
"Daddy memandangi wajah mommy sambil ... " ucap daddy Richard menggantungkan kalimatnya.
"Sambil apa dad?' tanya mommy Rebecca.
"Sudahlah lupakan," ucap daddy Richard.
"Tidak mau, ceritakan," pinta mommy Rebecca penasaran.
"Sambil adik kecil milik daddy diarahkan ke bibir mommy lalu ..." ucap daddy Richard menggantungkan kalimatnya kembali.
"Daddy, ambilkan mangga muda mommy ingin makan yang asem - asem," pinta mommy Rebecca mengalihkan pembicaraan karena dirinya tahu kalimat selanjutnya.
"Sekalian bikin rujak tidak?" tanya daddy Richard.
"Boleh dad," jawab mommy Rebecca.
"Ok," jawab daddy Richard singkat sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benangpun.
"Daddy," panggil mommy Rebecca sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ya," jawab daddy Richard sambil membalikkan badannya.
"Apakah daddy tidak malu berjalan tanpa menutupi bagian bawahnya?" tanya mommy Rebecca.
"Kenapa malu? Bukankah mommy sudah tahu bentuk tubuh polos ku begitu pula dengan daddy, daddy tahu semua bentuk tubuh polos istriku bahkan ada bintik hitam dekat privasi milik mommy," jawab daddy Richard sambil memperlihatkan tubuh polosnya tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Plup
Mommy Rebecca yang sangat malu melempar dress-nya yang tergeletak di lantai ke wajah suaminya membuat suaminya menangkapnya sambil tersenyum dan dirinya tidak marah sedikitpun malah berjalan ke arah mommy Rebecca sambil tersenyum mesum.
"Sepertinya yang tadi kita lakukan, mommy masih kurang ya? makanya ngajakin daddy main lagi,' ucap daddy Richard sambil menarik selimutnya hingga terlihat tubuh polos istrinya kemudian menaiki tubuhnya.
"Daddy, mommy sangat lelah dan ingin makan mangga yang baru di petik," ucap mommy Rebecca.
"Satu ronde setelah itu daddy akan memetik mangga yang berada di taman belakang," ucap daddy Richard kemudian mencium leher istrinya yang sudah penuh tanda kepemilikan akibat ulah dirinya.
"Perasaan mommy dulu tidak menanam pohon mangga tapi ketika mommy kembali sudah ada?" tanya mommy Rebecca sambil mengusap punggung suaminya dengan ke dua tangannya.
"Waktu daddy ngidam ingin makan mangga muda, daddy meminta Rey untuk membeli pohon mangga yang sudah berbuah dan di tanam di taman belakang jadi jika daddy ingin makan mangga muda tinggal meminta pelayan atau bodyguard untuk naik pohon mangga," ucap daddy Richard sambil melanjutkan kembali memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung himalaya.
__ADS_1
"Tapi kan pohon mangga nya besar? Bagaimana membawanya?" tanya mommy Rebecca sambil mengangkat kepala suaminya agar menatap dirinya.
"Dengan uang kita bisa melakukan apapun," jawab daddy Richard.
"Sudah jangan bertanya lagi," ucap daddy Richard ketika istrinya ingin bicara lagi.
Mommy Rebecca hanya memanyunkan bibir bawahnya membuat daddy Richard mencium bibir istrinya dan tidak berapa lama mommy Rebecca menepuk dada suaminya agar melepaskan ciumannya sedangkan daddy Richard yang mengerti langsung melepaskan ciumannya. Mommy Rebecca pun langsung mengambil nafas sebanyak - banyaknya membuat daddy Richard tersenyum.
"Daddy" panggil mommy Rebecca sambil membelai wajah tampan suaminya.
"Ya," jawab daddy Richard sambil memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam milik istrinya kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang.
"I Love You," bisik mommy Rebecca.
"I Love You Too," jawab daddy Richard sambil tersenyum.
Hampir satu jam melakukan olah raga di ranjang akhirnya tombak sakti milik daddy Richard mengeluarkan laharnya bersamaan ke duanya mengeluarkan suara merdu tanda mereka berdua mendapatkan pelepasan. Setelah agak lama daddy Richard menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya.
Cup
"Terima kasih sayang," ucap daddy Richard kemudian mengecup kening istrinya sambil memeluk istrinya dari arah samping.
"Daddy, mommy ingin makan mangga," pinta mommy Rebecca dengan nada manja.
"Baik mommy, daddy mandi dulu setelah itu daddy akan pergi ke taman belakang untuk memetik pohon mangga," jawab daddy Richard sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
Daddy Richard turun dari ranjang kemudian berjalan dengan santai tanpa malu sedikitpun terhadap istrinya membuat mommy Rebecca menepuk keningnya sambil menahan tawa karena suaminya banyak berubah semenjak mereka dipertemukan kembali.
