Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tuan Richard Bertemu Dengan Dokter Rebecca


__ADS_3

"Baik tuan," jawab mereka serempak


Tuan Richard dan ke lima bodyguard berjalan ke arah sumber suara sedangkan mommy nya tuan Richard bersama salah satu bodyguard milik tuan Richard.


Di tempat yang sama dokter Rebecca berlari mengejar putranya yang di culik oleh dua penculik hingga salah satu penculik yang tidak menggendong Richardo mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pistolnya ke arah dokter Rebecca.


Dor


"Akhhhhh!!!" teriak dokter Rebecca.


Bruk.


Dokter Rebecca tertembak mengenai perutnya membuat dokter Rebecca ambruk namun berusaha untuk bangun untuk mengejar ke dua pria tersebut tanpa memperdulikan rasa sakit pada perutnya hingga penculik tersebut sangat kesal dan kembali mengarahkan tembakkan ke kening dokter Rebecca.


Dor


"Akhhhhh!!!" teriak pria tersebut tiba - tiba


Bruk


Bruk


Di saat kritis tuan Richard datang dan langsung menembak kening pria tersebut membuat pria itu berteriak kesakitan dan langsung ma ti seketika sedangkan para pengunjung langsung melarikan diri takut terkena sasaran bersamaan dokter Rebecca ikut ambruk.


Di tengah kesadarannya dokter Rebecca melihat kedatangan tuan Richard bersama ke lima bodyguard membuat dokter Rebecca membulatkan matanya namun dirinya baru sadar kalau putra mereka dalam bahaya.


"Honey, mereka menculik putra kita," ucap dokter Rebecca.


Dokter Rebecca terpaksa mengatakan ke tuan Richard kalau Richardo adalah putra mereka karena dirinya tidak mungkin bisa menyelamatkannya karena dirinya terkena luka tembak.


"Rebecca?" tanya tuan Richard yang sangat familiar dengan suara yang bertahun - tahun dirindukannya membuat dirinya sangat terkejut.


Tuan Richard menundukkan wajahnya dan menatap dokter Rebecca dengan seksama karena warna rambut, memakai kaca mata dan ada tompel lan warna hitam membuat wajah dokter Rebecca agak berbeda namun tuan Richard langsung berlutut.


"Iya aku Rebecca," ucap dokter Rebecca sambil menunjuk ke arah pria tersebut yang sedang melarikan diri.


"Kenapa wajahmu ber..." ucapan tuan Richard terpotong oleh dokter Rebecca.


"Putra kita Richardo di cu..." ucapan dokter Rebecca terpotong bersamaan dokter Rebecca memejamkan matanya menahan rasa sakit terlebih darah segar tidak berhenti keluar membuat dokter Rebecca kehilangan setengah kesadarannya.


"Rebecca??" panggil tuan Richard.


"Tangkap pria satunya dan selamatkan putraku," perintah tuan Richard sambil menggendong dokter Rebecca ala bridal style.


"Baik tuan," jawab ke lima bodyguardnya dengan serempak.


Ke lima pria tersebut mengejar satu pria tersebut sedangkan tuan Richard berjalan menuju ke parkiran mobil sambil menggendong dokter Rebecca untuk di bawa ke rumah sakit.


"Sayang, bertahanlah." mohon tuan Richard sambil menggenggam tangan kiri dokter Rebecca karena tangan kanannya digunakan untuk memegang stir kemudi.


"Honey, Richardo adalah putra kita karena itu aku mohon tolong jaga baik - baik putra kita dan jangan sakiti hatinya karena aku sebagai mommy nya tidak rela jika Richardo disakiti," mohon dokter Rebecca sambil memejamkan matanya bersamaan dirinya kehilangan kesadaran.

__ADS_1


"Tanpa kamu minta aku akan menjaganya dan terima kasih kamu telah merawat putra kita, aku sangat senang kamu memanggilku dengan sebutan honey," jawab tuan Richard kemudian mengecup punggung tangan istrinya karena dirinya tidak menandatangani surat perceraian.


Hening


Hening


"Rebecca," panggil tuan Richard.


Hening


Hening


"Rebecca," panggil tuan Richard ulang


Hening


Hening


"Rebecca!!!" teriak tuan Richard panik.


Hening


Hening


"Si*l, " umpat tuan Richard sambil melepaskan pegangan tangannya kemudian menambah kecepatan mobilnya.


Hingga lima belas menit kemudian tuan Richard sudah sampai di rumah sakit, singkat cerita kini tuan Richard sedang menunggu di ruang operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di perut dokter Rebecca.


("Kamu di mana Rich?" tanya mommy nya).


("Di rumah sakit mom," jawab tuan Richard).


("Kamu terluka?" tanya mommy nya dengan nada panik).


