suamiku warewolf

suamiku warewolf
37. Thirty - seven


__ADS_3

Lily berusaha tidak takut, walau nyalinya ciut. Terlihat punggung seorang lelaki, yang sangat lily kenal.


Mark berada di tangga darurat. Sedang menelpon dan marah-marah. Beberapa kali tangan Mark menonjok tembok gedung. Bahkan terlihat sangat marah


Lily bagaikan penguntit yang ketakutan, berusaha ingin tau apa yang dibicarakan Mark.


"Brengsek, dua wanita yang kau kirim padaku tidak berguna sama sekali. Jangankan untukku jadikan tumbal, memuaskan nafsuku saja, mereka sudah takut melihat wujudku."ucap Mark.


"Apa kau bilang?Aku tidak akan bersetubuh dengan Evelyn dengan keadaan seperti ini. Pokoknya kau harus mencarikanku wanita seperti lily. Mengerti."kata Mark kasar.


Mark pun menutup telepon.


"Sialan, kalau saja lily tidak jatuh ketangan Asahi dan mati. Mungkin aku tidak seperti ini. Kemana lagi kucari tumbal itu, waktuku kurang dari dua bulan lagi."umpat Mark sambil mengusap kasar wajahnya.


Lily pun kembali menelan salivanya. Berusaha menutup perlahan pintunya.


Suara langkah kaki sepatu hak tinggi terdengar merdu,seperti menuju arah sini. Aku harus sembunyi di toilet. Lily pun bersembunyi ditoilet.


Datanglah Evelyn mencari Mark. Sepertinya Evelyn sudah tau, kalau Mark berada ditangga darurat.

__ADS_1


"Mark....Mark dimana kamu sayang"panggil Evelyn.


Mark pun keluar dari balik pintu tangga darurat.


"Aku disini Evelyn"ucap Mark.


"Acara lelang perhiasannya akan dimulai tau, Katanya kamu mau belikan aku berlian yang cantik. "Keluh Evelyn.


"Tapi Evelyn_"ucap Mark pun terpotong.


"Udahlah, jangan marah-marah lagi. Pasti kita ada jalan keluarnya. Nanti kita fikirkan, oke. Sekarang kamu belikan aku perhiasan berlian yang cantik"Evelyn pun mengajak Mark pergi dari tempat itu.


Baru selangkah kaki Mark melangkah, Mark pun menoleh kearah pintu toilet.


Mampuslah, gimana ini?? kalau sempat ketahuan aku masih hidup. Pasti Mark akan membawaku. Lubang cendela kamar mandi. Mana mungkin aku keluar dari situ. Perutku saja udah besar. Sebaiknya aku masuk ketoilet dan jongkok diatas kloset duduk.


Semoga saja Mark tidak menemukanku. Lily pun ketakutan.


Betul saja Mark masuk ditoilet laki-laki memastikan tidak ada sesorang disana. Lalu berpindah ketoilet wanita.

__ADS_1


"Sudahlah Mark, tidak ada siapapun disini"Eluh Evelyn.


"Tunggu Evelyn. Aku merasa ada seseorang yang mengamati kita tadi"ucap Mark didalam toilet perempuan.


"Kamu sudah lihatkan, tidak ada siapapun disini."kata Evelyn.


Tiba-tiba Mark berjongkok memastikan tidak ada seorang pun ditoilet wanita tersebut. Karena pintu kloset agak tinggi, pasti jika ada seseorang pasti nampak kakinya.


"Sudahlah Mark nanti kita telat diacara lelang itu"Kembali Evelyn mengeluh.


"Biarkan aku buka satu persatu dulu pintu ini, Aku rasa ada yang bersembunyi disini"ucap Mark ragu untuk meninggalkan toilet perempuan.


"Mark, yang benar saja kalau ada seseorang disini pasti kakinya pun nampak. Tadi pun ditoilet laki-laki sudah kamu buka satu persatu dan tidak ada seseorang sama sekali. Ayolah jangan buang-buang waktu. Aku ingin mendapatkan perhiasan itu"Evelyn pun menarik lengan Mark pergi dari toilet.


Jantung Lily terasa hampir copot, hampir saja ketahuan. Sekarang aku bisa bernafas lega. Lily pun mengendap-ngendap keluar memastikan Mark dan Evelyn sudah pergi dari tempat tersebut.


Aduh nak maafin ibu ya, sekarang kamu juga pasti ketakutan. Lily pun mengelus-elus perut buncitnya.


Langkah demi langkah Lily pun berjalan keluar dari toilet. Seakan lemas kakiku berjalan. Menengok sana-sini.

__ADS_1


Sepertinya Mereka sudah pergi.


Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar menepuk bahu lily. Terkejutlah lily.


__ADS_2