Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Bandara


__ADS_3

"Rey, antar kan aku ke bandara," perintah tuan Richard ketika melihat asisten Rey baru datang.


"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.


"Aku ikut," ucap Debora.


Debora sebenarnya kecewa dengan tuan Richard tapi melihat penyesalan di matanya membuat Debora berusaha untuk memaafkannya karena yang patut disalahkan adalah suaminya yang tega menjual putri kandungnya.


Debora mengambil sisi positif yaitu tuan Richard menjadikan dokter Rebecca sebagai istrinya bukan sebagai wanita simpanan atau penghangat ranjangnya.


Hanya saja Debora belum sepenuhnya memaafkannya dan menganggapnya menantu karena itulah membiarkan tuan Richard memanggilnya dengan sebutan Tante.


"Mommy juga ikut," ucap Elena bersamaan.


"Mommy dan tante pakai mobil satunya dengan di antar bodyguard," ucap tuan Richard.


" Memangnya kenapa?" tanya Elena penasaran begitu pula dengan Debora..

__ADS_1


"Mobil yang digunakan Rey hanya cukup empat orang sedangkan Richard membawa bodyguard," jawab tuan Richard.


"Baiklah," jawab Elena.


Mereka pun pergi meninggalkan ayah kandungnya dokter Rebecca sekaligus suaminya Debora bersama kekasihnya, Debora tidak memperdulikan suaminya mau hidup atau tidak karena dirinya sudah sangat - sangat kecewa ketika mengetahui suaminya menjual putri kandungnya dan kesalahan itu sangat fatal dan sulit untuk dimaafkan.


Asisten Rey duduk di samping pengemudi sedangkan tuan Richard duduk di belakang pengemudi sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dengan pikiran melayang jauh sejuta penyesalan hinggap di hatinya.


"Maaf tuan, ini barang - barang milik nyonya Rebecca," ucap asisten Rey ketika mereka berada di dalam mobil.


Asisten Rey memberikan amplop ke tuan Richard dan tuan Richard menerima pemberian asisten Rey kemudian melihat isinya.


Tuan Richard sangat berharap jika seandainya dokter Rebecca menunggu tanda tangan dokumen yang berisi aset berharga sebagai kompensasi tuan Richard bisa memintanya untuk tidak bercerai karena tuan Richard sangat mencintai dokter Rebecca.


"Nyonya bilang, sudah cukup tuan memberikan uang ke ayah nya nyonya," jawab asisten Rey.


"Oh ya tuan saya kirimkan rekaman terakhir nyonya Rebecca ketika keluar dari ruangan tuan dan masuk ke dalam lift," ucap asisten Rey sambil mengrimkan rekaman video cctv lewat ponselnya.

__ADS_1


Tidak berapa ponsel tuan Richard berdering sekali kemudian tuan Richard mengambil ponselnya di saku jasnya dan dirinya melihat istrinya tidak berhenti menangis sambil tersenyum dan menatap ke arah pintu ruangannya.


" Aku sangat terluka ketika ayah kandungku lebih mempercayai ibu tiri dan adik tiri ku bahkan sering menyiksaku hingga aku di jual tapi kenapa ini dua kalinya membuatku sangat terluka?" tanya dokter Rebecca hingga tidak berapa air matanya keluar tapi dengan cepat dihapusnya dengan kasar.


Dokter Rebecca menekan tombol lift sambil menunggu pintu lift terbuka dokter Rebecca membalikkan badannya menatap ruangan milik suaminya sambil tersenyum hambar.


" Aku sangat mencintaimu dan kini aku melepas mu semoga tuan Richard selalu bahagia, jaga dirimu baik - baik," ucap dokter Rebecca.


" Sesuai apa yang aku katakan aku akan pergi jauh setelah suamiku menemukan pengganti ku," sambung dokter Rebecca sambil membalikkan badannya karena pintu lift terbuka.


Dokter Rebecca masuk ke dalam ruangan persegi empat kemudian membalikkan badannya dan memandangi ruangan suaminya untuk yang terakhir kalinya.


" Aku tidak akan pernah menyesal menikah denganmu dan terima kasih atas hari - hari bahagia yang tuan Richard berikan pada seorang budak seperti diriku." ucap dokter Rebecca bersamaan pintu lift tertutup.


Tuan Richard dadanya terasa sesak mendengar ucapan dokter Rebecca yang menyayat kan hatinya. Dirinya sangat menyesal dan seandainya saja waktu bisa di putar kembali dirinya ingin merubahnya.


"Rebecca!!! Maafkan aku!!!" teriak tuan Richard dan tidak berapa lama air matanya keluar penyesalan yang teramat dalam sambil memeluk ponselnya.

__ADS_1


Asisten Rey dan sopir sekaligus yang merangkap bodyguard hanya bisa diam dan mengerti akan kesedihan tuan Richard.


"Apakah tuan masih ingat ketika pagi - pagiĀ  nyonya mengatakan sesuatu ke tuan?" tanya asisten Rey ketika tuan Richard memejamkan matanya sambil mengingat apa yang terjadi empat jam yang lalu.


__ADS_2