("Tidak mom," jawab tuan Richard).


("Lalu kamu ngapain di rumah sakit?" tanya mommy nya dengan nada bingung).


("Akhirnya aku bisa bertemu dengan istriku Rebecca yang selama bertahun - tahun aku cari mom," jawab tuan Richard).


("Lalu kenapa berada di rumah sakit?" tanya mommy nya dengan nada bingung).


("Rebecca terkena luka tembak karena ingin menyelamatkan putra kami yang di culik oleh dua penculik yang satu sudah ma ti dan tinggal satu lagi," ucap tuan Richard menjelaskan).


("Apa?? Cucu oma bagaimana? Sekarang kamu ada di rumah sakit mana?" tanya mommy nya dengan nada beruntun sekaligus panik).


("Sedang di kejar oleh ke lima anak buah ku mom sedangkan Richard berada di rumah sakit Cendrawasih Internasional, Richard berada di ruang operasi menunggu Rebecca yang sedang di operasi," jawab tuan Richard).


("Baik mommy akan datang ke rumah sakit bersama bodyguard," ucap mommy nya).


("Baik mom, hati - hati," jawab tuan Richard).

__ADS_1


("Iya," jawab mommy nya dengan singkat).


Tut                    Tut                        Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian mommy nya mengatakan ke bodyguard untuk pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil yang digunakan oleh bodyguard tersebut karena kebetulan tuan Richard membawa dua mobil dan dua motor sport.


Di tempat yang berbeda ke lima bodyguard mengejar pria tersebut dengan cara berpencar.


Penculik tersebut yang membawa Richardo merasa dirinya terancam membuat penculik tersebut mengarahkan pistolnya ke kening Richardo membuat dua bodyguard yang berhadapan dengannya menghentikan langkahnya sedangkan yang ke tiganya berjalan dengan perlahan di arah yang berbeda.


"Jangan mendekat kalau tidak anak ini akan aku tembak," ancam penculik tersebut.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya salah satu bodyguard sambil mengalihkan perhatian.


"Kamu mau uang? Tuan ku akan memberikan berapa pun yang kamu minta," sambung bodyguard yang ke dua.


"Aku tidak membutuhkan itu semua karena aku hanya ingin kalian pergi dan jangan ikut campur urusanku," ucap penculik tersebut.


"Apakah kamu mau uang satu milyar? Aku bisa pastikan tuan ku pasti akan memberikannya," ucap bodyguard yang ke dua.


dor


"Akhhhhhhhhhhh!!!" teriak penculik tersebut.


Bodyguard yang ke tiga yang berada di samping memberikan kode ke arah bodyguard ke empat dan bodyguard yang ke lima yang berada di sebrang dan di belakang penculik melalui tatapan matanya dan ke dua bodyguard tersebut langsung mengerti.


Bodyguard yang ke tiga menembak lengan penculik, bodyguard yang ke empat merebut Richardo dari tangan penculik sedangkan bodyguard yang ke lima menarik ke dua tangan penculik ke arah belakang.


"Bawa pria itu ke markas," ucap bodyguard yang ke dua.


"Ok," jawab bodyguard yang ke lima dengan patuh.


Bodyguard ke dua menghubungi tuan Richard kalau mereka berlima sudah berhasil menyelamatkan Richardo membuat tuan Richard sangat bahagia mendengarnya dan di suruh untuk datang ke rumah sakit Cendrawasih Internasional.


Selain itu mereka berlima akan diberikan uang masing - masing satu milyar karena baginya uang itu tidak seberapa dibandingkan nyawa putranya membuat bodyguard tersebut sangat bahagia karena mendapatkan rejeki nomplok dan tidak berapa lama sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak.


"Sepertinya kamu senang?" tanya bodyguard yang ke tiga dengan wajah terkejut sekaligus penasaran karena pasalnya temannya jarang tersenyum kecuali dapat duit.


"Tentu saja aku dapat uang satu milyar dari tuan Richard," jawab bodyguard yang ke dua sambil masih tersenyum bahagia.


"Terus kami berempat tidak dapat?" tanya ke tiga bodyguard serempak karena bodyguard yang ke lima sudah pergi membawa penculik ke markas dengan wajah kecewa.


"Tentu saja dapat, kita berlima masing - masing dapat satu milyar karena kita menyelamatkan tuan muda kecil," jawab bodyguard yang ke dua.


"Kamu jangan bohongi kami ya," ucap bodyguard yang ke tiga.


"Iya benar," jawab bodyguard yang ke satu dan ke empat.


"Tidak aku serius, sekarang kita pergi ke rumah sakit Cendrawasih Internasional," ucap bodyguard yang ke dua.


"Ok," jawab mereka serempak dengan wajah gembira karena dapat rejeki nomplok.

__ADS_1


__ADS_2