
Point Of View Lily.
🌹🌹🌹
Beberapa pengawal Mark pun, mencoba melawan beberapa orang bertopeng.
"Jaga Zen,kamu didalam jangan keluar. Biar aku melawan mereka"Mark pun memberikan Zen padaku.
Lily pun memeluk Zen. Mark keluar dan berusaha membantu melawan orang-orang bertopeng.
Sepertinya mereka berandal bayaran, karena banyak sekali. Tiba-tiba, salah satu pria bertopeng membuka paksa mobil dan menyeretku.
"Lepaskan, Lepas!!!"teriak Lily.
Dua pria bertopeng kembali datang dan merebut Zen dari tangan Lily.
"Zen,,,,,Tidakkkk"teriak Lily kembali.
Keluarlah seorang pria berjas silver dari mobil dan menodongkan pistolnya kearah Zen, yang di gendong oleh pria bertopeng.
"Mark....tolong Zen!!!"teriak Lily.
Mark pun menoleh dan menatap tajam kearah pria berjas silver itu.
"Mungilnya, sayang sekali bukan kalau ku tembak"ucap Pria berjas silver itu.
"Siapa kamu?"ucap Mark.
"Perkenalkan namaku Robert, aku adalah adik Max yang telah kamu bunuh. Warewolf atau manusia srigala"Seringai Robert.
"Jangan bunuh anakku, aku mohon"pinta Lily.
"Darah dibayar darah"ucap Robert.
"Aku yang membunuh Max, bunuh aku jangan bunuh anakku dan lepaskan istriku"ucap Mark.
"Aku tidak akan membunuhmu Mark, tapi aku ingin membuatmu menderita kehilangan seseorang. Dan aku tau kelemahanmu"ucap Robert.
"Aku yang membunuh kakakmu, kelemahanku apa?"tanya Mark.
__ADS_1
"Kelemahanmu adalah wanita itu"Robert pun menembakkan pistolnya kearah Lily beberapa kali.
Dorrr
Dorrrrrr
Dorrrrrrrr
"Tidakkkk...Lily"teriak Mark.
"Ha..ha...ha...sekarang kamu tidak bisa berubah menjadi warewolf Mark. Kamu sekarang manusia biasa"Robert pun tertawa bahagia.
Pria bertopeng itu pun mendorong tubuh Lily yang tertembak hingga terperosok kearah tepi yang curam.
Tubuh Lily yang tertembak, berguling-guling kebawah tepi jalan curam. Tangan dan tubuhnya membentur batu-batu kecil-kecil dan tajam.
Sampai berhenti di tepi bawah, tubuh Lily mengeluarkan darah banyak. Sepertinya Tembakkan itu mengenai organ-organ dalam tubuh Lily.
"Aku sepertinya sudah sekarat"ucap Lily dibawah tepi curam.
Aku ingat kata Asahi, aku pun melihat gelang permata merah itu retak hampir pecah, ku lihat ada batu besar. Aku pun membenturkan gelang itu kebatu.
Lily pun meminum darah vampir utama. Sebelum nafasku tersedat-sedat. Aku sudah berusaha, tapi kenapa aku belum berubah menjadi vampir. Darahku juga masih keluar dari tubuhku.
Pandanganku makin kabur, tubuhku makin lemas. Apakah ini yang dinamakan mati. Tapi, aku ingin melindungi anakku.
Lily pun Mati, seketika darah vampir utama mulai memasuki sel-sel Lily yang mati. Tubuh Lily perlahan kembali seperti awal, peluru yang menembus tubuhnya pun keluar. Serta luka-luka lily pun mulai memudar dan hilang hanya tertinggal bekas darahnya tadi.
Mata Lily pun terbuka berwarna hitam legam.
Aku pun meraba-raba, tubuhku. Peluru itu sudah keluar, aku berhasil jadi vampir. Aku harus menyelamatkan Zen anakku.
Aku berdiri dan melompat, lompatanku tinggi sekali. Sepertinya tubuhku ringan sekali.
Aku pun melompat dan seketika di tengah-tengah laki-laki bertopeng yang sedang mengendong anakku Zen. Aku pun memukulnya, dan ia pun tumbang.
Hebat, kekuatan vampir utama ini hebat. Terimakasih Asahi ucapku dalam hati.
"Br*ngsek, wanita j*lang. Mati kau"Robert pun menembakkan peluru kearahku, tapi kecepatanku lebih cepat dari pada peluru-peluru itu.
__ADS_1
Dorrrrrr
Dorrrrr
Dorrrrrr
Aku pun menghindari peluru-peluru itu dengan mengendong Zen, mendekati Mark.
"Lily, kamu jadi vampir? kamu sudah meninggal?"tanya Mark.
"Sepertinya aku sudah mati Mark, tolong jaga Zen"jawabku.
"Si*lan, wanita J*lang"umpat Robert.
"Kejutan Robert"Lily pun tersenyum Smirk menatap Robert.
orang-orang bertopeng itu pun menghadangku, tapi mereka bukan lawanku. Dengan mudah aku bisa mengalahkan mereka dengan pukulanku dan tendanganku.
Sesuatu yang fantastik, untung aku tomboy dan pernah mengikuti pencak silat dulu waktu di indonesia.
"Mereka hanya semut bagiku"Ejek Lily.
"lawan dia"Suruh Robert pada pria -pria bertopeng itu.
"Tidak bos kami tidak mau mati"ucap Pria-pria bertopeng itu lalu kabur meninggalkan Robert.
"Jangan sombong kamu perempuan"ucap Robert lalu berusaha menyerangku.
Dengan mudah aku menangkap tangan Robert dan mematahkannya, aku merasakan tulangnya patah oleh ulahku.
"aaaa AAA!!!!."Teriak Robert.
"Maafkan aku Robert, pergilah keneraka"Lily pun Memutar kepala Robert hingga kebelakang. Robert pun mati ditempat.
"Mark, kamu tidak apa-apakan?"tanya Lily.
"Tidak, sebaiknya kita pulang. Aku akan menelpon orang untuk membersihkan semua ini"ucap Mark.
"Iya, Ayo pulang"ucap Lily.
__ADS_1
Mereka pun pulang kembali ke mansion.