Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Richardo dan Sandra


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan mereka Richardo mendengar semua percakapan Sandra dan Renita membuat Richardo menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Dasar perempuan tidak tahu malu, aku harus hati - hati dengan wanita itu," ucap Richardo.


Richardo berjalan ke arah bangku taman dan melihat Sandra sedang duduk sambil menatap ke arah taman di mana bunga bermekaran sangat indah.


"Boleh aku duduk di sini?" tanya Richardo.


"Boleh, silahkan," jawab Sandra tanpa melihat siapa yang datang.


"Sendirian?" tanya Richardo setelah dirinya duduk di samping Sandra.


"Awalnya sama sahabatku tapi kami ribut besar dan akhirnya persahabatan kami menjadi putus," jawab Sandra yang belum menyadari siapa yang duduk di sebelahnya.


"Apakah kamu sedih?" tanya Richardo.


"Jujur aku juga sudah lama bersabar untuk memahami sifat egoisnya tapi saat ini kesabaran ku sudah habis." ucap Sandra sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sahabat yang baik adalah memahami satu sama lain tapi jika egois lebih baik tidak usah punya sahabat," ucap Richardo.


"Betul sekali," jawab Sandra sambil memalingkan wajah ke arah samping.


Deg


Deg


Ke dua jantung mereka berdetak kencang membuat mereka serempak memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda.


"Maaf tuan Richardo saya tidak tahu," ucap Sandra sambil berdiri.


Grep

__ADS_1


"Kenapa pergi?" tanya Richardo yang merasa nyaman dekat dengan Sandra tanpa memperdulikan ucapan Sandra.


"Aku ingin pulang," jawab Sandra sambil masih berdiri.


"Apakah ada yang menunggumu di rumah?" tanya Richardo dengan suara berbeda.


"Yang pasti ada yang menungguku di rumah dengan setia," jawab Sandra.


Deg


Entah kenapa Richardo sangat terkejut dan ingin marah ketika mendengar ucapan Sandra namun dirinya bingung kenapa mesti marah sedangkan mereka tidak ada hubungan apa-apa membuat Richardo melepaskan tangannya yang tadi menahan tangan Sandra agar tidak pergi.


"Kalau begitu pulanglah nanti dia marah kalau kamu lama," ucap Richardo dengan suara dingin dan wajah datar.


"Dia tidak mungkin marah jadi aku santai saja," jawab Sandra.


"Kekasihmu hebat ya ?" tanya Richardo.


"Kekasihku hebat?? Aku belum mempunyai kekasih," jawab Sandra dengan nada bingung.


"Cucian," jawab Sandra polos.


"Pffftttt ... Hahahaha," tawa pecah Richardo untuk pertama kalinya.


"Memangnya ada yang lucu? tanya Sandra dengan wajah di tekuk.


"Ada," jawab Richardo singkat.


"Siapa?" tanya Sandra penasaran.


"Kamu," jawab Richardo dengan nada santai.

__ADS_1


''Aku?" tanya Sandra sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu itu sangat lucu dan menggemaskan," jawab Richardo.


"Kelinci kali sangat lucu dan menggemaskan," ucap Sandra sambil memajukan bibirnya bawahnya.


Richardo mengacak rambut Sandra sambil tertawa, entah kenapa dirinya sangat nyaman dekat dengan seorang gadis.


"Aish, rambutku berantakan tahu," ucap Sandra sambil merapikan rambutnya.


Richardo yang sangat senang melihat Sandra sibuk merapikan rambutnya malah sengaja mengacak rambut Sandra membuat Sandra kesal dan mencubit pinggang Richardo.


"Tidak terasa sakit," ucap Richardo.


Sandra mencoba mencubit bagian yang lain tapi tetap tidak sakit membuat Sandra kesal dan langsung turun dari kursi.


Grep


Bruk


Grep


"Mau kemana?" tanya Richardo sambil menarik tangan Sandra hingga jatuh di pangkuan Richardo kemudian memeluknya."


"Lepas," ucap Sandra dengan kesal sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Richardo.


Tanpa disadari Sandra kalau gerakannya membuat tombak sakti milik Richardo mulai menegang membuat Richardo mempererat pelukannya.


"Jangan banyak bergerak, apa kamu tidak merasa ada yang mengganjal?" bisik Richardo.


"Dasar cabul, cepat lepaskan," ucap Sandra namun tidak berani menggerakkan tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Richardo melepaskan pelukannya membuat Sandra turun dari pangkuannya dan berjalan meninggalkan Richardo.


"Tunggu," panggil Richardo.


__ADS_2