suamiku warewolf

suamiku warewolf
44. Forty - Four


__ADS_3

Point Of View Lily.


🌹🌹🌹


Aku mendengar percakapan Asahi dan kedua tamu tersebut. Aku seperti penguntit, lama-lama kalau sering begini, bintitan lah nih mata.😆.


Aku mendengar mereka sedang mempermasalahkanku, untung saja Asahi tetap bersikukuh melindungiku. Dan malah bertarung dengan kedua tamu tersebut.


Dari gerak gerik serta kemampuan mereka berkelahi mereka bukan orang. Tapi vampir,vampir yang sangat kuat. Ternyata kehadiranku disisi Asahi membuat Asahi dimusuhi kalangan vampir lainnya.


Tapi apalah dayaku, sebagai manusia biasa aku tidak dapat membantu Asahi apapun. Aku cuman manusia, berkelahi pun pasti kalah. Yang aku bisa hanya bersembunyi dan melihat Asahi melawan kedua vampir tersebut.


Aku bernafas lega, saat Asahi dengan mudah melawan mereka. Apalagi sekarang, Asahi dengan mudahnya mencopot, kepala vampir hanya dengan kedua tangannya.


Darah itu keluar seperti semburan air. Aku bergidik merinding melihatnya. Padahal kedua vampir itu memakai pedang dan Asahi tidak.


Tetap saja Asahi menang, Aku sangat bangga dengan Asahi. Dia bisa menang menghadapi lawannya.


"Aku mengaku kalah Asahi"ucap pangeran klan secret.


"Ya sudah, aku tidak akan membinasakanmu. Tapi jangan ikut campur masalahku, dan bawa jasad pangeran klan devil lalu kuburkanlah dengan hormat"ucap Asahi.


"Terimakasih Asahi, Atas belas kasihanmu"ucap pangeran klan secret, lalu membawa jasad dan kepala pangeran klan devil pergi.


Asahi bersimbah darah, bekas darah pangeran klan devil yang, mengenai tubuh Asahi. Asahi pun berjalan menuju kastilnya kembali.


Asahi melihat Lily yang bersembunyi disemak-semak.


"Sudah nonton film laganya, genre action"Ejek Asahi.

__ADS_1


"Hi hi... ketahuan, bau anyir. Cepat bersihkan badanmu bau, jangan dekat-dekat aku"ucap Lily berjalan cepat menuju kastil meninggalkan Asahi.


"Biarkan saja bau anyir, lagian aku malas mandi"ucap Asahi.


"Jangan dekat-dekat denganku, awas sampai mendekatiku"Ancam lily.


"Iya aku akan mandi, dan berdandan tampan. Jadi aku boleh medekatmu"ucap Asahi.


"Tampan apanya?Cantik iya"Ejek Lily yang memasuki kastil.


"Berarti aku tidak tampan, ku buat sate kelinci saja nanti"Ancam Asahi.


"Jangan bunuh kelinci itu Asahi, aku mohon. Kamu tampan kog, paling tampan sejagat raya"ucap Lily sambil memohon pada Asahi.


"Kalau begitu mandikan aku, sebagai hukuman telah menghinaku cantik"ucap Asahi.


"Ya sudah,jangan salahkan aku besok menu makanannya. Sate kelinci."Ancam Asahi.


Akhirnya Lily pun kalah dan menuruti apa mau Asahi.


Lily pun masuk dikamar mandi. Asahi sudah berada didalam bak penuh busa, Lily pun mendekat.


"Cepat Cuci rambut aku"Asahi pun menyodorkan sampho ke tangan Lily.


"Iya"Lily pun berdengus kesal sambil menuangkan isi sampho dan memijat kepala Asahi.


"Ini baru bagus"Asahi pun tersenyum. Menikmati kepalanya dipijat dan dcuci rambutnya oleh Lily.


Lily pun berwajah Asem, melihat kelakuan Asahi yang senang diatas penderitaan Lily.

__ADS_1


Dengan perut hampir 7 bulan. Lily harus duduk dan memijit kepala Asahi. Lalu mencuci rambutnya.


"Bahuku juga lah, nih punggungku belum digosok"ucap Asahi.


Lily pun mengosok punggung Asahi dengan kasar.


"Aduh enak sekali, lebih kuat lagi juga gak apa-apa biar hilang kulitnya"ucap Asahi.


"Nih udah lembut"kata Lily mengusap lembut punggung dan bahu Asahi dan membasuhnya.


Beberapa menit kemudian.


"Udah selesai"ucap Lily.


"Oke"ucap Asahi lalu berdiri dari bak mandi. Membuat Lily berteriak


"Asahi Cabul"Lily pun menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Hey, siapa yang cabul. Lihat aku pake celana dalam sepaha."Asahi pun menatap Lily.


"Kira'in telanjang, kamu mau kemana dan ngapain lagi?"tanya Lily.


"Mau telanjang mau lihat"goda Asahi.


"Aku keluar, kan sudah selesai"ucap lily meninggalkan kamar mandi.


"Tuan puteri tidak mau melihatku telanjang, gratis loe"ejek Asahi.


"Tidak mau"ucap Lily lalu pergi kekamar lain untuk mandi dan membersihkan badannya.

__ADS_1


__ADS_2