
Point Of View Lily.
🌹🌹🌹
Tidur di dekapan Asahi, saat ini aku menatap Asahi, ini tidak buruk. Aku ingin hidup bersama Asahi, semoga saja perasaan burukku itu tidak terjadi.
Mark saja bisa hidup bahagia dengan Evelyn, sebaiknya aku juga menerima takdir, mungkin Asahi jodoh yang dikirim buat aku. Lagian aku sekarang lebih nyaman bersama Asahi.
Dari pada mendapatkan cinta palsu dari Mark, dan aku merasa mungkin dulu aku hanya menyukai Mark saja. Terlalu baper, hingga membuat aku lupa daratan.
Tapi aku tidak boleh menyesal, masa lalu, ada untuk menyongsong masa depan.
Anakku tenang saja, walau pun kita terpisah dengan ayahmu. Aku yakin Asahi pasti akan menjadi ayah yang baik untukmu nanti.
Mark semoga kamu bahagia dengan Evelyn. Aku tidak akan memaksamu mencintaiku. Untuk apa bersama, kalau Mark saja gak mencintaiku, Apalagi sekarang aku tau. Cinta itu saling menjaga, saling menyayangi. Tidak saling menfaatkan.
Asahi, aku yakin kamu memang benar-benar mencintaiku, buktinya. Ia tetap melindungiku meskipun banyak tantangan, rintangan. Bahkan dia selalu membuatku nyaman. Tidak memaksakan kehendaknya.
Lily pun tersenyum-senyum bahagia sambil memeluk Asahi. Lily pun menutup hidung Asahi agar Asahi bangun.
Tangan Asahi memegang tangan Lily, dan melirik kearah Lily.
"Bangun Asahi, udah malam. Saatnya mencari makan"lily pun tersenyum.
"Kog jangal ya"Asahi pun menatap Lily
"jangal?maksudnya"
"biasanya kan, kalau manusia itu bangunnin waktu pagi, buat kerja"jelas Asahi.
__ADS_1
"Inget kamu tuh vampir, Raja vampir. Bukan manusia, dan aku bakalan jadi ratu vampir. Ku gigit kau"Lily pun mengigit leher Asahi.
"Aduh geli, udah ampun"ucap Asahi.
"Gitu dong takut samaku"ucap lily senang.
"Asahi!!!"
"hemm, ada apa?"
"Bener ya, kalau digigit vampir jadi vampir"tanya Lily.
"Kadang bisa, kadang enggak"jawab Asahi.
"kog gitu, trus kamu bohong dong, waktu itu samaku"ucap Lily.
"Kadang ada yang jadi vampir, kadang juga enggak. Tapi kebanyakan manusia yang digigit vampir, tidak akan jadi vampir. Gen Darah tertentu saja yang berubah menjadi vampir, kebanyakan manusia itu akan mati setelah digigit vampir, selain kehilangan banyak darah. Racun di liur taring vampir bersifat meracuni tubuh sehingga manusia mati." Jelas Asahi.
"Mimpi"Asahi pun menjentikkan jarinya didahi lily.
"Ih sakit tau" Lily pun meringis kesakitan.
"Aduh, sakit ya? maaf ya."Asahi pun mengelus dahi Lily.
"Asahi !!!. Jawab dulu bagaimana caranya aku jadi vampir"tanya Lily kembali.
"Baiklah, kamu bisa meminum darah yang ada dipermata berlian gelang itu"Asahi pun menunjukkan gelang permata merah yang dipakai Lily.
"Ini darah?"
__ADS_1
"Hemm, itu darah vampir utama. Kamu bisa mendapatkan kekuatan dan bisa menjadi vampir, tapi jangan diminum. Aku lebih suka kamu jadi manusia saja"Jelas Asahi.
"Tapi Asahi, kamu tidak ingin bersamaku terus, kenapa kamu lebih suka aku jadi manusia"ucap Lily.
"Untuk apa kita hidup Abadi, jika kita tidak bahagia. Aku tetap mencintaimu meski nanti, kamu tua dan keriput lalu meninggal. Setidaknya kamu tidak tersiksa hidup abadi sepertiku"ucap Asahi. Lalu beranjak pergi dari ranjang.
"Asahi, kamu mau kemana?"tanya Lily.
"Mau mandi, oh ya. Aku punya gaun bagus untukmu"Asahi pun mengambil sebuah kotak. Lily pun membukanya.
"Wahh, ini bagus. Seukuran ibu hamil sepertiku"ucap lily.
"Mandi, dan pakailah aku akan mengajakmu kesuatu tempat"Suruh Asahi.
"Mau kemana sih?"tanya Lily kembali.
"Pokoknya rahasia, sekarang kamu mandi terus pake gaun ini, aku akan mengajakmu ke suatu tempat"jawab Asahi lalu pergi meninggalkan Lily pergi kekamar lain untuk mandi.
Lily pun pergi mandi dan mencoba gaun. Serta berdandan ala Lily.
~~🌹🌹🌹
Asahi pun menatap Lily yang keluar dari kamar.
"Kamu sangat cantik"ucap Asahi memandan Lily.
"Benarkah, terimakasih"ucap Lily.
"Benar, ini bunga untukmu. Ayo kita pergi tuan puteri"Asahi pun memberikan bunga kepada Lily. Dan mereka pergi menaiki mobil kesuatu tempat.
__ADS_1
Tempat yang sudah dipersiapkan Max untuk malam romantis untuk Lily bersama Asahi. Asahi menyuruh Max membuat kejutan istimewa untuk Lily.