
Point Of View Lily.
🌹🌹🌹
Asahi kenapa harus begini? gara-gara aku. Kamu sekarang harus binasa atas kekejaman Mark. Asahi kini kamu ninggalin aku, aku mohon Asahi, kamu hidup.
Lily hanya mampu menangis dan tidak mampu menolong Asahi. Kini Mark membawa Lily kembali ke mansionnya.
"lepaskan aku, lepaskan. Kamu jahat."ucap Lily lalu memukul - mukul Mark.
Mark hanya tersenyum bangga karena kini tumbalnya sudah ditangannya.
Lily pun diletakan dikamarnya dulu, ditepi ranjang.
"Kamu jahat, kamu telah membunuh Asahi dengan licik. Aku benci kamu."ucap Lily.
"ha...ha...haa...ingat J*lang, Kekasihmu sudah mati. Sekarang aku akan membuatmu menderita, bukankah kamu sudah bersenang-senang selama ini"ucap Mark.
Mark pun mencengkram bahu Lily dengan kuat.
"Sakit, ampun."Rintih Lily.
Mark pun menyobek-yobek gaun yang dikenakan Lily.
"Kamu mau apa?jangan sakiti aku"Lily pun ketakutan.
"Bukankah Asahi juga menikmati tubuhmu, sekarang aku akan memuaskanmu"ucap Mark.
"Tidak, Asahi tidak pernah melecehkanku. Dia baik, ia tidak pernah menyentuh tubuhku"jelas Lily.
"O, berarti Asahi sangat baik terhadapmu ya, tapi itu bagus. Berarti dia tidak pernah menidurimu, aku sangat menginginkanmu sayang"Seringai Mark.
Mark pun mencium paksa Lily, Lily hanya mampu menangis. Bagaimanapun tenaga Lily tidak pernah akan kuat melawan Mark.
Sungguh Lily merasa hina, suaminya sendiri menyetubuhinya layaknya wanita murahan. Mark pun menikmati tubuh Lily dengan rasa bahagia.
Kini Hasrat Mark yang tidak tersalurkan selama hampir 2 bulan telah ia salurkan, kepuasan di wajah Mark terpancar. Beberapa kali Mark telah melepaskan hasratnya.
__ADS_1
Lily hanya mampu pasrah dan terkulai lemah ketika tubuhnya dinikmati Mark.
Tangisan beserta desahan memenuhi ruangan kamar. Kamar yang telah lama ditinggal oleh Lily.
Mark pun tersenyum bangga ketika sudah melakukan banyak kali pelepasan hasrat.
Lily terlihat lemas dan tertidur, di ikuti Mark yang tidur disamping Lily.
🌹🌹🌹🌹
07:18 Am
Silauan Matahari menyilaukan kelopak mata Lily.
Lily pun mengeliat, lalu mengusap-usap kelopak matanya.
Melihat sekeliling ruangan, ini bukan mimpi. Ini kamarku dan Mark dulu, terlihat Mark sedang tertidur disampingnya.
Tubuhku, Mark sungguh tega melakukan ini padaku. Aku pusing, lemas, setelah aktivitas semalam dengan Mark.
Jika Asahi bersamaku pasti aku akan bermanja dengannya. Wajah Asahi, senyum Asahi tiba-tiba muncul dalam bayangan mataku.
Air mataku menetes kembali mengingat Asahi yang mati dan terjun ditepi Air terjun.
Hikz... hikzzz....
Mark pun terbangun, dan melihat Lily menangis.
"Sudahlah, kamu tanggisi sampai air matamu kering, ia tidak akan kembali. Asahimu sudah mati"ucap Mark.
"Kamu jahat Mark, kamu tidak perlu membunuhnya. Aku rela kamu jadikan tumbal asalkan orang-orang yang menyayangiku jangan kamu lukai"Jelas Lily.
"Sudah terlambat, tapi aku janji tidak akan melukai keluargamu asalkan kamu jadi tumbal. Mengerti"Ancam Mark.
"Iya , mengerti"ucap Lily.
"Aku akan mandi, aku tau kamu lemahkan. Sebaiknya kamu menurut padaku sekarang. Percuma melawan"ucap Mark.
__ADS_1
"hemm"Lily hanya mampu menunduk, dan Mark pun mengendong Lily kekamar mandi.
Mereka pun membersihkan badannya.
Setelah selesai Mark pun membawa Lily keranjang kembali.
"Pelayan, panggil dokter suruh kemari"perintah Mark.
"Baik tuan muda"ucap pelayan.
Beberapa menit kemudian dokter pun memeriksa Lily dan menginfus Lily dengan darah serta cairan infus.
"sebaiknya nona banyak istirahat, dan terus minum vitamin"ucap dokter.
"terimakasih dokter"ucap Lily.
Dokter pun pergi. Mark duduk ditepi ranjang sambil menatap Lily.
"kenapa menatapku??"tanya Lily.
"Tidak kenapa-napa,aku hanya heran saja. Lagian masih gantengan aku dari pada Asahi. Apa sih kelebihan Asahi hingga kamu menangisinya"jawab Mark.
"Asahi mencintaiku dengan tulus tidak sepertimu, memang kamu tampan Mark. Tapi kamu jahat."ucap Lily.
"Terserahlah, sini aku suapin makanlah."Suruh Mark.
Mark pun menyuapi Lily, dan Lily hanya mampu menurutinya, takut jika Mark mencelakai Keluarga Lily.
Makanan yang disuapkan Mark pun habis.
"Akhirnya, kamu pintar. Lihat kurang tampan apa aku"ucap Mark
Mark pun berpose seganteng -gantengnya didepan Lily.
Lily pun tersenyum melihat kekonyolan Mark.
"Begitulah, senyum. Lagian percuma kamu nanggis"ucap Mark.
__ADS_1
Mark Asyik bergaya tampan.