Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Calon Sekretaris


__ADS_3

"Syukurlah dad kalau hanya mommy seorang yang daddy cintai karena Richardo sangat kecewa dengan daddy kalau daddy sampai mencintai wanita lain selain mommy," ucap Richardo.


"Richardo masih ingat waktu Richardo masih kecil setiap mommy pulang kerja mommy selalu menangis dan menyebut nama daddy, setiap Richardo bertanya kenapa mommy menangis? Mommy akan selalu menjawab kalau mata mommy terkena debu," sambung Richardo.


"Karena itulah daddy tidak ingin membuat mommy mu menangis dan jika seandainya menangis mommy hanya menangis karena bahagia," ucap daddy Richard dengan nada tulus.


"Maafkan daddy karena tidak bisa menemanimu di saat kita berpisah," ucap daddy Richard.


"Tidak apa - apa dad, yang terpenting bagi Richardo jangan membuat mommy menangis lagi karena jika Richardo melihat mommy menangis Richardo akan membawa mommy kabur untuk mencari daddy baru buat mommy dan Richardo," ancam Richardo.


Cetak


"Aish daddy sakit," ucap Richardo dengan nada kesal.


"Biarin, daddy kan sudah bilang tidak akan membuat mommy menangis dan jika seandainya menangis mommy hanya menangis karena bahagia," ucap daddy Richard mengulangi perkataannya.


"Memang kamu tidak menyayangi daddy sampai mencari daddy baru?" tanya daddy Richard sambil menatap tajam putra semata wayangnya.


Richardo yang ingin menjawab ucapan daddy Richard tiba - tiba ponsel milik daddy Richard berbunyi membuat daddy Richard mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat mommy Rebecca menghubungi dirinya.


"Siapa dad?" tanya Richardo.


"Mommy, kok tumben telepon ya?" tanya daddy Richard.


"Angkat saja dad, siapa tahu penting," pinta Richardo.


Daddy Richardo menggeser tombol yang berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.


"Ada apa mom?" tanya daddy Richard.


"Daddy, mommy ingin ...." ucap mommy Rebecca mengantungkan kalimatnya.


"Ingin apa mom?" tanya daddy Richard sambil mengerutkan keningnya.


"Hari ini bisa pulang tidak?" tanya mommy Rebecca.


"Memang ada apa mom? dan mommy ingin apa?"tanya daddy Richard penasaran.


"Mommy ingin makan..." ucap mommy Rebecca menggantungkan kalimatnya kembali.


"Mommy ingin makan apa?" tanya daddy Richard berusaha untuk bersabar.


Dulu daddy Richard tidak pernah bersabar di tambah sering menyakiti istrinya lewat kata - katanya namun sejak dirinya bertemu dengan istrinya daddy Richard berjanji untuk merubah semua sifat jeleknya.

__ADS_1


"Mommy ingin makan daddy," ucap mommy Rebecca dengan suara pelan namun terdengar suara pelan.


"Ulangi lagi mom," pinta daddy Richard yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Yang mana dad?" tanya mommy Rebecca pura - pura tidak tahu dengan apa yang barusan dikatakannya.


"Mommy ingin makan siapa?" tanya daddy Richard.


Tut                    Tut                    Tut


Mommy Rebecca memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak membuat daddy Richard menatap ke arah putranya dengan wajah bingung sedangkan yang di tatap tidak mengerti kenapa daddy Richard menatap dirinya.


"Mommy kenapa dad? Tadi Richardo dengar daddy mengatakan kalau mommy ingin makan siapa? Maksud daddy?" tanya Richardo.


"Daddy juga bingung kenapa mommy ..." ucap daddy Richard terpotong ketika ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk.


Daddy Richard membuka pesan tersebut dan matanya membulat sempurna betapa tidak istri yang sangat dicintainya sedang berbaring di ranjang dengan menggunakan dua bungkusan yang menutupi dua gunung kembarnya dan kain segi tiga bermuda yang menutupi goa dengan posisi menggoda membuat tombak saktinya mulai mengeras.


