Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Ibu Ku


__ADS_3

"Apa maksudmu Rebecca?" tanya tuan Richard setelah mommy nya dan Richardo keluar dari ruang perawatan.


"Tuan Richard ingat dengan dua syarat yaitu syarat pertama aku tidak ingin tuan Richard menikah lagi dan syarat ke dua jika seandainya aku meninggal kuburkan aku bersebelahan dengan nenekku," ucap dokter Rebecca mengulangi perkataan yang tadi.


"Iya aku ingat." jawab tuan Richard.


"Aku akan pergi dan tolong jaga anak kita dan dua syarat yang aku minta tuan Richard tolong turuti," ucap dokter Rebecca sambil menarik selang infus namun tangannya di tahan oleh tuan Richard.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu mau pergi kemana?" tanya tuan Richard sambil masih menahan tangan dokter Rebecca.


"Ibuku di culik oleh adik tiri ku Valen di gedung bioskop tua karena itulah aku akan pergi ke sana," ucap dokter Rebecca sambil berusaha bangun dan menarik tangannya tapi tuan Richard menahannya agar tidak terlepas.


"Apa??? Biar anak buah ku yang membereskan wanita ular itu," ucap tuan Richard dengan rahangnya mulai mengeras karena menahan amarahnya.


"Jika tuan Richard menyuruh anak buah ataupun tuan Richard datang maka ibuku dalam bahaya jadi biarkan aku pergi sendiri," jawab dokter Rebecca.


Grep


"Tidak, aku tidak bisa kehilanganmu untuk yang ke dua kalinya sudah cukup selama enam tahun hidup dalam penyesalan karena telah menyia-nyiakan istri sebaik dirimu. Maafkan aku ... Maafkan aku suami yang tidak tahu diri ini yang sering mengeluarkan kata - kata yang bertentangan dengan kata hatiku, jujur waktu kita menikah aku ingin mengadakan pesta mewah tapi aku sangat takut," ucap tuan Richard mengeluarkan semua yang selama enam tahun dipendamnya sambil memeluk istrinya.


"Sangat takut kenapa?" tanya dokter Rebecca sambil mendorong perlahan tubuh tuan Richard kemudian menatap wajah tampan suaminya.


"Aku sangat takut kehilanganmu karena banyaknya musuh yang mengincar diriku maka mereka pasti akan mencari kelemahan ku yaitu kamu sebab itulah aku tidak merayakan pernikahan kita besar - besaran hanya secara sederhana. Mommy ku, ibu mu, kamu dan putra kita Richardo sekarang adalah kelemahan ku. Aku sanggup kehilangan harta berhargaku tapi aku tidak sanggup kehilangan kalian semuanya." jawab tuan Richard sambil menatap wajah cantik istrinya.


Dokter Rebecca tidak melihat kebohongan di mata suaminya membuat dokter Rebecca memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Aku minta ceritakan apa yang terjadi enam tahun yang lalu ketika aku pergi," pinta dokter Rebecca.

__ADS_1


Tuan Richard menceritakan dari awal kedatangan mantan calon istrinya hingga kebenaran yang selama ini yang baru diketahui kalau ibu kandungnya masih hidup begitu pula dengan ibu nya dokter Rebecca hingga ayah kandungnya dokter Rebecca mengalami struk dan di rawat oleh seorang wanita.


"Itulah yang terjadi sebenarnya," ucap tuan Richard mengakhiri ceritanya.


"Aku tahu, aku pria yang tidak tahu diri tapi aku mohon maafkan aku ijinkan kita bersama - sama menyelamatkan ibu mu yang juga ibu mertuaku untuk menebus rasa bersalahku," ucap tuan Richard.


"Jika membantuku maka ibuku dalam bahaya jadi biarkan aku yang pergi," ucap dokter Rebecca.


Ketika tuan Richard ingin berbicara ponsel milik dokter Rebecca berdering sekali dan tidak berapa lama ponsel milik tuan Richard berdering tanda ada orang yang ingin menghubungi dirinya.


