
"Katakan lah, Mark!!!Aku ingin pergi dari sini, lepasin aku. Kalian gak berhak berbuat itu, padaku. Kalian jahat"Lily pun memukul-mukul, dada bidang Mark. Tapi usahanya, sia-sia, pukulan lily tidak terasa bagi seorang Mark.
"Kamu dengar, jika kamu kabur. Aku pastikan, keluargamu akan ku habisi semua"ancam Mark, mencengkram rahang Lily.
"Sekarang, kamu pilih. KAMU YANG MATI,ATAU KELUARGAMU YANG MATI. Saranku, nikmati sisa hidupmu sebelum, kamu mati" ucap Mark lalu melepaskan cengramannya.
"Tapi, Aku sedang mengandung anakmu Mark"Lily berusaha menyadarkan Mark, Mark pun berbalik badan. Mencondongkan tubuhnya.
"Aku tak peduli, tentang anak itu,yang aku pedulikan. Dibulan purnama penuh tanggal 16 Mei, kau Mati. Mau kamu hamil atau tidak, kau tetap jadi tumbal. Mengerti"seringai Mark lalu pergi.
"Jadi selama ini, kamu menjagaku. Hanya karena aku Tumbalmu. Mark, jawab aku"teriak lily.
Lily mengedor pintu kamar yang telah dikunci.
"Kamu berengsek, ini anakmu Mark. Darah dagingmu, hikx....hikxxx..."Lily pun menangis, lalu bersimpuh.
__ADS_1
"Kamu tega Mark, aku gak menyangka kamu jahat Mark. Kamu jahat!!!!"teriak lily.
Lily pun, mengusap air matanya. Duduk termenung di ranjang, sambil mengelus-elus perutnya, yang buncit.
Aku tidak menyangka, Mark tega melakukan ini padaku. Evelyn berarti wanita itu kekasih Mark, dan aku hanya Tumbal.
Ini gak adil, kenapa??? aku mengerutuki diriku sendiri, harusnya aku tidak gampang percaya. Kini aku harus menghadapi, kenyataan pahit.
Aku tidak boleh menyerah, pasti ada setitik harapan. Untukku, aku seorang ibu. Ibu yang akan selalu menjaga Anakku, aku akan berjuang, untuk anakku. Setidaknya, jika aku tiada. Anak ini bisa hidup.
aku akan berusaha membujuk, Mark agar memberikan aku waktu, sampai anak ini lahir. Dia layak hidup, aku sudah berusaha sejauh, ini menjagamu nak, aku pasti akan memperjuangkanmu.
"bi, katakan pada Mark, aku ingin bicara padanya"suruhku pada pelayan
Pelayan itu pun pergi, beberapa menit kemudian, Mark datang.
__ADS_1
"kalian, pergi"suruh Mark, kepada pelayan. Pelayan membungkuk lalu pergi.
"Sekarang, katakanlah. Apa yang ingin kamu bicarakan?, padaku"tanya Mark padaku, dia menatapku.
"Kamu boleh jadi'in aku tumbalmu, tapi dengan syarat biarkan aku melahirkan anakku"tegasku.
"Kamu kira, aku akan menyetujui, syaratmu"dalihnya"kamu bakalan melahirkan 4 bulan lagi, sedangkan acara Persembahan 2 bulan lagi. Kamu sebaiknya menikmati, hari-hari terkahirmu"tegas Mark kembali.
"Tapi ini anakmu, aku mohon. Kamu boleh gak perduli'in aku, tapi ini anakmu Mark, aku mohon. Kamu boleh membunuhku asalkan, anakku hidup"aku memohon, pada Mark.
"Aku tidak peduli, yang aku pedulikan setelah persembahan ini, aku bisa hidup normal, bisa menikah dengan Evelyn dan mempunyai anak manusia normal. Terserah ini kejam bagimu dan anakmu aku tidak peduli, bagiku kamu hanya Tumbal." pungkas Mark
"Jadi maksudmu? kamu gak menginginkan anak ini?Mark apa bedanya?"tanya lily
"Bedanya Evelyn, wanita yang kucintai. sedangkan dirimu hanya Tumbal, dan anak dikandunganmu itu manusia srigala, jika pun dia hidup, dia akan bertarung dengan vampir itu. Persetan dengan semua kekuatan Warewolf, aku hanya ingin hidup bahagia dengan evelyn"Mark pun berdiri meninggalkanku dikamar. Lalu dia berhenti sebelum didepan pintu kamar.
__ADS_1
"Dan satu lagi, dua minggu sebelum Acara persembahan, aku akan bertunangan dengan Evelyn, aku harap kamu mengerti dan menikmati hari-hari, terakhirmu"ucap Mark lalu pergi.
Aku meratapi, hidupku. Maafkan aku nak, aku ibu yang tak berguna. Aku tidak mampu menyelamatkanmu, dari pengorbanan ini.