
"Ok," jawab tuan Richard singkat.
Tuan Richard dan dokter Rebecca keluar dari kamar perawatan dan melihat mommy nya tuan Richard dan Richardo berjalan ke arah mereka.
"Mau kemana?" tanya mommy nya.
"Kami mau pergi sebentar mom," ucap tuan Richard yang tidak mengatakan kalau mereka berdua pergi untuk menyelamatkan ibu mertuanya.
"Tante, aku titip Richardo ya," pinta dokter Rebecca tidak enak hati.
"Kok tante? Panggil mommy seperti Richard memanggilku dengan sebutan mommy," ucap mommy nya.
"Baik mom," jawab dokter Rebecca.
"Kalian pergi hati - hati," ucap mommy nya.
"Terima kasih mom," jawab dokter Rebecca sambil mencium punggung tangannya mommy nya tuan Richard.
"Sama - sama, kalau begitu mommy dan Richardo pulang saja ke mansion,'' jawab mommy nya tuan Richard.
"Baik mom, nanti Richard dan Rebecca akan pulang ke mansion jika urusannya sudah selesai," jawab tuan Richard.
Mommy nya tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya kemudian tuan Richard dan dokter Rebecca berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit menuju ke parkiran mobil.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di gedung bioskop tua dan dokter Rebecca meminta suaminya untuk menunggu di dalam mobil dan jangan mengikuti dirinya.
"Kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya tuan Richard dengan nada setengah protes.
"Keselamatan ibuku lebih penting dari pada nyawaku karena itu tinggallah di dalam mobil," jawab dokter Rebecca.
"Siapa bilang nyawamu tidak penting jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana denganku?" tanya tuan Richard.
"Masih ada Richardo," jawab dokter Rebecca dengan santai sambil turun dari mobil.
"Aku ingin kita sama - sama membesarkan anak kita dengan limpahan kasih sayang orang tua yang utuh tidak seperti diriku, ibuku di culik ketika aku kecil dan belum pernah merasakan apa itu kasih sayang dari seorang ibu dan aku baru bisa merasakan kasih sayang seorang ibu setelah kita berpisah," ucap tuan Richard dengan wajah sedih sambil menatap wajah istrinya.
"Aku akan berusaha agar ibu dan aku selamat jika terdengar suara tembakan aku minta daddy datang untuk menyelamatkan kami," ucap dokter Rebecca yang ingin merubah panggilannya sambil menutup pintu mobilnya dan tidak jadi turun.
('Aku tidak tahu apakah aku selamat atau tidak tapi aku tidak ingin menyimpan dendam atau kebencian untuk suamiku dan aku akan melupakan apa yang telah terjadi enam tahun yang lalu," ucap dokter Rebecca dalam hati).
__ADS_1
"Ulangi yang tadi istriku katakan," pinta tuan Richard seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Yang mana?" tanya dokter Rebecca pura - pura tidak tahu.
"Sayangku memanggilku dengan sebutan daddy, ayo ulangi sekali lagi," pinta tuan Richard.
"Daddy," jawab dokter Rebecca sambil menundukkan wajahnya.
"Panggil aku seperti itu," pinta tuan Richard.
"Daddy, mommy keluar mobil ingin menyelamatkan ibuku," ucap dokter Rebecca.
"Sebelum turun dari mobil, bolehkah aku menciummu?" tanya tuan Richard penuh harap.
Dokter Rebecca menganggukkan kepalanya kemudian tuan Richard melepaskan seat belt nya lalu wajah tuan Richard didekatkan ke wajah dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca memejamkan matanya.
("Aku tidak tahu apakah kita bisa berciuman lagi atau ini ciuman terakhir kita tapi yang pasti aku ingin memberikan kenangan yang manis untuk suamiku. Honey aku sangat mencintaimu dan seandainya saja waktu berhenti alangkah senangnya hatiku," ucap dokter Rebecca dalam hati).
Cup
Tuan Richard mengulurkan tangan kirinya ke arah tengkuk dokter Rebecca kemudian mengecup bibir dokter Rebecca yang sudah menjadi candunya sekaligus sudah enam tahun dirinya baru bisa merasakan kembali.
"Rasanya masih sama," ucap tuan Richard sambil menjilat bibirnya.
