suamiku warewolf

suamiku warewolf
39. Thirty - nine


__ADS_3

Point Of View Lily.


🌹🌹🌹


Aku bisa merasakan kesedihan Asahi mengenang keluarganya. Andai hatiku langsung bisa menerima cinta Asahi.


Kadang aku mengerutuki hatiku sendiri, jelas-jelas aku sudah dicampakkan oleh Mark. Tapi kenapa perasaan cinta ini masih lekat bersemayam didalam hati.


Bahkan tadi saja hatiku sakit melihat Mark lebih mementingkan Evelyn. Bahkan dia pun seolah ragu mencariku. Jangankan mencariku atau khawatir. Bahkan dia seolah tidak peduli.


Cinta bertepuk sebelah tangan. Aku sekuat tenaga mencintai Mark, tapi Mark pun tidak merasakan getaran cintaku apapun.


Aku sudah berkorban berkali-kali, menerima wujudnya yang mengerikan. Bahkan aku sekarang mengandung anaknya. Kadang aku ingin Asahi itu Mark. Pastilah aku sangat-sangat bahagia.


Mark, Andai kamu tau aku sangat mencintaimu. Apakah engkau juga mencintaiku???. Bodoh, bagaimana mungkin Mark mencintaiku. Jelas-jelas hanya Evelyn yang paling penting di Mata Mark.


Aku seperti berlari tanpa tujuan. Aku kehilangan Arah.


Mark, apakah tidak sedikit pun kamu mencintaiku?. Padahal kita sudah bersama, selama hampir setengah tahun lebih.


Aku tatap wajah Asahi, Aku semakin merasa bersalah. Sepertinya aku memanfaatkan Asahi yang mencintaiku secara tulus. Jadi apa bedanya aku dengan Mark.


Mungkin inilah yang dirasakan oleh Mark. Dia menginginkan Evelyn. Aku yakin Apapun akan dilakukan oleh Mark, agar Evelyn bahagia.


Seperti yang dilakukan Asahi kepadaku sekarang. Asahi aku akan mencoba mencintaimu. walau aku tau hatiku sudah penuh oleh Mark.


Aku menatap sayu pada Asahi.


Asahi membuka matanya dan berkata" Hey, kenapa tuan puteriku bersedih? Apakah yang membuatmu bersedih? katakanlah"


"Aku, tidak bisa melihat hasil lelang itu, jadi aku sedih"Lily pun berbohong, menyembunyikan perasaannya yang masih mencintai Mark.


"Gitu aja sedih, lihat aku bisa memperlihatkan acara tersebut. Aku mempunyai koneksi dengan cctv digedung itu di Androitku"Asahi pun mengeluarkan hapenya. Lalu muncul video didalam gedung pelelangan yang nampak jelas dihape Asahi.


Terlihat perhiasan berlian terbaru yang dirancang Asahi. Telah ditawar sengit oleh penawar dengan tawaran yang sangat mahal.

__ADS_1


Terdengar tawaran tertinggi diberikan oleh Mark. Bahkan Mark rela menghabiskan uangnya untuk Evelyn. Untuk membahagiakan hati Evelyn.


"Kenapa kamu cemberut?kamu masih cemburu Mark membeli berlian itu pada Evelyn?. Aku bisa membuatkanmu yang lebih indah dari pada itu."ucap Asahi.


"Tidak, aku tidak cemburu. Kan Asahi bisa membuatkannya yang lebih bagus lagi". Lily pun tersenyum palsu menyembunyikan perasaan sedihnya.


"Gitu dong, tersenyum."Asahi pun memencet hidung Lily.


Tiba-tiba. Ada segerombolan pria bertubuh kekar mendatangi mereka. Mengeprakkan mobil.


"Hey kalian, serahkan harta benda yang kalian punya kalau tidak. Jangan salahkan kami melukai kalian"Ancam lelaki bertato bertubuh kekar dan besar.


"Kalau aku tidak mau, kalian mau membunuhku"seringai Asahi.


"Memang bosan hidup ya.!!! lebih baik kamu menyerah lihat istrimu itu sedang bunting"ledek Laki-laki Botak yang berwajah seram.


"Asahi, sebaiknya kita pergi. Aku tidak ingin ada keributan aku takut"bisik Lily.


"Oke-oke... aku akan menyerahkan mobilku ini pada kalian. Biarkan aku pergi dengannya bagaimana?" tawar Asahi.


"Pergilah.!!!!" Bentak Laki-laki yang terluka diwajahnya.


"Bos, Apa kita biarkan mereka pergi?"tanya laki-laki yang hitam.


"Bunuh mereka, pasti mereka akan lapor polisi nanti. Aku tidak ingin mendapatkan masalah. Kejar dan habisi mereka"ucap Laki-laki yang terluka diwajahnya.


7 orang laki-laki tersebut pun mengejar Asahi dan lily.


"Asahi. Ayo kita lari"ucap Lily menarik tangan Asahi, Asahi hanya menurut saja dan berlari.


Lily pun terengah-engah, dan terlihat kecapek'an berlari. Asahi melihat lily memegang kakinya. Nampak kaki lily lecet karena sepatu yang digunakan.


Asahi pun menghentikan larinya.


"Biar aku lawan mereka"ucap Asahi Marah.

__ADS_1


"Tapi Asahi, mereka banyak dan bertubuh besar-besar. Aku takut kamu kenapa-napa"Lily pun terlihat khawatir.


"Kamu lupa aku Raja vampir"Asahi pun tersenyum bahagia karena lily mengkhawatirkannya.


"Pakailah sandal jepit ini, Aku akan baik-baik saja. Kamu tenang duduk disini"Asahi pun melepaskan sepatu lily dan menumpuknya dijalan lalu memakaikan lily sandal jepit.


"Apa kamu yakin"Ucap lily ragu.


"Aku akan lembut hanya padamu saja"ucap Asahi lalu mengecup kening lily dengan lembut.


Terlihat beberapa orang itu sudah mendekat. Lily pun terduduk diam hanya bisa menonton Asahi berkelahi.


"Cih, sok romantis kali pahlawan satu ini."Bualan para berandalan itu.


"Kalian yang mengusikku, Aku tidak akan segan-segan lagi" Asahi pun menatap tajam . Matanya sekarang terlihat mengerikan.


Awalnya laki-laki kekar bertato itu berkelahi dengan Asahi sendiri. Tapi sekali pukul laki-laki bertato itu jatuh tersungkur ketanah.


"Brengsek, jangan senang dulu kau"ucap lelaki hitam.


Akhirnya semua mengkroyok Asahi, ke enam orang lelaki bertubuh tegar itu menendang, memukul kearah Asahi.


Bukan Asahi jika tidak menang,mereka semua tersungkur ketanah. Tercenganglah bos mereka. Lalu bosnya mengeluarkan senjata api dan membidik kearah Asahi.


Doorrr....(suara tembakan)


Lily pun menutup matanya dan berteriak "Asahi"!!!!!.


"Tenang saja aku tidak apa-apa"ucap Asahi dan di sela jari tangannya terlihat sebutir peluru.


Lily pun membuka matanya dan bernafas lega.


"Syukurlah"ucap lirih Lily.


Asahi tersenyum seringai lalu berlari cepat, dan tiba-tiba dihadapan Bosnya. Tangan Asahi menerobos keperut bos brandalan itu. Dengan sekali hantaman. Tembus seperti menembus sebuah kertas. Darah bercucuran.

__ADS_1


Lily terkejut melihat kebrutalan Asahi.



__ADS_2