Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tolong aku


__ADS_3

Saat Diah pergi maka asisten Rey juga pergi hanya tujuan mereka berbeda, Diah menuju ke arah toilet sedangkan asisten Rey menuju ke parkiran mobil namun baru saja sampai di parkiran ponselnya berdering membuat asisten Rey menghentikan langkahnya dan mengeluarkan ponselnya dan melihat anak buahnya menghubungi dirinya.


Asisten Rey menggeser kan tombol berwarna hijau kemudian mereka bercakap - cakap lewat ponsel hingga akhirnya percakapan mereka berakhir.


Asisten Rey menyimpan kembali ponselnya dan berjalan dengan santai menuju ke arah mobilnya namun baru dua langkah mata elangnya melihat seorang pria menggendong seorang wanita yang tidak sadarkan diri dan wanita itu memakai pakaian yang sangat mirip dengan pakaian yang baru dibelinya dan dipakai oleh Diah.


Asisten Rey dengan perlahan mengikuti pria tersebut dan matanya membulat sempurna melihat Diah yang memejamkan matanya membuat asisten Rey menahan amarahnya.


Asisten Rey mengikuti pria tersebut sambil menghubungi anak buahnya untuk mengikuti dirinya hingga pria tersebut masuk ke dalam mobil sambil masih menggendong Diah dengan diikuti oleh wanita itu.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di hotel dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke sebuah kamar yang sudah disiapkan oleh wanita tersebut kemudian wanita tersebut membuka pintu kamar hotel tersebut dan pria itupun masuk ke dalam kamar hotel tersebut dan membaringkan perlahan tubuh Diah sedangkan wanita itu menyalakan empat dupa yang mengandung perang sang.


"Sekarang kita pergi dari kamar ini sebelum dupa itu menjadi boomerang buat kita," perintah wanita jahat tersebut.


"Tapi nyonya wanita ini sangat cantik sayang kalau aku tidak bisa menikmatinya," ucap pria tersebut sambil menatap Diah dengan tatapan mesum.


"Aku akan memberikanmu 2 wanita yang lebih cantik dari wanita itu karena wanita itu sudah dibeli oleh seseorang dan orang itu sekarang berada di dalam kamar mandi," ucap wanita itu sambil berjalan ke arah pintu kamar hotel.


"Baik nyonya," jawab pria tersebut dengan patuh.


Mereka pun keluar dari kamar tersebut namun ketika mereka menunggu di depan pintu lift bersamaan pintu lift terbuka membuat wanita sangat terkejut karena melihat rekan bisnisnya berada di depannya.


"Tuan Rey," panggil wanita tersebut dengan wajah gugup.


"Tangkap mereka berdua," perintah asisten Rey sambil keluar dari ruangan persegi empat tersebut.


"Baik tuan," jawab ke tiga anak buahnya dengan serempak yang juga keluar dari ruangan persegi empat tersebut.


"Kenapa aku di tangkap?" tanya wanita dan pria tersebut dengan serempak ketika ke tiga anak buah asisten Rey menangkap mereka berdua.

__ADS_1


"Kalian bawa kemana Diah?" tanya asisten Rey tanpa memperdulikan ucapan mereka berdua.


"Aku tidak mengerti apa yang tuan Rey katakan," jawab wanita itu berbohong.


"Katakan atau aku tembak!!!" ancam asisten sambil mengeluarkan pistolnya.


"Aku tidak tahu," jawab wanita itu berbohong sambil mengulurkan waktu.


Asisten Rey yang sangat kesal menarik pelatuknya membuat wanita itu menelan salivanya dengan kasar dan tubuhnya gemetar karena dirinya masih ingin hidup terlebih hotel tersebut sepi sehingga tidak ada orang yang bisa dimintai tolong.


"Baik, dia ada di kamar 808," ucap wanita itu akhirnya.


"Bawa mereka ke markas," perintah assisten Rey.


"Baik tuan," jawab anak buahnya patuh.


"Kesalahanmu sangat fatal karena melukai kekasihku," jawab asisten Rey sambil berjalan ke arah kamar yang dikatakan oleh wanita tersebut.


"Dia itu wanita mu ra han dan banyak tidur bersama pria lain, dia tidak pantas menjadi kekasihmu justru akulah yang pantas menjadi kekasihmu," ucap wanita itu dengan penuh percaya diri.


"Aku tidak perduli dengan masa lalunya,"ucap asisten Rey sambil menghentikan langkahnya.


"Pengawal bawa dia pergi dari sini," perintah asisten Rey.


"Baik tuan," jawab ke tiga anak buahnya dengan serempak sambil menekan tombol lift kemudian masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.


Asisten Rey berjalan ke arah pintu nomer 808 dan membukanya secara kasar namun kamar tersebut kosong membuat asisten Rey menahan amarahnya terhadap wanita itu. Asisten Rey membuka satu persatu pintu tersebut yang lumayan banyak sedangkan di tempat yang sama namun berbeda ruangan seorang pria paruh baya dengan tubuh gempal nya keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk yang menutupi tombak saktinya dan melihat Diah masih setia memejamkan matanya membuat pria paruh paruh baya tersebut tersenyum devil.


Pria paruh paruh tersebut berjalan ke arah ranjang kemudian menarik paksa dress yang dikenakan oleh Diah hingga menyisakan dua bungkusan, bungkusan pertama untuk menutupi dua gunung kembar milik Diah dan yang satunya bungkusan segi tiga bermuda yang menutupi bagian privasinya.

__ADS_1


Pria paruh paruh tersebut menarik bungkusan yang menutupi dua gunung kembar milik Diah kemudian berlanjut menarik segi tiga bermuda membuat tombak saktinya mulai menegang dan dengan tidak sabar menarik lilitan handuknya dan membuangnya secara asal kemudian menaiki tubuh mulus Diah.


Pria paruh paruh tersebut mendekatkan wajahnya ke wajah Diah dan mencium bibirnya kemudian ********** membuat Diah tanpa sadar menggerakkan tubuhnya.


Pria paruh paruh tersebut tersenyum bahagia kemudian ciumannya pindah ke leher Diah dan memberikan tanda kepemilikan setelah puas mulut pria paruh baya tersebut memasukkan salah satu pucuk gunung kembar milik Diah sambil mengarahkan tombak saktinya ke dalam goa yang masih sempit yang belum pernah dimasuki oleh pria.


Brak


Tiba - tiba pintu kamarnya di dobrak paksa membuat pria paruh paruh tersebut menghentikan kegiatannya dan turun dari ranjang untuk mengusir pria yang berada di hadapannya.


Siapa lagi kalau bukan asisten Rey, asisten Rey akhirnya berhasil menemukan Diah wanita yang sangat dicintainya sekaligus kekasihnya yang akan dinikahi suatu saat nanti.


"Pergi!!!Mengganggu saja!!" usir pria paruh paruh tersebut.


Asisten Rey yang melihat apa yang dilakukan oleh pria paruh baya tersebut terhadap Diah membuat asisten Rey tidak bisa menahan amarahnya dan langsung memukul pria paruh paruh itu hingga di buat babak belur setelah selesai asisten Rey menghubungi anak buah lainnya untuk datang ke kamar 815.


Setelah selesai menghubungi asisten Rey menutupi tubuh polos Diah yang banyak tanda kepemilikan dengan menggunakan selimut membuat asisten Rey sangat marah terhadap pria paruh paruh tersebut.


Bugh


Bugh


"Sial*n kamu telah berani mengusik wanitaku," umpat asisten Rey kemudian menendang tubuh pria paruh paruh tersebut yang sudah tidak berdaya.


Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dan asisten Rey membuka pintu kamar tersebut dan menyuruh pria itu di bawa ke markas. Singkat cerita kini tinggal mereka berdua di kamar hotel tersebut dan tidak berapa lama perlahan Diah membuka matanya dan menatap wajah tampan asisten Rey.


Grep


"Tolong aku kepanasan," ucap Diah sambil tangan kirinya membuang selimutnya secara asal hingga menampilkan tubuh polosnya dan tangan kanannya memegang lengan asisten Rey.

__ADS_1


__ADS_2