
"Maaf tuan muda, siapa yang sakit?" tanya gadis cantik tersebut.
"Mommy ku," jawab Richardo singkat.
"Sakit apa? Bolehkah aku menengoknya?" tanya gadis cantik tersebut.
"Silahkan," jawab Richardo yang tidak menyebutkan sakit apa.
"Baik tuan," jawab gadis cantik tersebut.
Ke dua pria tampan tersebut melanjutkan langkahnya membuat gadis cantik tersebut mengikuti langkahnya namun tangannya di tahan oleh sahabatnya.
"Kok kamu tega sih tidak kenalin aku?" ucap sahabatnya dengan wajah kesal.
"Maaf," jawab gadis tersebut.
"Padahal kan aku dari tadi menarik tanganmu tapi kamu cuek dan menepis tanganku," ucap sahabat nya.
"Mereka bos ku jadi aku tidak berani mengenalkan dirimu," jawab gadis tersebut.
"Memang kenapa? Kalau bos kan siapa tahu dia jadi jodohku," ucap sahabatnya penuh harap.
"Sekali lagi maaf dan maaf aku ingin mengikuti bos ku dulu tidak enak," ucap gadis cantik tersebut sambil melepaskan tangan sahabatnya.
"Aku ikut," ucap sahabatnya sambil berdiri.
__ADS_1
Ke dua gadis cantik tersebut berjalan menyusul Daddy Richard dan Richardo menuju ke ruang perawatan di mana mommy Rebecca berbaring dengan di temani asisten Rey.
ceklek
"Kok tumben lama ke kantin?" tanya mommy Rebecca.
"Tadi Richardo bertemu dengan sekretaris baru Richardo makanya lama," ucap daddy Richard.
"Oh ya Rey, ini kopi hitam untukmu," ucap daddy Richard sambil memberikan kopi tersebut ke asisten Rey.
"Terima kasih tuan dan maaf saya ingin kembali berkerja," ucap asisten Rey sambil menerima kopi hitam tersebut.
"Besok saja Rey, sekarang istirahat di rumah," ucap daddy Richard.
"Terima kasih tuan, kalau begitu saya pamit pulang," ucap asisten Rey.
"Sama-sama Nyonya," jawab asisten Rey.
Asisten Rey berjalan ke arah pintu bersaman pintu ruang perawatan VVIP di buka dan tampak dua gadis yang tadi mengobrol masuk ke dalam.
Salah satu gadis tersebut tersenyum sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda menghormatinya sedangkan yang satunya menatap ke tiga pria tampan tanpa berkedip.
("Aduh mimpi apa semalam ketemu tiga pria tampan, yang satu masih muda dan yang dua lagi sudah berumur tapi sepertinya hot, jadi bingung mau pilih yang mana," ucap gadis tersebut dalam hati ).
" Selamat siang, maaf saya Sandra Clarisa sekretaris baru tuan Richardo dan ini teman saya yang bernama ...." ucapan Sandra terpotong oleh sahabatnya.
__ADS_1
"Saya Renita Suharyo, saya masih single dan masih orisinil selain itu saya juga sudah mmpphhttt ..."ucapan Renita terputus karena Sandra menutup mulut sahabatnya sambil tersenyum pepsodent.
"Maafkan sahabatku," ucap Sandra tidak enak hati.
Renita yang kesal mulutnya di tutup menepis tangan Sandra sambil menatap tajam.
"Kamu kenapa sih, aku kan lagi memperkenalkan diri," ucap Renita dengan nada kesal.
"Maaf tuan saya pergi dulu," ucap asisten Rey.
"Bawa keluar gadis itu," perintah daddy Richard yang tidak menyukai Renita.
"Maaf tuan yang mana?" tanya asisten Rey.
("Rasakan kamu Sandra di usir dengan tidak hormat," ucap Renita dalam hati sambil tersenyum devil)
Daddy Richard hanya menunjuk dengan menggunakan dagunya ke arah Renita dan dengan patuh asisten Rey menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Renita membuat Renita memberontak dan protes.
"Lepas, kenapa tanganku di tarik?" tanya Renita dengan nada kesal.
"Istriku ingin istirahat jadi keluar," ucap daddy Richard yang tidak suka dengan gadis itu.
"Kalau aku keluar kenapa sahabatku juga tidak keluar?" tanya Renita.
"Aku mohon pergilah aku malu sama bos ku," bisik Sandra dengan nada memohon agar sahabatnya mengerti.
__ADS_1
"Sandra anak buah ku jadi kamu pergilah!!" usir Richardo sambil menatap tajam seakan ingin membunuhnya.