
"Aku tidak perduli pakaianku dipakai olehmu tapi apakah dengan memakai pakaianku kamu seperti wanita yang ingin menggoda pria lain," ucap asisten Rey.
"Oh ya aku sudah mengambil mahkota berharga mu, apakah kamu mau meminta ganti rugi? Berapa uang yang kamu minta?" tanya asisten Rey tanpa menyadari kalau perkataannya menyakiti Diah.
"Aku tidak meminta ganti rugi karena ini semua salahku yang menggoda kak Rey," jawab Diah sambil menahan air matanya tidak keluar.
"Biasanya wanita akan sejumlah uang atau perhiasan atau barang berharga," ucap asisten Rey.
"Aku bukan wanita seperti itu," jawab Diah sambil berjalan dengan perlahan ke arah pintu kemudian menggenggam gagang pintu.
"Anggap saja ini suatu kecelakaan dan mulai hari ini dan seterusnya kita tidak akan bertemu lagi karena aku akan pergi dari negara ini. Aku hanya bisa mendoakan semoga kak Rey berbahagia dengan wanita yang kak Rey cintai," sambung Diah sambil membuka pintu kamar dan masih menahan agar air matanya tidak terjatuh.
Grep
Brak
"Apakah kamu tidak malu memakai pakaian seperti itu?" tanya asisten Rey sambil menahan tangan Diah dan menutup pintu dengan kasar.
"Aku sudah kotor dan hidupku sudah hancur jadi aku tidak perduli apa yang terjadi dengan diriku nantinya," ucap Diah.
Bruk
__ADS_1
Diah berusaha menarik tangannya namun asisten Rey malah menarik tangan Diah hingga Diah menabrak dada bidang asisten Rey kemudian asisten Rey memeluknya.
"Maaf kalau perkataan ku menyakitimu," ucap asisten Rey yang merasa bersalah ketika Diah mengatakan hal tersebut.
Diah hanya diam tanpa membalas pelukan asisten Rey hingga air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar juga dan tidak berapa lama tiba - tiba kepala Diah terasa sakit dan dadanya terasa sesak.
Bruk
Tidak membutuhkan waktu lama Diah tidak sadarkan diri sedangkan asisten Rey yang merasakan tubuh Diah terasa berat membuat asisten Rey mendorong perlahan tubuh Diah dan matanya membulat sempurna melihat Diah tidak sadarkan diri.
Asisten Rey langsung menggendongnya dan berjalan ke arah ranjang dan membaringkan perlahan tubuh Diah ke ranjang.
"Diah... Diah ..." panggil asisten Rey sambil menepuk perlahan pipi Diah.
Hening
Hening
"Apa yang terjadi dengan dirimu?" tanya asisten Rey sambil membelai pipi Diah.
Hingga dua belas menit kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dan asisten Rey memerintahkan untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Ceklek
Seorang dokter cantik membuka pintu dan berjalan ke arah asisten Rey dan menatapnya dengan bingung,
"Yang sakit siapa?" tanya dokter cantik tersebut.
"Calon istriku dan cepat cek kondisi istriku," pinta asisten Rey.
"Hah!!! pria sedingin kak Rey sudah punya calon istri? Sejak kapan?" tanya dokter cantik tersebut tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh asisten Rey.
"Sepertinya besok aku akan bertemu dengan tuan Richard untuk mengatakan kalau kamu akan dipindah tugaskan ke Afrika," ucap asisten Rey sambil tersenyum menyeringai.
"Aish tidak kak Richard dan tidak kak Rey sama saja, nyebelin," ucap dokter cantik tersebut dengan wajah di tekuk.
"Baru tahu ya, cepat periksa," pinta asisten Rey dengan nada cuek.
"Iya ... Iya bawel," jawab dokter cantik tersebut dengan wajah di tekuk.
Dokter cantik itu pun mulai memeriksa kondisi Diah hingga setengah jam dirinya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap asisten Rey dengan tatapan penuh kecewa.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul: