Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Sekretaris


__ADS_3

"Ceritakan apa dad?" tanya Richardo pura - pura tidak tahu.


"Daddy tahu kamu pasti sedih karena mommy hamil sedangkan kamu sudah  berumur dua puluh tahun," ucap daddy Richard yang bisa menebak isi hati putranya.


Richardo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah daddy Richard yang sangat mirip dengan wajahnya seperti foto copy nya.


"Sedih sih tidak dad tapi terasa aneh saja di usiaku dua puluh tahun mommy hamil dan ketika Richardo berumur dua puluh satu tahun Richardo menggendong bayi dan orang akan mengira itu bayiku padahal adikku," jawab Richardo.


"Apakah kamu tidak menginginkan mommy hamil?" tanya daddy Richard dengan wajah sedih.


"Maksud daddy, daddy menyuruh mommy untuk menggugurkan kandungan?" tanya Richardo.


"Richardo tidak setuju dad, pasti mommy marah sama daddy," sambung Richardo.


Ctak


"Aduh daddy, sakit," ucap Richardo sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh daddy Richard.


"Daddy tidak mungkin melakukan itu karena bagaimanapun janin itu tidak berdosa terlebih janin itu darah daging daddy sama sepertimu. Daddy bersedia kehilangan semuanya asalkan tidak kehilangan mommy, kamu dan anak daddy yang berada di dalam kandungan karena kalian harta berharga milik daddy," ucap daddy Richard dengan nada tegas.


"Terima kasih dad, Richardo sangat senang mendengarnya," ucap Richardo terharu.

__ADS_1


"Kalau begitu kita kembali ke ruang perawatan," ucap daddy Richard.


"Tapi Richardo ingin pesan kopi dulu dad," ucap Richardo sambil melambaikan tangan kanannya.


"Pesan tiga kopi hitam," ucap daddy Richard.


"Kok tiga dad?" tanya Richardo.


"Buat daddy, paman Rey dan kamu," jawab daddy Richard.


"Baik dad," jawab Richardo patuh.


"Daddy, lihat gadis yang memakai dress putih di ujung dekat pintu keluar," ucap Richardo.


Daddy Richard mengalihkan pandangannya ke arah gadis tersebut yang sedang mengobrol bersama seorang gadis sambil sekali - kali tertawa bersama.


"Iya daddy melihatnya, memangnya kenapa? Apakah kamu menyukainya?" tanya daddy Richard.


"Tidak dad," jawab Richardo.


"Lalu untuk apa kamu menanyakan gadis itu ke daddy? Kamu menyuruh daddy selingkuh? Aduh Richardo, daddy itu setia sama mommy jadi tidak mungkin daddy selingkuh, memang  kamu mau daddy selingkuh?" tanya daddy Richard beruntun dengan nada mengomel.

__ADS_1


"Aduh daddy, kenapa sekarang jadi seperti mommy?" tanya Richardo.


"Maksudnya? daddy cerewet?" tanya daddy Richard sambil matanya mendelik ke arah Richardo.


"Lebih tepatnya seperti itu, jika daddy marah sama seperti mommy tidak pernah berhenti untuk mengomel," ucap Richardo.


"Richardo, nanti kamu daddy hukum," ucap daddy Richard sambil menatap kesal ke arah putra sulungnya.


"Iya ... Iya maaf, maksud Richardo gadis itu nanti akan berkerja di perusahaan daddy sebagai sekretaris. Menurut daddy, gadis itu bagaimana?" tanya Richardo yang ingin mengetahui penilaian daddy Richard.


"Dari yang daddy lihat untuk sementara ini gadis itu sangat baik dan ramah terhadap orang yang lebih rendah darinya," ucap daddy Richard.


Daddy Richard melihat gadis itu memanggil seorang pelayan dengan cara melambaikan tangan kanannya kemudian memesan makanan sambil sesekali tersenyum.


"Aku harap begitu dad," jawab Richardo.


"Siapa gadis itu?" tanya daddy Richard.


"Gadis itu akan berkerja sebagai sekretaris kita dad," jawab Richardo.


"Menurut daddy, apakah dia pantas berkerja sebagai sekretaris Richardo?" tanya Richardo yang ingin meminta pendapat daddy Richard.

__ADS_1


__ADS_2