
Hening
Hening
"Richardo," panggil mommy Rebecca ulang namun dengan nada agak keras.
"Ada apa Mom?" tanya Richardo terkejut.
"Mommy tadi panggil kenapa tidak di jawab? Kamu ngelamun?" tanya mommy Rebecca.
"Maaf mom," jawab Richardo.
"Ada apa mom?" tanya ulang Richardo.
"Richardo kenal Sandra di mana?" tanya mommy Rebecca pura - pura tidak tahu.
"Sandra yang akan berkerja menjadi sekretaris ku mom," jawab Richardo.
"Oh, mommy kira kalian pacaran," ucap mommy Rebecca sambil tersenyum.
"Tidak mom," jawab Richardo dan Sandra serempak.
"Padahal mommy sangat berharap kalian berjodoh," ucap mommy Rebecca dengan wajah pura - pura sedih.
"Maaf Mommy, Sandra dan kak Richardo baru kenal dan belum mengenal sifat masing-masing," ucap Sandra.
__ADS_1
"Kalau sudah jodoh tidak akan kemana mom," sambung Richardo yang tidak tega melihat wajah mommy Rebecca.
"Richardo," panggil mommy Rebecca tanpa menjawab ucapan Richardo dan Sandra.
"Iya mom," jawab Richardo.
"Selama ini mommy tidak pernah meminta sesuatu darimu tapi sekarang bolehkah mommy meminta satu hal?" pinta mommy Rebecca penuh harap.
Richardo menghembuskan nafasnya dengan perlahan dirinya tahu apa yang akan di minta oleh mommy Rebecca.
"Mommy ingin kamu dan Sandra menikah, maukah? tanya mommy Rebecca.
"Apa??" teriak mereka serempak.
"Hiks .... Hiks ... Hiks ..."
ceklek
"Hiks .... Hiks ... Hiks ..."
"Richardo, Sandra kalian apakan mommy? Baru daddy tinggal sebentar mommy sudah menangis," omel Daddy Richard sambil berjalan ke arah istrinya.
Daddy Richard pergi ke kantin untuk membeli kopi hitam setelah selesai Daddy Richard kembali lagi ke ruang perawatan namun ketika membuka pintu ruang perawatan dirinya sangat terkejut karena melihat istri yang sangat dicintainya menangis membuat daddy Richard marah dengan putra sulungnya dan juga Sandra.
"Kami tidak apa - apa in kok dad," jawab Richardo dan Sandra serempak.
__ADS_1
"Kalau tidak apa - apa in kenapa mommy kalian menangis?" ucap Daddy Richardo dengan nada setengah mengomel sambil menghapus ke dua air matanya istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
"Daddy ... Hiks ... hiks... hiks..." ucap mommy Rebecca yang masih terisak.
"Ada apa mommy?" tanya daddy Richard dengan nada lembut sambil masih menghapus air mata mommy Rebecca.
"Richardo .... Hiks .... Hiks .... Hiks ... Sandra ... Hiks .... Hiks. .. Hiks ..." ucap mommy Rebecca masih terisak.
Daddy Richard memejamkan matanya sesaat sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya sambil menatap Richardo dan Sandra yang masih saling memandang seakan meminta persetujuan.
"Richardo dan Sandra, sekarang ini mommy lagi hamil dan orang hamil itu terkadang sensitif dan meminta sesuatu yang terkadang sulit dilakukan jadi Daddy mohon, apapun yang mommy minta turuti," mohon Daddy Richardo sambil ke dua tangannya disatukan untuk pertama kalinya.
Richardo dan Sandra sama - sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berfikir.
("***Kalau tahu gini aku tadi tidak perlu mengajak Sandra," ucap Richardo.
("Kalau tahu begini pas kak Richardo mengajak aku menemui mommynya kak Richardo aku bakalan tidak mau," ucap Sandra dalam hati***).
"Bagaimana Richardo dan Sandra? Kalian mau kan menuruti permintaan mommy?" tanya daddy Richard.
"Mau dad," jawab Richardo dan Sandra serempak.
"Terima kasih Richardo dan Sandra," jawab mommy Rebecca sambil tersenyum bahagia.
"Lho tadi mommy menangis 😠kejer tapi kenapa sekarang mendadak berubah jadi tersenyum bahagia?" tanya Richardo dengan wajah bingung.
__ADS_1