Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Asisten Rey dan Diah


__ADS_3

Malam menjelang pagi, dokter Rebecca dan Richardo masih bermain  bola di taman belakang karena rencananya mereka pergi nanti siang sedangkan Diah bersiap - siap untuk berangkat ke mall untuk membeli sesuatu.


"Baru jam 8 pagi sudah berangkat?" tanya dokter Rebecca.


"Lebih enak berangkat pagi karena selain udara segar, aku juga aku ingin jalan - jalan menikmati suasana di kota kelahiran ku sampai sepuasnya karena besok kita berangkat ke negara Y," jawab Diah sambil tersenyum manis.


"Ok, hati - hati di jalan," ucap dokter Rebecca.


"Terima kasih kak, kakak juga hati - hati di jalan," jawab Diah.


"Ok," jawab dokter Rebecca.


"Mommy, kenapa kak Diah memanggil mommy dengan sebutan kakak sedangkan Richardo memanggil mommy dengan sebutan mommy bukan kakak sama seperti kak Diah?" tanya Ricardo dengan wajah bingung.


"Karena kak Diah masih muda karena itu kak Diah ingin di panggilnya kakak bukan tante dan mengenai kenapa kak Diah tidak memanggil mommy karena mommy bukan mommy nya kak Diah makanya manggilnya tante, paham tidak sayang?" jawab Diah kemudian pergi meninggalkan dokter Rebecca dan Richardo.

__ADS_1


"Paham kak," jawab Ricardo tapi wajahnya masih bingung.


"Richardo kita sarapan dulu yuk," ajak dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan karena Richardo masih berfikir untuk mencerna ucapan Diah.


"Baik mom," jawab Richardo patuh.


Dokter Rebecca menggendong Richardo ke arah ruang makan sedangkan Diah naik ojek online menuju ke arah mall dan di tempat yang berbeda asisten Rey juga sudah bersiap hendak pergi ke mall dengan menggunakan mobil pribadi. Singkat cerita kini Diah sudah sampai di mall dan mulai mengelilingi mall tersebut untuk melihat - lihat dan membelinya jika dirinya tertarik dengan barang tersebut.


("Akh.. Capek aku ingin makan dulu tapi makan di mana ya?" tanya Diah dalam hati sambil melihat beberapa restoran yang berada di restoran tersebut).


("Apa restoran itu saja, tempatnya nyaman dan tidak begitu ramai," ucap Diah dalam hati).


"Hai cupu, aku pikir bertahun - tahun tidak bertemu denganmu kamu bakalan berubah menjadi cantik tapi malah bertambah cupu," hina wanita itu.


"Sampai kapanpun tetap saja cupu, untung aku menikah denganmu wanita paling cantik dan seksi," ucap pria tersebut sambil menatap Diah dengan sinis.

__ADS_1


"Untung saja aku tidak menikah denganmu pria paling brengs*k, kalian berdua memang sangat cocok yang satu pria brengs*k dan yang satunya wanita penggoda," ucap Diah sambil tersenyum sinis.


"Brengs*k," ucap dua orang tersebut dengan serempak sambil berdiri dan bersiap menampar Diah.


Diah yang tahu akan di tampar bersiap ke dua tangannya menangkap tangan ke dua orang tersebut namun tiba - tiba terdengar suara teriakan seorang pria membuat dua orang tersebut tidak jadi menampar Diah.


"Berhenti!!!" teriak pria tampan tersebut dengan wajah menahan amarahnya.


Serempak mereka bertiga memalingkan wajahnya ke pria tampan tersebut dan sepasang suami istri tersebut langsung mendadak wajahnya berubah yang tadi  penuh amarah terhadap Diah kini berubah menjadi senyum membuat pria tersebut merasa muak dengan sifat sepasang suami istri tersebut.


"Tuan Rey, maafkan kejadian yang tidak menyenangkan ini," ucap wanita tersebut sambil tersenyum.


"Ini semua gara - gara si cupu yang mencari masalah," sambung pria tersebut sambil tersenyum.


Pria tersebut adalah asisten Rey, asisten Rey sudah sampai di mall dan berjalan ke arah restoran hingga dirinya melihat dua kliennya hendak menampar seorang gadis membuat asisten Rey berteriak.

__ADS_1


Walau dirinya membenci wanita tapi asisten Rey tidak menyukai orang yang bertindak semena - mena karena masa lalunya yang membuat asisten Rey sangat membenci orang yang melakukan tindakan tersebut.


"Yang mulai duluan siapa?" tanya Diah sambil menatap ke arah dua orang tersebut dengan penuh kebencian.


__ADS_2