Dokter Rebecca mengambil ponselnya ketika tuan Richard melepaskan tangannya kemudian melihat siapa yang mengirim pesan sedangkan tuan Richard menerima panggilan telepon setelah beberapa menit mengobrol tuan Richard memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.


"Siapa yang kirim pesan?" tanya tuan Richard ketika melihat wajah dokter Rebecca pucat pasi dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Tanpa menjawab dokter Rebecca memberikan ponselnya ke suaminya dan suaminya langsung menerima ponsel milik dokter Rebecca. Rahangnya mulai mengeras menahan amarahnya ketika melihat foto dimana ibu nya dokter Rebecca di ikat di sebuah tiang dengan wajah lebam.


Kemudian tuan Richard memberikan ponselnya ke dokter Rebecca lalu mengambil ponselnya yang di simpannya di saku jasnya dan mengetik sesuatu setelah selesai mengetik dan di kirim pesan tersebut tuan Richard menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


"Tapi perut mommy masih sakit," ucap tuan Richard.


"Aku tidak perduli karena keselamatan ibuku lebih utama terlebih aku belum pernah bertemu dengannya," ucap dokter Rebecca sambil turun dari ranjang.


Tanpa menjawab tuan Richard membantu dokter Rebecca turun dari ranjang dengan perlahan mengingat perut dokter Rebecca masih terluka.


"Aku akan ikut menemanimu," ucap tuan Richard.


"Lebih baik jaga putra kita Richardo karena jika tuan RIchard ikut maka akan membahayakan nyawa ibuku," ucap dokter Rebecca.

__ADS_1


"Aku akan menyamar menjadi sopir," ucap tuan Richard sambil melepaskan jasnya kemudian melanjutkan melepaskan dasinya.


"Tapi... " ucapan dokter Rebecca terpotong oleh tuan Richard.


"Tidak ada tapi - tapian," ucap tuan Richard dengan nada tegas sambil mengacak - acak rambutnya kemudian berlanjut melepaskan tiga kancing kemeja bagian atasnya.


Dokter Rebecca tanpa sadar menatapnya tanpa kedip karena suaminya semakin tampan hanya saja tubuhnya kurus tidak seperti dulu ketika dirinya terakhir meninggalkannya. Tidak berapa lama pintu ruang perawatan di ketuk sebanyak tiga kali dan tuan Richard menyuruhnya untuk masuk.


Ceklek


Salah satu bodyguard tuan Richard datang sambil membawa tiga paper bag dan diberikan ke tuan Richard setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sebelum pergi ganti pakaian dulu karena tidak mungkin istriku pergi memakai seragam pasien," ucap tuan Richard sambil memberikan satu paper bag ke dokter Rebecca.


Tanpa banyak bicara dokter Rebecca menerima paper bag tersebut kemudian berjalan ke arah kamar mandi setelah lima belas menit dokter Rebecca sudah selesai memakai dressĀ  selutut warna putih di mana di depannya dari atas hingga ke bawah menggunakan kancing.


Tuan Richard sengaja menyuruh salah satu bodyguard wanita untuk membeli pakaian tersebut agar dokter Rebecca mudah memakainya mengingat dokter Rebecca menggerakkan tubuhnya masih terasa nyeri.


Dokter Rebecca menatap suaminya tanpa berkedip di kala suaminya memakai kaca mata hitam, rambutnya di bikin seperti gaya anak muda, memakai kaos putih dan jaket di tambah memakai sepatu sket hingga terkesan macho.


"Aku tahu aku sangat tampan," ucap tuan Richard narsis.


"Baru tahu kalau suamiku ternyata nar... Ops.." ucap dokter Rebecca keceplosan sambil menutup mulutnya.


"Pffftttt"


"Kenapa tertawa?" tanya dokter Rebecca dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Aku sangat senang istriku akhirnya mengakui aku sebagai suaminya," jawab tuan Richard sambil tersenyum bahagia.


"Aku ingin pergi kalau mau ikut cepat," ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan sambil membalikkan badannya karena dirinya sangat malu terlebih wajahnya memerah.


__ADS_2