
"Dasar pria tidak normal," maki office girl sambil menatap punggung Rey dengan penuh kebencian.
Brak
Asisten Rey membanting pintu ruangan tersebut dengan keras sambil menahan amarahnya karena dikatakan pria tidak normal. Dirinya membenci wanita karena masa lalunya karena ibunya selingkuh dengan pria kaya dan dirinya pernah mempunyai kekasih dan memberikan apapun yang dimintanya tapi dengan kejinya wanita menghina di depan orang banyak kemudian meninggalkannya dengan alasan dirinya miskin.
Sejak saat itu asisten Rey sangat membenci dan tidak ada rasa empati terhadap wanita hanya dokter Rebecca dirinya menghormati seperti menghormati tuan Richard karena dokter Rebecca berbeda dengan wanita lainnya.
Singkat cerita kini asisten Rey sudah berada di ruangan tuan Richard dan terlihat jelas wajah kesal tuan Richard membuat asisten Rey menundukkan wajahnya karena dirinya tidak memperhatikan kalau office girl mencuri botol parfum milik dokter Rebecca dan ini merupakan pelajaran buat dirinya untuk lebih berhati - hati.
"Apakah kamu sudah menghukumnya?" tanya tuan Richard dengan nada dingin.
"Sudah tuan," jawab asisten Rey.
"Bagus, berikan hukuman yang berat untuk pencuri itu," ucap tuan Richard.
"Baik tuan," jawab asisten Rey.
__ADS_1
("Baru kali ini tuan sangat marah ketika botol minyak wangi untuk nyonya di curi biasanya tuan tidak pernah mau perduli apakah barangnya hilang atau tidak," ucap asisten Rey dalam hati).
"Aku sudah memesan semua botol minyak wangi untuk istriku dan aku memerintahkan ke kamu Rey bilang ke orang mansion jangan pernah mengusik barang - barang milik istriku kalau tidak ingin mendapatkan hukuman yang sangat berat." ucap tuan Richard dengan nada tegas.
"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
Tuan Richard berjalan ke arah pintu kamarnya dan dengan sigap asisten Rey membuka pintu tersebut mereka berjalan ke arah lift tanpa memperdulikan tatapan lapar para gadis dan wanita. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di tempat tujuan di mana anak buah asisten Rey menunggunya di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai.
"Bagaimana penyelidikannya? Apakah berhasil?" tanya asisten Rey.
"Sudah tuan tapi..." ucap pria tersebut menggantungkan kalimatnya dengan wajah berbeda.
"Nyonya David di tabrak truk dengan tubuh hancur," jawab pria tersebut.
Brak
"Apa??? Kamu jangan bercanda istriku masih hidup," ucap tuan Richard sambil menggebrak meja.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak bercanda, kalau tuan tidak percaya saya ada buktinya," ucap pria tersebut sambil memberikan amplop coklat ke arah tuan Richard.
Tuan Richard membuka amplop tersebut dan melihat tiga lembar foto, foto pertama di mana ada identitas yang berupa foto KTP bernama Amanda dan foto ke dua foto ATM milik Amanda, yang ke tiga foto gambar tas milik Amanda yang bentuknya sudah rata namun masih terlihat jelas membuat tubuh tuan Richard seakan tidak bertulang untunglah asisten Rey langsung berdiri dan menahan tubuh tuan Richard agar tidak ambruk
"Maaf tuan ada satu lagi fotonya," ucap pria tersebut karena melihat hanya ada tiga foto.
"Untuk apa melihatnya lebih kita pulang saja Rey," ucap tuan Richard.
"Tuan tidak melihat makam nyonya Rebecca?" tanya asisten Rey.
"Saat ini aku belum sanggup ke makamnya lebih baik kita pulang saja Rey," ucap tuan Richard sambil berjalan meninggalkan asisten Rey dan anak buahnya.
"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
"Maaf tuan fotonya bagaimana?" tanya pria tersebut.
"Biar aku bawa saja fotonya," ucap asisten Rey sambil memasukkan tiga foto tersebut ke dalam amplop coklat.
__ADS_1
Tuan Richard dan asisten Rey tidak menyadari bahwa fotonya satunya adalah foto pakaian yang berlumuran darah milik seorang wanita di mana wanita itu adalah orang yang menjambret tas milik dokter Rebecca di mana pakaiannya lusuh. Tuan Richard dan asisten Rey pergi menuju ke arah hotel.
"Maaf tuan, apa rencana tuan sekarang?" tanya asisten Rey setelah mereka sudah sampai di hotel.