
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Gimana ini? mampus dah. Terpojok dah ampun berkilah apelagi coba, tetep bilang tidak/ya. Aku harus teguh pendirian. Aku cuman cinta Asahi.
"Aku sudah punya pacar Mark."Jawab Lily gugup.
"benarkah"
"Beneranlah, masa bo'ongan"Jelas Lily pura-pura punya pacar padahal jomblo akut.
"Tapi aku beneran ngajak kamu nikah, dari pada nunggu pacarmu, yang tak jelas kapan ngajak nikah."tawar Mark kembali.
"Kamu salah sangka Mark, aku udah punya pacar. Lagian aku sangat cinta ama pacarku, kami juga berencana menikah"Tegas Lily.
"Gak apa-apa, kamu menolakku sekarang. Ini kartu namaku jika kamu berminat dan berubah fikiran kamu bisa menghubungiku"Mark pun memberi sebuah kartu nama.
"Aku rasa usahamu akan sia-sia. Lagian masih banyak wanita diluar sana. Pastinya ada yang suka denganmu."ucap Lily.
"Oh ya, apa menurutmu aku tampan?"tanya Mark.
"sangat tampan"jawab Lily.
"Maukah kamu menikah denganku?"tanya Mark kembali.
"Tidak"
"kenapa?alasannya?"tanya Mark.
Haduh, ini laki-laki pura-pura bego. Atau memang tolol beneran sih, dari tadi udah ditolak masih aja bertanya. Umpat Lily dalam hati.
__ADS_1
"Pokoknya aku sudah punya pacar, dan kami saling mencintai. Dan kami akan menikah"jawab Lily bohong.
"Ya sudah, tapi aku pasti menunggumu."ucap Mark.
Menungguku?jangan harap Srigala Bus*k. Kamu manis didepan pahit dibelakang, Dulu aku gila padamu tapi sekarang ogah. Aku masih pengen lihat kedua orangtuaku, berbakti dengan kedua orangtuaku.
"Ini tuan Mark sudah selesai Printnan anda"Lily pun menyodorkan kertas Print dan flashdisk punya Mark.
"Jadi berapa?"tanya Mark.
"tujuh puluh tujuh ribu tuan"jawab Lily.
"ini uangnya, kembaliannya untukmu saja sebagai tips"Mark pun memberikan uang 100 ribu rupiah.
"Terima kasih tuan"ucap Lily sambil tersenyum palsu.
Mark pun pergi dari warnet.
"Ly, kamu dilamar ama bule tuh?"tanya Pak yuki.
"ihh bos, mana ada bos. Bercanda tuan Mark itu bos."kelih Lily.
"Tapi sepertinya orang itu berharap padamu Ly, Bukannya cita-citamu nikah ama bule kaya?"tanya Pak yuki.
"Bos yuki inilah, sekarang Lily mau cari yang lokal aja deh bos. Udah gak selera lagi ama yang bule, takut dibawa kenegaranya. Lily kan mau berbakti sama orang tua."jawab Lily.
"Cepat sekali kamu berubah Ly, baru tadi malam bertengkar ama anak-anak tetang bule, sekarang bulenya datang, malah gak suka bule."Ucap Pakyuki.
"Heheeee...tadi malam itu bercanda bos"ucap Lily.
"Ya sudah kamu lanjut jaga warnet, aku mau tidur dulu. Oh ya besok masuk sore, soalnya nadya sudah sembuh"Jelas pakyuki.
__ADS_1
"Siap Bos"Lily pun kembali bekerja.
🌹🌹🌹
05:00 PM
"Saya pulang ya bos"pamit Lily.
"Ya hati-hati, ingat besok jaga sore"kata pakyuki.
"Aman itu bos"Ucap Lily sambil menaiki montornya.
Dijalan Lily ingin menenangkan diri, melihat matahari terbenam sepertinya bagus. Kepantai kuta ahhh, siapa tau aku dapat pacar, biar si Mark percaya aku sudah punya pacar.
Lily pun memarkirkan montornya.
Jarang-jarang punya kesempatan lihat matahari terbenam, Lily pun duduk ditepi pantai berpasir.
Banyak riuh, orang-orang lokal bahkan mancanegara sedang bersantai, atau bahkan bermain dengan ombak.
Seperti Mimpi, tapi jadi kenyataan?. Tapi kalau aku menolak Mark, aku gak bakalan ketemu Asahi. Taulah yang penting jauhin sumber masalah dulu.
Tiba-tiba Lily dalam lamunan Lily mendengar suara, persis Asahi.
"Miss bisa tolong foto aku gak"tanya suara seorang Pria menepuk bahu Lily.
Lily pun menoleh, matanya terbelalak.
"Asahi"
__ADS_1