Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Botol Parfum


__ADS_3

"Tuan Richard boleh memanggilku Ibu jika putriku dapat ditemukan," ucap Debora.


"Panggil Richard jangan pakai tuan, baiklah tante aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan Rebecca dan meminta maaf," ucap tuan Richard.


"Kalau begitu kamu pergilah dan temukan putriku," pinta Debora.


"Baik tante, ayo Rey kita berangkat," perintah tuan Richard.


"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.


"Kalian jaga nyonya besar Elena dan nyonya besar Debora," perintah asisten Rey.


"Baik tuan," jawab para bodyguardnya serempak.


Tuan Richard dan asisten Rey pergi begitu pula dengan Debora dan Elena hanya saja berbeda arah, tuan Richard dan asisten Rey menuju ke arah pesawat dengan di kawal beberapa bodyguard sedangkan Debora dan Elena menuju ke arah parkiran mobil.

__ADS_1


"Debora, kamu mau tinggal di mana?" tanya Elena.


"Aku akan tinggal d rumah milik orang tuaku," jawab Debora.


"Kenapa tidak tinggal di mansion bersama kami?" tanya Elena.


"Aku akan tinggal di mansion jika aku sudah bertemu dengan putriku," jawab Debora.


Elena hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan dalam hatinya sangat berharap agar dokter Rebecca dapat segera ditemukan karena dirinya merasa bersalah walau yang berbuat putranya. Singkat cerita tuan Richard dan asisten Rey bersama para bodyguard sudah sampai di negara Y karena hari sudah malam mereka menginap di hotel.


"Aku harap kamu mau memaafkan aku dan memberikan kesempatan ke dua, aku berjanji untuk tidak menyakiti perasaanmu lagi," sambung tuan Richard.


Tuan Richard mengambil ponselnya yang diletakkan di mejanya kemudian membuka galeri ponselnya untuk melihat foto dokter Rebecca yang diam - diam di ambilnya ketika dokter Rebecca sedang tidur.


Cup

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu," ucap tuan Richard kemudian mengecup ponselnya.


Tubuhnya yang sangat lelah membuat tuan Richard memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama tuan Richard tidur dengan pulas dan berharap besok bisa bertemu dengan dokter Rebecca.


Namun belum ada satu jam, tuan Richard tangannya meraba ke arah samping untuk memeluk tubuh istrinya namun tidak ada membuat tuan Richard terbangun dari tidurnya.


Tuan Richard yang sudah biasa tidur sambil memeluk istrinya membuat tuan Richard membuka matanya dan melihat ke arah samping sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Biasanya aku tidur sambil memeluk istriku namun kini istriku tidak ada, Rebecca maafkan aku kini aku menyadari aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap tuan Richard kembali membaringkan tubuhnya.


Tuan Richard berulang kali menguap tapi dirinya tidak bisa tidur padahal tubuhnya terasa lelah. Tuan Richard berulang kali mengubah posisi dari tidur terlentang, tidur menghadap ke kiri atau ke kanan dan kadang tengkurap namun matanya belum bisa di ajak kompromi untuk tidur.


"Oh ya aku kan selalu membawa minyak wangi milik Rebecca," ucap tuan Richard setelah hampir setengah jam dirinya tidak bisa tidur lagi.


Tuan Richard turun dari ranjang dan berjalan ke arah tas miliknya kemudian mengambil botol parfum milik istrinya, tuan Richard menyemprotkan botol parfum ke bantal yang tidak digunakan oleh tuan Richard.

__ADS_1


Setelah selesai tuan Richard meletakkan botol parfum di atas meja dekat ranjangnya kemudian berbaring kembali di ranjang sambil memeluk bantal tersebut dan tidak membutuhkan waktu lama tuan Richard dapat tidur dengan pulas nya.


__ADS_2