"Maksudnya? Apakah selama enam tahun tidak ada wanita lain?" tanya dokter Rebecca.
"Maksudnya bibirmu masih sama yaitu manis dan mengenai selama enam tahun aku tegaskan dan jujur tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan dirimu," ucap tuan Richard.
Dokter Rebecca menatap ke arah tuan Richard dan tidak ada kebohongan dimatanya membuat dokter Rebecca tersenyum bahagia mendengarnya.
"Aku percaya selama enam tahun hatimu hanya diberikan untukku karena itulah aku tidak menanyakan apakah ada pria lain setelah enam tahun kita tidak bertemu," ucap tuan Richard,
"Terima kasih daddy percaya sama mommy dan sekarang mommy mau turun dari mobil," ucap dokter Rebecca sambil membuka pintu mobil.
"Hati - hati," ucap tuan Richard.
Dokter Rebecca hanya menganggukkan kepalanya kemudian turun dari mobil meninggalkan tuan Richard sendirian di dalam mobil. Dokter Rebecca berjalan ke arah gedung bioskop tua dengan perlahan hingga dirinya bertemu dua bodyguard yang menjaga gedung bioskop tua.
"Nyonya Rebecca?" tanya salah satu bodyguard tersebut.
__ADS_1
"Ya aku nyonya Rebecca, aku ingin bertemu dengan ibu ku dan adik tiri ku," jawab dokter Rebecca.
"Ikuti aku," ucap bodyguard tersebut.
"Baik," jawab dokter Rebecca singkat.
"Kamu jaga di sini," perintah temannya.
"Ok," jawab bodyguard tersebut dengan singkat.
Bodyguard itu pun membalikkan badannya dan masuk ke dalam gedung bioskop tua dengan diikuti oleh dokter Rebecca hingga mereka melihat ibunya dokter Rebecca di ikat di sebuah tiang dengan wajah lebam sedangkan Valen sedang duduk di kursi sambil menatap dokter Rebecca dengan tatapan kebencian.
"Bebaskan ibuku," pinta dokter Rebecca.
"Bebaskan ibumu? Jangan mimpi," jawab Valen dengan wajah sinis.
"Apa maksudmu?" tanya dokter Rebecca dengan wajah terkejut sambil berjalan ke arah ibu nya.
"Aku ingin kalian berdua ma ti di tanganku tapi sebelum kalian berdua ma ti aku ijinkan kalian untuk mengobrol terlebih dahulu," ucap Valen sambil mengarahkan pistolnya ke arah dokter Rebecca.
"Rebecca, pergi jangan pedulikan ibumu yang sudah tua ini," pinta ibunya dokter Rebecca.
Grep
"Maaf bu, Rebecca tidak bisa meninggalkan ibu sendirian," jawab dokter Rebecca sambil memeluk ibu nya.
"Rebecca apa yang kamu lakukan? Ibu tidak ingin kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng," ucap ibu nya dokter Rebecca.
"Maafkan Rebecca Bu, Rebecca tidak tahu kalau Ibu ternyata masih hidup," ucap dokter Rebecca merasa bersalah.
"Kamu tidak salah Rebecca karena yang patut disalahkan adalah ibunya Valen karena gara - gara dia kita berpisah sampai bertahun - tahun, seandainya Ibu bisa memutar waktu Ibu tidak akan menolong ibunya Valen biar saja hidupnya menderita," ucap Ibu nya dokter Rebecca sambil menahan amarahnya sekaligus menyesal karena menjadikan Ibu nya Valen sebagai sahabat yang menusuknya dari belakang.
"Jangan menjelek - jelek kan Ibuku!!!" teriak Valen tidak terima jika Ibunya dijelekkan oleh Ibunya dokter Rebecca sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Ibu nya dokter Rebecca yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Itu memang benar, Ibu mu dulu adalah sahabat baikku dan aku sering membantu Ibu mu tapi apa balasannya padaku? Ibu mu merebut suamiku dan juga memfitnahku jika aku selingkuh dengan pria lain dan mempunyai anak dari hasil perselingkuhan hingga membuat suamiku percaya padahal Rebecca adalah putri kandungnya," ucap Ibu nya dokter Rebecca.
"Diam!!!" teriak Valen
Dor
__ADS_1