suamiku warewolf

suamiku warewolf
66. Sixty - Six


__ADS_3

Mau jawab apa? Sudah lepas dari manusia Srigala, masak mau jadi pacar vampir. Terus terang ajalah ama Asahi.


Gak mungkin kan vampir dengan manusia, hati-hati memilih pasangan Lily.


Menikah?pacaran? makin pening nih otak berfikir, aku sih ada feeling ama Asahi, tapi kalau dia vampir. Enggaklah, emang ini film Twilight. Aku ingin kehidupan normal, gak penuh misteri apalagi horor.


"Asahi kamu beneran ngajak aku pacaran?"tanya Lily ragu.


"Beneran, kan kita sama-sama masih sendiri"jawab Asahi.


"Emmm, kamu dan aku kan beda dunia"ucap Lily.


"Beda dunia?"


"iya, beda dunia"jelas Lily.


"Maksudmu apa?ngak ngerti aku?"tanya Asahi.


"Kamukan Vampir"bisik lirih Lily ditelinga Asahi.


Hening


Lily pun menelan ludah, agak menjauh dari Asahi. Asahi pun menoleh dan menatap Lily.


Mampus, aduh bodo kalilah Ly. Ngapain coba kamu bilang begitu, hadeh sepertinya wajah Asahi serius banget natap gue. Salah ngomong apa ya?, kog Asahi kelihatan gak suka gitu.


Asahi pun mendekati Lily dan berbisik.


"Iya, aku vampir. Aku bakalan gigit habis dirimu". Bisik Asahi ditelinga Lily.


"Jadi beneran, kamu Vampir"ucap Lirih Lily Ketakutan.

__ADS_1


"Ha ha ha.... kamu percaya?"Asahi pun tertawa terbahak-bahak.


"Kog kamu tertawa?kamu gak marah samaku?".Tanya Lily binggung.


"Ya Kamu aneh banget, bilang beda dunia. Aku bohong samamu, mana ada vampir keluar siang bolong kayak gini". Jawab Asahi.


"Jadi"


"ya Aku manusia biasa lah Lily, sama kayak kamu makan nasi. Kayaknya kamu kebanyakan nonton film drakulalah". Ejek Asahi.


"Hah' Jadi kamu manusia biasa?bukan vampir?". Tanya Lily ragu.


"Iya, aku manusia biasa Ly. Jadi gimana kamu terima aku jadi pacar kamu?"tanya Balik Asahi.


"Aku terima, tapi kita cuman boleh pengangan tangan. Trus cuman boleh cium pipi."jawab Lily.


"Kalau peluk dan cium kening?"goda Asahi.


"Kalau masih dibatas kewajaran gak apa-apa, asal jangan minta lebih. Bisa saja nanti kamu punya pacar lagi, tergoda dengan wanita yang lebih cantik dari pada aku". Jelas Lily.


"He'em, kita pacaran"jawab Lily.


Mereka pun saling menatap Malu.


"Nanti, kamu mau kemana lagi?"tanya Asahi.


"Aku kerja masuk sore jam 5. Kamu masuk jam berapa?"tanya Lily balik.


"Aku masuk sore juga, jam 3 tapi"jawab Asahi.


"Ya ampun, ini sudah jam 2. Sebaiknya aku anter kamu kerja gimana?"tanya Lily.

__ADS_1


"Oke, Kita pergi sekarang"Ajak Asahi.


"Ayo"ucap Lily.


Asahi pun berdiri berjalan, dan Lily pun berjalan agak jauh jaraknya. Asahi pun mengengam tangan Lily. Sampai Lily canggung sendiri.


"Kenapa? malu?"tanya Asahi.


"Enggak kaget aja"jawab Lily.


"Tadi deket-deket, sekarang sok jaim. Kan sudah sah jadi pacar."Ejek Asahi.


"Masih juga pacaran, belum juga nikah."Ucap Lily.


"Emang mau langsung nikah?nanti kamu tolak kayak Mark." Goda Asahi. Reflek Lily pun mencubit tangan Asahi.


"AuuWww, sakit tau"Ucap Asahi.


"Tahap mengenal dulu dong, baru boleh melamar trus nikah gitu."Jelas Lily.


"Iya, deh. Sini kupakaikan helm"ucap Asahi, Asahi pun memakaikan helm keLily. Dan mereka pun berboncengan naik montor menuju tempat kerja Asahi.


"Pegangan dong, nanti jatuh"Asahi pun melingkarkan tangan Lily keperutnya.


"Bilang aja, cari kesempatan dalam kesempitan".Ejek Lily.


"Heleh, tadi siapa yang megang erat gini. Lagian sekarangkan kita udah pacaran."ucap Asahi.


"Tadi itu gak segaja, ayo cepetan nanti kamu terlambat kerja lagi."Tegas Lily.


"Tenang kita kan lewat gang aja biar cepet, panggil aku sayang. Bukan aku kamu, tadi aja udah bisa bilang sayang". Suruh Asahi.

__ADS_1


Mereka pun mengendarai montor, menuju tempat kerja Asahi.


Haduh, geli gimana gitu???. Kayak manusia lebay, tapi namanya orang lagi kasmaran. Ibarat dunia milik kita berdua. Yang lain pada ngontrak. Jangan Iri ya para Jomblo, tetep berdoa. Pasti setiap manusia ada jodohnya.


__ADS_2