suamiku warewolf

suamiku warewolf
43. Forty - three


__ADS_3

Point Of View Asahi


🐲🐲🐲


Hal yang paling indah adalah saat ini, bersama Lily. Aku merasa hidupku tidak sepi lagi, dia datang memberi warna dalam hidupku.


Apalagi jika dia memanggil namaku, itu membuatku merasa senang. Walau aku tau aku tidak bisa mendapatkan cintanya, tapi aku ingin terus melindunginya.


Untung Max menghandel semua urusan bisnisku, jadi aku banyak waktu untuk menemani Lily.


Sekarang aku fokus merangkai bentuk berlian pesanan komunitas pencinta perhiasaan.


Aku perancang perhiasaan disela-sela kesibukanku. Max tidak pernah tau aku adalah perancang perhiasan, dia hanya tau aku sebagai pembisnis.


Aku berharap Lily senang dengan kejutanku besok malam, aku akan membuat sebuah makan malam romantis dibukit dekat airterjun.


"Asahi"teriak Lily.


"Kenapa tuan puteri?"Menoleh kearah dapur.


"Lihat, aku mengacaukan dapurmu. Kesinilah cepat, coba rasakan sup buatanku kurang apa?"teriak Lily yang berada didapur.


"Iya aku datang"Asahi pun berjalan menuju dapur dan meninggalkan rangkaian rancangan yang dikirim ke Email.


"Bagaimana?enak? kurang sedap?katakanlah".tanya Lily.


"Lumayan, tapi kurang garam sedikt"jawab Asahi.


"Oke, aku akan menambahkan lagi garamnya"ucap Lily.


Hampir sebulan ini Asahi berkutat dikastil mengajari Lily memasak. Tapi hal itu membuat Asahi bahagia, karna banyak hal menyenangkan.


"Nah sudah siap,waktunya makan"ucap lily.


Asahi pun duduk rapi, dan lily menuangkan sup kemangkok untuk Asahi.


"Hemmm harum, lumayan tidak sia-sia aku mengajarimu memasak"Puji Asahi kepada Lily.


"Siapa dulu gurunya, Asahi"ucap Lily.

__ADS_1


"Udang ini sangat nikmat, mana darah bebekku?"tanya Asahi kepada Lily.


"Tunggu Lupa aku, Nah ini dia jus darah bebekmu"Lily pun memberikan segelas darah bebek pada Asahi.


"Begini baru mantap"ucap Asahi.


"Asahi, kamu tidak membunuh kelinci itukan?"tanya Lily menatap tajam Asahi.


"Sudah habis darahnya ku hisap kemarin malam"jawab Asahi.


"Asahi, kamu jahat sekali. Akukan sudah bilang jangan dibunuh, kelinci putih itu imut. Tau begitu aku melepaskannya dihutan"Eluh Lily cemberut.


"Salah sendiri kamu bawa pulang"kata Asahi.


"Kan banyak bebek,ayam yang bisa kamu hisap darahnya. Kenapa harus kelinciku?"Lily pun berdengus kesal. Lalu mengigit udang goreng dengan kesalnya.


"Tuh, dia masih hidup. Begitu saja sudah kesal"Ejek Asahi.


Paman pelayan pun membawa seekor kelinci putih didalam kerankeng.


"Taruh disitu saja paman,biarkan situkang ngambek ini, puas melihat peliaharannya"ucap Asahi.


"Habis kelinci putih itu sainganku, kamu lebih perhatian kekelinci itu dari pada aku"ucap Asahi.


"Ini hewan, masa hewan aja dicemburui. Kadang kamu ini menyebalkan, jangan-jangan nanti kamu bunuh anakku. Kalau kamu cemburu lihat aku sayang pada anakku"kata Lily.


"Bisa jadi"ucap Asahi.


"Aku akan membunuhmu Asahi jika kamu lakuin itu"ancam Lily.


"Aku hanya bercanda, jangan ngambek napa? Aku pasti akan menyayanginya seperti aku menyayangimu, walau aku tau dia werewolf"ucap Asahi.


"Semoga saja begitu"Lily pun melanjutkan memakan makanannya.


"Tuan ada tamu mencari tuan"ucap paman pelayan.


"Iya, suruh mereka menungguku diruang tamu"Suruh Asahi.


Asahi pun berjalan keruang tamu dan menemui tamu tersebut.

__ADS_1


"Kalian, kenapa mencariku?"tanya Asahi.


"Maaf Asahi mengusikmu, aku dengar kamu menyembunyikan manusia yang hamil anak Warewolf"ucap Pangeran klan secret.


"Kata siapa?kalian dengar darimana?"tanya Asahi lagi.


"Mata Vampir kami tidak bisa dibohongi Asahi, cepat atau pun lambat kami pasti tau. Dari penglihatanku kamu sudah memakaikan gelang ratu vampir kepadanya"ucap pangeran klan devil.


"Kalau kalian sudah tau, lalu kenapa bertanya lagi?"kata Asahi bersedekap tangan.


"Asahi dia hanya manusia biasa, bukan bangsa kita, apalagi dia sudah hamil anak warewolf itu ancaman bagi kita"ucap pangeran klan secret.


"Aku tidak peduli mau dia vampir atau bukan, aku mencintainya. Jadi siapapun yang akan melukainya berhadapan denganku"Ancam Asahi.


"Berarti kamu menentang hukum vampir Asahi, kami akan melawanmu"ucap pangeran klan devil.


Mereka pun bertarung, Asahi melawan dua pangeran dari klan devil dan klan secret.


Lily yang menguntit dari balik kelambu mengikuti mereka keluar dari kastil dan bertarung.


"Kami akan membunuhmu Asahi"ucap sombong pangeran klan devil. Mengayunkan pedang kearah Asahi.


"Coba saja, aku atau kalian yang terluka"seringai Asahi. Lalu menghindari tebasan pedang pangeran klan devil.


Dari arah belakang Asahi, pangeran secret pun menyerang. Dengan cepat Asahi menghindar.


"Kita bukan tandingan Asahi"Eluh pangeran secret.


"Aku tau, tapi demi kehormatan kita. Kita harus melawanya, aku lebih baik mati dari pada lari seperti pengecut"ucap pangeran klan devil.


Dengan satu gerakan kilat Asahi sudah didepan mereka lalu menghajar kedua pangeran tersebut tanpa ampun.


"Sebaiknya kalian menyerah, dan tidak menganggu wanitaku lagi. Kalau tidak aku jamin kepala kalian akan terpisah dari badan kalian"Ancam Asahi.


"Aku tidak akan menyerah Asahi, lebih baik aku mati dari pada harus mundur"ucap pangeran klan devil.


Lalu menyerang Asahi dengan membabi buta, tebasan pedang yang sangat cepat dilayangkan ketubuh Asahi. Tapi tetap saja tidak mampu melukai Asahi.


Asahi pun memegang kepala pangeran klan devil lalu mencabutnya seperti mencabut sebuah tutup botol. Keluar darah bercucuran dari tubuh pangeran klan devil. Pangeran klan secret hanya mampu terduduk , melihat kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2