Tidak berapa lama ponselnya berdering sekali membuat daddy Richard membuka pesan ke dua dari istrinya berupa tulisan yang membuat jantungnya berdetak kencang dan tombak saktinya makin mengeras betapa istrinya mengirim pesan : " Suami ku yang paling tampan, sekarang ini mommy ingin melakukan hubungan suami istri, jika suami ku yang paling tampan tidak datang dalam lima belas menit mommy tidak akan memberikan jatah selama satu bulan."


"Si*l," ucap daddy Richard sambil melangkahkan ke dua kakinya menuju ke arah pintu.


"Ada apa dad?" tanya Richardo.


"Lalu wawancaranya?" tanya Richardo.


"Minta bantuan paman Rey," jawab daddy Richard sambil membuka pintu ruangannya.


"Memang mommy kenapa dad? Mommy baik - baik saja kan?" tanya Richardo dengan nada kuatir.


"Mommy baik - baik saja," jawab daddy Richard sambil berjalan keluar ruangan.


Brak


"Lalu kenapa daddy ingin pu.." ucap Richardo terputus karena pintunya sudah tertutup dengan rapat.


"Aish sudahlah yang penting sekarang aku mengerjakan pekerjaan kantor yang belum tersentuh sejak kami datang," ucap Richardo.


Richardo duduk d kursi kebesarannya milik daddy Richard kemudian mengambil satu lembar dokumen yang berada di tumpukan paling atas kemudian membaca satu demi satu hingga selesai kemudian menandatanganinya begitu terus dan jika ada dokumen tersebut salah maka dokumen itu dipisahkan dengan dokumen yang sudah ditandatangani.


Tok                 Tok                 Tok


"Masuk," jawab Richardo.

__ADS_1


Ceklek


Asisten Rey membuka pintu dan berjalan ke arah meja Richardo sambil menatapnya dengan tatapan berbeda.


"Tuan muda, kata tuan besar saya akan menemani interview ke sepuluh calon sekretaris?" tanya asisten Rey.


"Benar paman," jawab Richardo sambil masih memeriksa dokumen.


"Tuan besar sepertinya terburu - buru memang ada apa tuan muda?" tanya asisten Rey kepo.


"Tidak tahu paman, yang Richardo tahu tadi mommy telepon terus daddy bilang : mommy mau makan siapa?'' ucap Richardo mengulangi perkataan daddy Richard.


"Setelah itu?" tanya asisten Rey penasaran.


"Terus mommy mematikan ponselnya dan tidak berapa lama mommy kirim pesan sebanyak dua kali setelah itu daddy pergi katanya mau pulang ke mansion ingin bertemu dengan mommy ketika Richardo bertanya apakah mommy baik - baik saja daddy bilang mommy baik - baik saja," jawab Richardo.


"Paman," panggil Richardo yang melihat asisten Rey hanya menganggukkan kepalanya tanpa  bicara sedikitpun.


"Ya," jawab asisten Rey.


"Mommy mau makan siapa? Maksudnya apa ya? Seharusnya kan mommy mau makan apa?" tanya Richardo sambil berfikir.


"Suatu saat tuan muda akan mengerti karena saat ini tuan muda masih kecil," jawab asisten Rey.


"Saya sudah dewasa paman, usiaku sudah dua puluh tahun," jawab Richardo dengan wajah kesal karena dikatakan anak kecil.


"Tapi bagi paman, tuan muda dan Roy masih kecil," jawab asisten Rey.


"Aish paman nyebelin," ucap Richardo dengan wajah di tekuk.


"Hehehe.. Oh ya hari ini kita jadi interview sepuluh calon sekretaris?" tanya asisten Rey mengalihkan pembicaraan.


"Jadi paman, kita panggil satu - satu dulu," jawab Richardo.


"Baik kalau begitu kita ke ruang meeting," ucap asisten Rey.


"Baik paman," jawab Richardo patuh.


Richardo dan asisten Rey keluar dari ruangan CEO dan berjalan menuju ke ruang meeting di mana letaknya berada di sebelah ruangan CEO.


Richardo dan asisten Rey masuk ke dalam ruangan tersebut, asisten Rey satu persatu memanggil calon sekretaris untuk di wawancara sudah yang ke sembilan orang di tolak oleh Richardo.


"Tuan muda tinggal satu lagi yang belum di panggil jika ini tolak berarti kita membuka lowongan pekerjaan lagi," ucap asisten Rey.

__ADS_1


__ADS_2