Sepuluh menit kemudian daddy Richard keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Mommy Rebecca menatap tubuh suaminya tanpa berkedip sambil duduk di kepala ranjang dan entah kenapa walau bertahun - tahun sering melihatnya tapi mommy Rebecca tidak pernah merasa bosan untuk melihatnya.
"Aku tahu aku sangat tampan," ucap daddy Richard narsis sambil membuka pintu lemari dan mengambil satu stell pakaian santai.
"Suamiku banyak berubah," ucap mommy Rebecca tanpa menjawab ucapan narsis suaminya.
Daddy Richard memakai kaos lengan pendek menatap istrinya kemudian berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping istrinya.
"Maksud mommy, daddy banyak berubah apa? Apa daddy banyak melakukan kesalahan?" tanya daddy Richard sambil berpikir apakah dirinya berbuat salah atau mengatakan sesuatu yang menyakiti hati istrinya.
__ADS_1
"Maksud mommy, sekarang daddy banyak berubah lebih terbuka dan mommy sering melihat daddy lebih banyak tersenyum," jawab mommy Rebecca.
"Apakah mommy tidak suka? Kalau tidak suka daddy akan merubahnya," ucap daddy Richard.
"Justru mommy sangat suka dan berharap daddy selamanya seperti itu karena mommy melihatnya sangat bahagia," jawab mommy Rebecca.
Grep
"Maafkan daddy yang dulu tidak peka dan sering menyakiti perasaan mommy karena itulah daddy ingin menebus rasa bersalah dengan melakukan apapun asalkan mommy bahagia," ucap daddy Richard sambil menggenggam ke dua tangan istrinya.
"Mommy sangat senang ketika daddy banyak berubah dan mommy harap perubahan ini tidak hilang hingga kita menua nantinya," ucap mommy Rebecca sambil membalas genggaman suaminya.
"Amin," jawab daddy Richard sambil tersenyum bahagia.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pegangannya kemudian daddy Richard turun dari ranjang dan melanjutkan kembali memakai celana pendek senada yaitu putih - putih membuat daddy Richard semakin bertambah tampan.
"Daddy semakin bertambah tampan pasti banyak wanita yang mengejar - ngejar daddy," ucap mommy Rebecca tidak percaya diri.
"Walau ada ribuan wanita yang mengejar daddy hanya satu yang daddy cintai yaitu istriku nyonya Richard baik sekarang, besok, lusa dan selama - lamanya sampai ajal menjemput kita," ucap daddy Richard sambil duduk di sisi ranjang dan menggenggam kembali tangan istrinya.
"Hanya mommy yang setia sama daddy di saat daddy terpuruk dan banyak wanita yang menghina daddy karena wajah daddy yang seperti monster walau kejadian itu sudah lama sekali tapi daddy tidak pernah lupa akan kebaikan, kesabaran dan apapun yang daddy inginkan mommy tidak pernah menolaknya. Sungguh pria bodoh jika melepaskan wanita sebaik mommy," ucap daddy Richard dengan wajah serius.
"Mommy sangat beruntung ketika daddy membeli mommy, mommy tidak tahu kalau seandainya mommy di jual oleh pria hidung belang," ucap mommy Rebecca sambil membalas genggaman suaminya.
"Daddy juga sangat beruntung bisa membeli mommy karena tidak ada wanita sebaik mommy," jawab daddy Richard.
Mommy Rebecca tersenyum dan di balas senyuman oleh daddy Richard setelah berapa lama daddy Richard dan mommy Rebecca melepaskan pegangan ke dua tangannya kemudian daddy Richard turun dari ranjang sambil mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
Daddy Richard berjalan meninggalkan mommy Rebecca di kamarnya karena dirinya ingin memetik pohon mangga pesanan istri yang sangat dicintainya.
"Tubuhku sangat lengket, aku mau mandi dulu," ucap mommy Rebecca sambil turun dari ranjang dengan perlahan.
Mommy Rebecca berjalan ke arah kamar mandi namun entah kenapa kepalanya tiba - tiba terasa pusing namun berusaha dilawannya.
Mommy Rebecca mandi dengan menggunakan bathub sambil memijat keningnya yang pusing sambil mengganti air yang berbusa dengan air yang bening.
"Kenapa kepalaku mendadak pusing?" tanya mommy Rebecca sambil masih memijat keningnya.
Setelah beberapa saat mommy Rebecca bangun dari bathub namun rasa pusing tidak kunjung hilang membuat mommy Rebecca ambruk dan tidak sadarkan diri di dalam bathub yang penuh dengan air.
__ADS_1
("Aku ingin bangun tapi tubuhku seperti tidak bertulang," ucap mommy Rebecca dalam hati sambil perlahan menutup ke dua matanya).