
Poin Of View Lily
🌹🌹🌹
Lily merasa Mark Menyebelkan, Bete dimansion ini. Bagai terpenjara, didalam sangkar emas.
Ahai, gimana kalau aku, membeli sebuah speker aktif banyak, biar rame. Horang kaya kan Bebas. Tinggal klik, di hepe . Beli udah datang, tuh barang.
Beberapa menit kemudian, ada sebuah kiriman beberapa Kotak besar, dan isinya SPekerr Bass yang lumayan besar.
Lily pun menyalakannya, BUMMM BAssSsSSS BUMMM BasssSSSS....
Dengan Lagu Aku dan kamu satu didalam kata cinta, walau bumi terbelah, cinta kita tak akan goyah-
suara kencang, itu membuat keributan dimansion. Membuat Mark murka, lalu mencari sumber suara tersebut.
"Lily......!!!!!"teriak Mark, saat mendapati lily sedang asyik bergoyang pinggul, tanpa memperdulikan, perut buncitnya. Lily tetap bergoyang, bersama pelayan-pelayan dengan alunan lagu.
Seperti seorang DJ, lily pun memberi aba- aba pelayannya untuk bergoyang. Karena suara Spekker yang kencang, membuat Lily tidak menyadari Mark, yang sedari tadi berteriak Heboh.
Tiba-tiba suara itu dipadamkan, mereka pun saling berhenti berjoged Ria. Pelayan - pelayan langsung terdiam, Lily pun menoleh kebelakang, dan mendapati Mark yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Puas hati, Udah bikin Mansion seperti Diskotik??"Mark pun tersenyum Sadis.
"E..Mark, aku bosen, habis kemana- mana gak boleh', aku kan BETE" ucapku, sambil menundukkan kepalanya menatap lantai.
__ADS_1
"Tapi, bukan seperti ini, kamu bikin gendang telinga orang pecah. Haduh, lihat perutmu udah besar, seperti itu. Masih Berjoged Riang seperti itu"Mark pun berbicara nyerocos sambil menatap Lily dengan tajam, Lily melirik.
"Iya, Maaf" ucap lirih Lily
"Pelayan semua, kalian bereskan ini semua, dan saya peringatkan kalian, jangan diulangi seperti ini lagi, kalian mengerti!!!"teriak Mark.
"Baik Tuan Muda"ucap semua pelayan.
Pelayan pun membereskan speker itu, sedang Mark pun menuntun Lily, menuju kamar.
Lily pun duduk ditepi ranjang, disusul Mark yang duduk disampingnya.
"Aku harap, kamu tidak mengulanginya lagi, kamu mengerti Lily"ucap mark sambil mengusap kasar wajahnya"aku gak bermaksud, membuatmu terpenjara disini. Tapi mengertilah, ini untuk kebaikanmu"Mark pun mendekap Lily ke dalam dada bidangnya.
"Ya sudah kalau kamu paham, jangan diulangi lagi."Mark pun mencium kepala Lily
tok tok tok
"permisi Tuan Muda, Tuan besar ingin bertemu, tuan. Ada yang ingin dibicarakan katanya"ucap pelayan diluar kamar
"Iya, sebentar lagi aku kesana"teriak Mark pada pelayan tersebut
"sayang, kamu istirahat ya, aku ingin menemui Ayah"ucap mark seraya meninggalkanku, aku pun reflek memeluknya saat Ia berdiri, dihadapanku.
"Bukankah ayah, sepertinya baru datang, aku belum ngantuk, aku tidak ingin tidur siang, aku ingin ikut"kataku sambil mencibirkan mulutku
__ADS_1
"Kamu disini aja, aku gak lama kog, sebentar saja aku pasti kembali menemanimu. Aku pergi menemui ayah dulu ya"Mark pun berbalik lalu mencium tanganku, lalu keningku berjalan meninggalkan kamar.
Perasaanku kenapa tidak enak ya?ada perasaan gundah ketika Mark pergi. Tapi Mark begitu sayang dan perhatian, kenapa perasaanku ada yang janggal.
Lily pun berjalan keluar kamar, menuju ruangan kerja Ayah Mark, kebetulan pintu terbuka sedikit. Tiba-tiba ada pelayan membawa sebuah teh, ketika Lily mendekati ruangan.
"bi, biar aku saja"tawar ku kepada pelayan
"silahkan nyonya muda"ucap pelayan itu, lalu membungkuk dan pergi
Mungkin dengan aku mengantar teh ini, Mark akan lebih sayang samaku, baru mendekati pintu ruangan kerja ayah John, suara Mark terdengar.
"Ayah, harus mengerti perasaanku hanya untuk Evelyn bukan Lily, Mengertilah yah, dia hanya Tumbal bagiku"ucap mark yang didengar Lily, dan tumpahlah nampan Teh.
praAKKK BlinggGG
Tanganku gemetar mendengarnya, tumbal, aku tumbal. Aku berusaha pergi dari tempat ini, ini mengerikan. Bagaimana Mark bisa berfikir, seperti itu. Tangan kekar Mark, memegangku erat-erat,aku meronta-ronta melepaskan pegangan tangannya.
"Lepaskan aku, lepaskan!!!kamu jahat"teriakku pada Mark
"sekarang kamu sudah tau, Identitasmu sebenarnya, sayang"seringai Mark"Tapi sayang, kamu sudah terlambat, menyadari. Sekarang, kamu tidak akan lepas dari gengamanku. Mengerti"tegas Mark lalu menuntunku kembali kekamar.
Mataku seolah menetes, seperti air terjun, aku meronta-ronta memohon, agar Mark melepaskanku. Tapi nihil, ia malah diam seribu bahasa.
"Apa salahku Mark??Apa?"ucapku
__ADS_1