
Perlahan dokter Rebecca membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan hingga dirinya merasakan tangannya terasa berat membuat dokter Rebecca menatap ke arah tuan Richard yang masih tertidur dengan pulas dan tiba - tiba dirinya ingin buang air kecil.
"Tuan Richard," panggil dokter Rebecca sambil berusaha menarik tangannya yang terasa kram.
Perlahan tuan Richard meregangkan tubuhnya sambil membuka matanya tampak jelas wajah lelah tuan Richard.
"Ada apa" tanya tuan Richard dengan nada lembut.
"Aku ingin ke kamar mandi," ucap dokter Rebecca sambil berusaha bangun.
"Aku akan menggendong mu," jawab tuan Richard sambil berdiri untuk mengambil botol infus.
"Tuan Richard tidak perlu repot - repot, lebih baik tuan Richard urus saja istrimu," ucap dokter Rebecca dengan nada ketus.
"Jangan panggil aku dengan sebutan tuan Richard, panggil daddy sama seperti putra kita dan mengenai istri, kamu adalah istriku karena itu aku akan mengurus mu," jawab tuan Richard sambil menggendong dokter Rebecca ala bridal style.
"Bukankah kita sudah bercerai? Bukankah tuan Richard sudah menikah dengan cinta pertama tuan Richard?" tanya dokter Rebecca dengan nada cemburu.
"Siapa bilang kita sudah bercerai? Sejak kamu pergi aku selalu mencari mu dan menutup pintu rapat untuk wanita lain termasuk wanita ular itu, lebih baik kamu buang air kecil nanti aku akan ceritakan semuanya termasuk ibu kandungmu yang masih hidup," jawab tuan Richard sambil berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"Ibu kandungku masih hidup?" tanya dokter Rebecca dengan wajah terkejut.
"Iya, nanti aku ceritakan," ucap tuan Richard sambil mendudukkan dokter Rebecca di closed.
"Pergilah," usir dokter Rebecca.
"Memangnya kenapa?" tanya tuan Richard dengan wajah polos tanpa dosa.
"Malu, jadi pergilah," usir dokter Rebecca.
"Kenapa malu? Bukankah enam tahun yang lalu aku sering melihat tubuh polos mu begitu pula dengan diriku kamu bisa melihat tubuh polos ku," jawab tuan Richard dengan vulgar.
"Panggil daddy, aku baru keluar jika tidak aku akan tetap di sini," ucap tuan Richard dengan nada santai.
Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menatap kesal tuan Richard.
"Silahkan saja di sini tapi jangan harap kita bertemu lagi," ancam dokter Rebecca sambil tersenyum menyeringai.
Tanpa menjawab tuan Richard keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut sedangkan dokter Rebecca hanya tersenyum kemenangan karena dirinya bukanlah dokter Rebecca yang selalu patuh mengikuti permintaan suaminya.
__ADS_1
Setelah buang air kecil dokter Rebecca berjalan perlahan menuju ke arah pintu kamar mandi kemudian membuka pintu kamar mandi tersebut.
Ceklek
Grep
"Astoge," ucap dokter Rebecca.
Dokter Rebecca hampir saja terjungkal jika saja suaminya tidak menahan tubuhnya, bagaimana tidak suaminya sedang berdiri menatapnya dengan wajah yang sulit terbaca.
"Lepas," ucap dokter Rebecca dengan nada dingin.
Tuan Richard melepaskan tangannya kemudian dokter Rebecca berjalan ke arah ranjang dengan perlahan karena perutnya masih terasa sakit sedangkan tuan Richard berjalan mengikutinya tanpa bicara sedikitpun.
Hingga di depan ranjang dokter Rebecca mengalami kesulitan karena perutnya masih perih untuk naik ke atas ranjang sedangkan tuan Richard hanya diam menunggu dokter Rebecca meminta pertolongannya.
('Jadi suami tidak peka sudah tahu istrinya masih terluka bukannya dibantuin naik,' ucap dokter Rebecca dalam hati).
(' Sebenarnya aku ingin membantu menggendong istriku dan membaringkannya di ranjang tapi aku takut jika aku melakukannya istriku tidak mau menemui ku lagi karena sudah cukup enam tahun menunggu bertemu dengan istriku,' ucap tuan Richard dalam hati).
__ADS_1
('Dulu istriku sangat menuruti apa yang aku minta tapi sekarang gantian aku yang harus menuruti semua permintaan istriku asalkan istriku tidak pergi meninggalkan aku,' sambung tuan Richard dalam hati).