jangan mendengarkan percakapan kami, kamu keluarlah dan seleksi sekretaris sesuai permintaan putraku," ucap daddy Richard yang tahu kalau asisten Rey sedang membicarakan dirinya dalam hatinya.
"Baik tuan, besar," jawab asisten Rey patuh sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu.
("Akhhhhhhhhhhhhhh... Padahal aku ingin mendengarkan tuan besar dan tuan muda mengobrol karena kan seru," ucap asisten Rey dalam hati).
"Rey jangan bicara dalam hati karena aku tahu apa yang kamu katakan dalam hatimu walau kamu bohong tidak mengakuinya aku bisa tahu kamu bohong atau tidak," ucap daddy Richard dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah asisten Rey.
__ADS_1
"Maaf tuan besar," ucap asisten Rey sambil memegang gagang pintu kemudian membukanya.
Asisten Rey berjalan keluar ruangan tersebut sambil menutup pintu dengan rapat. Percakapan daddy Richard dengan asisten Rey membuat Richardo menatap daddy Richard dengan tatapan bingung.
"Daddy kok tahu kalau paman Rey mengatakan sesuatu di dalam hatinya?" tanya Richardo sambil menatap daddy Richard yang sangat mirip dengannya.
"Paman Rey sudah ikut daddy selama bertahun - tahun di tambah kami berteman sejak lama jadi kami masing - masing tahu sifat, kesukaan bahkan jika bicara dalam hati kami bisa tahu," jawab daddy Richard.
"Daddy melihat kamu juga dekat dengan Roy putra paman Rey," sambung daddy Richard.
"Iya dad, walau kami selisih lima tahun lebih tapi Roy bersikap dewasa dan Richardo berharap nanti Roy bisa berkerja di sini jika lulus sekolah dan nanti kalau Roy ingin kuliah Richardo akan mengijinkannya," ucap Richardo yang menginginkan Roy yang menjadi asisten pribadinya.
"Daddy setuju, karena susah mencari orang yang benar - benar tulus dan setia sama kita," ucap daddy Richard sambil mengingat masa lalu.
"Kenapa daddy melamun? dan kenapa wajah daddy sedih" tanya Richardo.
"Daddy ingat dulu waktu waktu wajah daddy rusak dan lumpuh hanya paman Rey yang sabar menemani daddy di saat daddy frustrasi hingga akhirnya paman Rey mengusulkan mencari wanita untuk daddy nikahi untuk dijadikan pewaris," ucap daddy Richard.
"Siapa wanita itu dad? dan apakah wanita itu sudah mempunyai anak? Lalu bagaimana perasaan mommy dad?" tanya Richardo beruntun.
Cetak
"Aduh, kenapa kening aku di sentil dad," protes Richardo.
"Wanita itu hanya satu yaitu mommy mu dan tidak ada wanita lain yang daddy cintai," ucap daddy Richard dengan nada tegas.
__ADS_1