suamiku warewolf

suamiku warewolf
73. Seventy -Three


__ADS_3

Lily berusaha naik keatas perahu dibantu oleh Asahi. Wajah Lily terlihat cemberut, sebal terhadap Asahi.


"Kamu marah lagi?"tanya Asahi menghalangi pandangan Lily.


"Pikir saja sendiri" ucap Lily Asal.


"Kog marah? aku kan gau kalau salah? kasihlah tau alasanya kamu diamin aku?"tanya Asahi kembali.


Lily hanya diam, lagi emosi, gondok. Menatap sadis pada Asahi.


"Ya udah kita bentar lagi pulang kog" kata Asahi. Tapi tidak diperdulikan Lily.


Mereka pun menuju tepian pantai dan menaiki mobil, dengan basah kuyup.


Diperjalanan pulang, Asahi pun nampak binggung, harus bersikap apalagi pada Lily agar ia tidak marah. Terlihat Lily cuek dan males melihat Asahi.


Mobil jemputan itu menghentikan mereka disebuah kos. Kos tempat Asahi.


"Ayo masuk kedalam"Ajak asahi sambil menarik tangan Lily memasuki kos.


Dengan langkah yang berat Lily berjalan, tapi didepan kamar kos Asahi. Lily pun enggan masuk. Lily hanya berdiri didepan pintu kamar kos Asahi.


Asahi membuka kamar kosnya dan membuka lemarinya, mencari baju kaos dan celana ganti. Lalu menoleh ke arah Lily yang diam mematung didepan pintu kamarnya.


"Masuk aja"Tawar Asahi.


"Enggak" Tolak Lily.


" Udah masuk aja, Aku mau pergi keindomaret dulu."Asahi pun menuntun Lily untuk duduk didalam kamar kos Asahi.

__ADS_1


"Kamu pasti mau macem-macemkan sama ku. Aku bakal Teriak sekenceng-kencengnya"Ancam Lily.


"Hihiii...kamu ini fiktor banget. Tenang aja kali aku juga gak akan macem-macem. Aku masih punya iman." ucap Asahi.


"Heleh tadi aja dilaut kamu berani nyium bibir aku" ucap Lily kesal.


"Iya Maaf, janji gak akan ngelakuin lagi tanpa persetujuan kamu" Ucap Asahi.


"Gak segampang itu aku percaya kamu"ucap Lily.


"iya, duduklah aku mau keluar bentar ke indomaret ya. Kamu nonton Tv dulu."Suruh Asahi, lalu dia pergi keluar.


Lily mengaruk kepalanya, gemes pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya aku percaya ama Asahi, dan malah duduk dikamar kos. Lily menoleh kekanan-kiri ruangan kamar kos Asahi.


Ini hal gak boleh, kekamar kos cowok. Dan tadi siang udah dicium bibir, wah gawat nih. Jangan-jangan Asahi mau memperkosa gue?😱😱😱.


Aduh bego' kenapa aku malah duduk diam dikamar ini, aku harus kabur. Lily berusaha berdiri tapi Asahi sudah datang membawa tentengan kantong.


"Aku mau pulang"jawab Lily.


"Baju kamu basah, nanti kamu masuk angin. Ganti aja dulu, aku sudah belikan dalaman buat kamu."Asahi pun menyerahkan kantong kecil.


"Kamu sudah biasa ya memperkosa wanita?? aku bisa bela diri, dan aku akan teriak sekencang-kencangnya."ucap Lily sambil mengepalkan tangannya.


"haduh, kamu ini ada-ada aja. Aku gak ada niat begitu, udahlah ganti baju dikamar mandi sana, aku mau bikin Mie rebus buatmu" Suruh Asahi.


Lily masih menatap curiga pada Asahi.


"Curiga lagi, Mie rebusnya nanti aku kasih obat tidur. Kamu ini aneh-aneh saja."Ucap Asahi sambil menuju dapur belakang samping kamar mandi.

__ADS_1


Lily pun mengikuti langkah Asahi, lalu masuk kearah kamar mandi.


"Hampir saja lupa, nih sikat gigi kamu. Itu yang warna Biru kotak perlengkapan mandiku, dan ini handuknya." Asahi menyerahkan sikat dan Handuk dari jemuran.


"Awas kamu macem-macem"Ancam Lily.


"Tenang aja, gak akan" ucap enteng Asahi.


Lily pun masuk kekamar mandi. Dan memulai aktivitas mandi. Sabun Asahi cair detol menthol, samponya headshowder. Pasta giginya close-up.


Lily pun selesai mandi dan berganti pakaian, lalu memasukakn bajunya pada kantong bekas bungkusan dalaman tadi.


"Sudah selesai" tanya Asahi yang membawa dua mangkok mie rebus plus telur dan membawanya kearah kamarnya.


"Sudah"jawab Lily.


"Duduk dan makan, keringkan rambutmu pake kipas tuh. Aku mau mandi" Suruh Asahi.


"Hemm" jawab Lily.


Asahi nampak membawa baju ganti dan masuk kearah kamar mandi.


Harum mie rebusnya, tapi gak boleh dimakan jangan-jangan ada obatnya. Harus waspada, kejahatan bukan karena ada niat pelakunya. Tapi karena ada kesempatan.


Lebih baik aku mengeringkan rambutku dulu.Lily pun mengeringkan rambutnya yang basah lalu mencari sisir milik Asahi disebuah keranjang. Terlihat rapi, dan tersusun ada handbody vaselin, parfum dan minyak rambut gasby, serta rexona Men.


Lily pun mencium parfum Milik Asahi, seperti bau Vanila. Dan mencium bau parfum satunya lagi berbau coffe.


Lalu lily pun menaruhnya kembali. Tanpa Lily sadari Asahi sudah memperhatikan Lily dari tadi. Saat Lily menoleh kearah pintu kamar Lily terkejut. Asahi sudah berdiri dan memakai baju lengkap dan mengosok rambutnya dengan handuk.

__ADS_1


"Hampir copot jantungku" Eluh Lily.


__ADS_2