suamiku warewolf

suamiku warewolf
22. twenty-two


__ADS_3

setelah kami selesai sarapan aku dan mark bergegas ke bandara, ya kami akan ke hongkong, mark mengajakku, mungkin dia tidak ingin jauh dariku, aku sangat senang


kini kami menaiki mobil mewah dan memakai supir, masih ingat dibenakku kalau dulu semasa di kampung jika montorku sedang mogok aku terpaksa naik angkot untuk berangkat kerja


berdesak-desakkan, apalagi bau kringat dimana-mana aku selalu kebagian shift sore sedang orang-orang ini baru pulang kerja,ada yang bau kringat campur oli, ada bau tai ayam,campur jadi satu


dan paling parahnya lagi udah gak ada tempat, masih aja tu kernet bilang masih kosong, sampe berjubel sesak,dan paling mengerikan supirnya nyetir kayak pembalap mobil gp,maen trobos kiri kanan, itu perjuangan gua kalau montorku mogok


tapi sekarang aku naek mobil mewah, bersama pangeranku, beraroma wanggi, sampe suara mesin mobilnya pun halus,


aku hanya memakai aksesoris cincin berlian dengan baju casual, harga cincin berlian ini mahal bo' lebih mahal dari pada emas mamak-mamak yang dipake kehajatan ampe kayak toko emas berjalan,setiap jari diberi cincin, kalung dua dipake semua,gelang keroncong ampe kesiku


kalau dikampungku dibilangnya gak pake emas itu ditelen ular gak nyangkut, apalagi dulu aku paling males pake kayak gitu'an, dan para tetangga selalu bergosip


"mana mungkin lily laku, emas sebiji aja gak punya,tiap hari kerja tapi gak nampak hasilnya",kadang pengen ku semprot mulut mamak-mamak yang nyinyir itu emangnya harus ya kita beli'in emas bergaya pamer sok kaya padahal hutang dimana-mana

__ADS_1


aku kadang heran ama orang ekonomi kelas menengah kebawah sok pamer sok kaya, padahal orang kaya aja yang asli kaya raya gak gitu-gitu amat,gak pansos,malah terkesan sederhana


semoga mereka sadar😆😂😂biar tiap hajatan gak saling pamer emas,


saling saingan sok kaya padahal ma miskin jiwa kismin😂😂


itulah yang membuat aku males posting-posting tentang kehidupanku sekarang dieropa, aku takut mereka kebakaran jengot, jiwa miskin tersakiti, lebih baik ku nikmati dan tidak ku posting di dunia maya


kami menaiki jet pribadi yang lebih besar dan mewah menuju hongkong,


mark duduk sambil membaca sebuah map entah apa isinya aku juga tidak tahu, aku hanya memeluk pinggangnya dan mulai bermimpi


"tidurlah nanti akan ku bangunkan jika sudah sampai dihongkong"ucap mark yang samar- samar ku dengar, karena aku sudah mengantuk sekali


setibanya dihongkong mark yang melihat lily tertidur pulas, enggan untuk membangunkannya, mark pun mengendong lily kemobil lalu menuju apartement dihongkong

__ADS_1


lily yang tertidur pulas, tidak merasa bahwa dirinya beberapa kali digendong mark, sampai akhirnya tidur disebuah kamar tidur yang nyaman diapartement dihongkong


lily hanya mengeliat, tapi tidak bangun bahkan mark pun melihatnya tersenyum, tubuh lily semakin hari semakin kurus, pipinya yang cubby sekarang hampir tirus


mark pun duduk sambil membaca isi proposal di map serta meminum sebuah kopi mocca kesukaannya


lily pun terbangun dan membuka matanya, menatap langit-langit apartement dan berkedip beberapa kali untuk menyadarkannya bahwa dia tidak sedang bermimpi


"kog aku disini, bukankah aku masih di pesawat, kapan aku turun"ucap lily binggung sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal


"aku yang mengendongmu beberapa kali sampai ke apartement"ucap mark sambil berjalan mendekati lily


"hehhheee...kukira aku masih mimpi"ucap lily


"kamu gak berterimakasih padaku, karna aku sudah terbebani saat mengendongmu, kini tubuhku pegel semua, bisakah kamu membantuku memijitku"ucap mark pura-pura capek lalu bertelungkup dikasur

__ADS_1


"iya aku akan memijitmu myhubby"ucap lily


__ADS_2