Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tuan Richard Kecewa


__ADS_3

"Maaf mommy," ucap Richardo dengan wajah sendu.


Hap


"Maaf kenapa sayang?" tanya dokter Rebecca sambil menggendong Richardo seperti bayi koala.


"Membuat mommy sedih," jawab Richardo sambil mengusap wajah dokter Rebecca dengan ke dua tangan mungilnya.


"Mommy tidak sedih kok, oh ya mommy buatkan makanan kesukaan Richardo kita makan yuk," ajak dokter Rebecca.


"Ayo mom," jawab Richardo.


"Cuci tangan dulu, mommy mau bicara dengan kak Diah dulu nanti mommy menyusul," ucap dokter Rebecca sambil menurunkan Richardo dari gendongannya.


"Baik mommy," jawab Richardo patuh sambil berjalan ke arah dapur untuk mencuci tangan meninggalkan mereka berdua.


"Apakah sudah mengambil ijasah kuliah di kampus yang waktu itu tidak sempat di ambil?" tanya dokter Rebecca.


"Sudah kak, untungnya mereka masih menyimpannya dan maaf kak waktu mau pulang ada pembukaan sekolah baru dan Richardo memintaku untuk melihatnya," jawab Diah.


Sekolah yang didirikan oleh tuan Richard termasuk lengkap dari play group hingga universitas karena itulah ketika Diah berjalan ke arah jalan raya melewati sekolah anak - anak membuat Richardo ingin melihatnya.


"Tidak apa - apa, oh ya apakah benar kamu bertemu dengan orang yang mirip dengan putraku?" tanya dokter Rebecca.


"Sangat mirip kak dan pria itu bersama seseorang," ucap Diah sambil memperhatikan wajah dokter Rebecca.


"Pasti sama istrinya," tebak dokter Rebecca sambil tersenyum hambar dan dadanya terasa sesak.

__ADS_1


"Apa kakak cemburu?" goda Diah.


"Kenapa cemburu? Sudahlah aku mau menemani makan bersama Richardo," jawab dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan sambil membalikkan badannya.


"Pria itu bersama asistennya dan asistennya seorang pria, pria itu juga menanyakan nama ibunya Richardo," ucap Diah.


Deg


Jantung dokter Rebecca berdetak kencang ketika mendengar kalimat terakhir Diah membuat dokter Rebecca membalikkan badannya dan menatap Diah.


"Kamu tidak menyebutkan nama asliku kan?" tanya dokter Rebecca.


"Tentu saja tidak, aku mengatakan kalau nama kakak dokter Elisabeth," jawab Diah.


"Baguslah dan ingat dengan nama itu," pinta dokter Rebecca.


"Karena kakak sangat membenci nama Rebecca, di mana orang - orang yang aku sayangi melukaiku sangat dalam. Ayah kandungku sangat jahat padaku dan tega menjual ku di tambah suamiku membenciku padahal aku selalu melakukan apa pun agar suamiku bahagia," jawab dokter Rebecca dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Grep


"Maafkan aku kak yang telah membuka luka lama," ucap Diah sambil memeluk dokter Rebecca.


"Hiks... Hiks ... Hiks ... Aku ingin pergi dari negara ini karena negara ini membuatku ingat akan masa laluku yang kelam," ucap dokter Rebecca sambil terisak dan membalas pelukan Diah.


"Bagaimana kalau lusa kita pulang ke negara Y?" tanya Diah sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Rebecca.


"Kenapa lusa?" tanya dokter Rebecca.

__ADS_1


"Karena besok aku mau pergi ke mall ingin membeli sesuatu, apakah kakak ingin ikut?" tanya Diah.


"Tidak, kakak besok ada rencana mau jalan - jalan bersama Richardo di taman melihat air mancur," jawab dokter Rebecca.


"Baiklah kak kalau begitu besok aku jalan - jalan sendirian," ucap Diah.


"Semoga kamu ketemu dengan jodohmu," ucap dokter Rebecca penuh harap.


"Sepertinya lebih enak sendiri kak, aku masih trauma," ucap Diah.


"Kakak mengerti dan kakak tidak bisa memaksa karena kakak juga sama sepertimu trauma dengan pria," jawab dokter Rebecca.


"Benar kak, oh ya kak kita makan yuk aku sudah lapar," ajak Diah.


"Ok," jawab dokter Rebecca.


Dokter Rebecca dan Diah berjalan ke arah meja makan dan melihat Richardo sedang duduk di kursi makan menunggu kedatangan mereka.


Mereka pun makan dalam diam sedangkan di tempat yang berbeda asisten Rey tidak menemukan keberadaan Diah dan Richardo membuat asisten Rey kembali menemui tuan Richard yang kebetulan sudah selesai berpidato.


"Apakah sudah berhasil mengambil rambut Richardo?" tanya tuan Richard penuh harap.


"Maaf tuan, aku sudah berkeliling mencarinya tapi tidak menemukan Richardo," jawab asisten Rey.


Tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan terlihat jelas wajah kecewa tuan Richard membuat asisten Rey merasa bersalah karena tidak memerintahkan anak buahnya untuk mencarinya.


"Maaf tuan, besok saya ada meeting di mall dengan PT Adela Perkasa," lapor asisten Rey mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Kamu pergilah Rey, besok aku mau menemani mommy pergi ke di taman melihat air mancur katanya ingin mengingat masa lalu dengan daddy," ucap tuan Richard.


__ADS_2