
Point Of View Lily
🌹🌹🌹🌹🌹
Kini aku jadi vampir, aku bukan manusia lagi. Aku sepertinya egois jika berada disisi Mark. Mark juga punya kesempatan untuk bahagia bersama Evelyn.
Sepertinya mereka ditakdirkan untuk bersama, Sehingga aku meminta Mark mengikhlaskan aku.
Aku menitipkan Zen pada Ayah John. Aku yakin ayah John akan melindungi Zen. Dan aku akan melindungi Zen dari kejauhan.
Bagaimana pun aku sudah mati, sekarang aku vampir. Aku merasa tidak pantas bersanding dengan Mark. Apalagi menuruti ego ku.
Mark dan Evelyn pun menikah pagi tadi digereja. Aku tidak bisa hadir karena aku tidak bisa terkena sinar matahari.
Tapi kini mereka berdua menemuiku dimansion lama sebelum pergi kemansion baru mereka.
Sepertinya mereka ingin berpamitan padaku dan ayahjohn serta Zen.
"Trimakasih Lily"ucap Evelyn yang memelukku.
"Iya , sama-sama"ucap Lily.
"Aku pamit, Ly, ayah, Zen"ucap Mark sambil mengengam tangan Evelyn pergi menaiki Mobil.
"bye-bye..."ucap ku mengendong Zen.
Mobil mereka pun pergi. Aku serta ayah dan Zen masuk ke mansion.
"Kamu sangat berjiwa malaikat Lily"ucap ayah John.
"Aku hanya berusaha memberi kesempatan untuk mereka berbahagia"ucap Lily.
Zen pun menguap tanda mengantuk, aku pun menimang-nimangnya. Lalu Zen pun tertidur.
__ADS_1
"Ayah tidur dulu ya Ly"Pamit Ayah John menuju kamarnya.
"Bi, tolong taruh Zen diranjangnya ya bi. Tidurlah disampingnya, aku ingin pergi sebentar"Suruh Lily pada pelayan kepercayaanku.
"Nona mau kemana?"tanya pelayan sambil mengendong Zen.
"Membuat kedamaian dunia"jawab Lily.
"Hati-hati nona"ucap Pelayan.
"Iya bi, ya udah istirahatlah bersama Zen"ucap Lily.
Lily pun pergi mengendarai mobil menuju kota mencari sebuah hiburan.
Aku ingin mencari hiburan agar hatiku yang kesepian ini sedikit menghilang. Ku parkirkan mobilku, dan berjalan menikmati udara malam.
Berjalan melewati gang sepi, dan terdengar suara gadis meminta tolong. Aku pun mendekati sumber suara.
"Tenang sayang, aku akan memberimu kenikmatan tiada tara"ucap Pria jelek bertato.
"Iya manis, kamu akan menikmati surga dunia"ucap Laki-laki bertubuh besar dan hitam.
"Hay,,,,cowok. Kog mainnya ama gadis kecil sih. Kan kasian, ama aku aja gimana?"Tawar Lily sambil memasang gaya genit.
Dua pria itu pun menoleh, dan mereka pun membiarkan gadis itu pergi. Gadis itu pun berlari pergi.
Mereka pun mendekatiku dengan Muka mesum, serta ingin melecehkanku.
"Uluh-uluh, tunggu dulu dong. gak sabaran banget sih, Gimana kalau ikut aku? kita main kuda-kudaan sepuas kalian"tawarku dan mereka malah mengikutiku.
Aku pun berjalan ketempat lebih gelap dan sepi. Dan terlentang, bergaya hot.
"Sini Dong, katanya mau main kuda-kudaan"goda Lily.
__ADS_1
"Wahhh kamu memang terlihat hot"ucap laki-laki bertubuh besar dan hitam.
"Kami akan membuatmu merasakan surga dunia"ucap Pria jelek bertato.
"Uhhh.. tapi sayangnya aku akan mengirim kalian keneraka"Seringai Lily.
Mereka mencoba mencium tangan Lily. Lily pun Memegang tangan kedua pria tersebut. Mereka pun tercenggang melihat gigi taring Lily yang tajam.
"kog takut sih? katanya mau main kuda-kudaan"goda Lily.
"Vampir!!!"teriak pria jelek bertato.
"jangan bunuh kami"ucap laki-laki bertubuh besar dan hitam.
"Maafkan aku, tapi kalian sudah tau aku yang sebenarnya jadi kalian harus keneraka"ucap Lily lalu mematahkan tangan-tangan pria tersebut.
"Aaaa...."teriak pria bertato.
"Sakittt"teriak laki-laki bertubuh besar dan hitam.
Lily pun meneroboskan tangannya pada tubuh kedua pria tersebut dan mengambil jantungnya, lalu memecahkannya.
Darah pun bercucuran keluar seperti air mancur. Mereka pun mati ditempat. Lily pun pergi meninggalkan tempat itu.
Lily pun membersihkan kedua tangannya yang bernoda darah dengan air digang sepi, lalu kembali menuju jalan yang ramai.
"sepertinya tidak akan ada yang tau itu aku, tidak ada cctv"ucap Lily lirih berjalan santai menuju jalan rame.
Terlihat seseorang seperti Asahi. Lily pun mengikuti pria tersebut.
Aku yakin dia Asahi, terlihat karna memakai sandal jepit. Aku yakin itu Asahi, aku yakin Asahi masih hidup.
__ADS_1