
Point Of View Mark
🌹🌹🌹
Perasaanku kacau saat ini. Saat kamu bisa jadi tumbalku dan bisa mengubahku menjadi manusia biasa aku malah menyelamatkanmu.
aku tidak ingin kamu meninggal dan mati, bahkan kemungkinan kamu hidup hanya 10%. Tapi aku tetap yakin kamu bisa bertahan.
Lily bangunlah, Lihatlah putera kita yang tampan. Dia lahir sempurna bahkan sangat sehat walaupun kamu melahirkannya saat 7bulan.
Tidakkah kamu ingin mengendongnya, menyusuinya serta menciumnya. Aku yang salah tidak peka, dan terlalu egois.
Entah begu apa yang merasukiku? hingga aku tega, menyakitimu. Menyakiti perasaanmu serta tubuhmu.
Aku sekarang mengendong anak kita Lily, sadarlah Lily. Aku berharap kamu cepat sadar dan pulih.
"Mark"Panggil John.
"iya ayah"
"Ini makanlah dulu, biar Zen aku yang gendong"John pun mengendong Zen.
Mark pun memakan makanan yang dibawa John.
"Ayah, sangat bahagia mendapat cucu tampan seperti Zen"ucap John.
"iya, dia sangat tampan dan sehat. Sepertinya usaha Lily tidak sia-sia mempertahankan Zen dalam kandungannya"ucap Mark.
__ADS_1
"Tapi sayang, Lily masih belum sadar padahal sekarang sudah hampir 3 bulan. Dan dia malah koma"ucap John.
"Tidak apa-apa ayah, aku yakin nanti Lily pasti bangun. Aku yakin setelah dipindahkan kemansion ini. Dia akan segera bangun, karna mendengar suara tangisan Zen"kata Mark.
"Aku pun berharap seperti itu Mark, semoga engkau serta Lily bahagia bisa membesarkan Zen bersama-sama"Harapan John.
"Iya ayah, aku sudah selesai makan. Aku akan bermain dengan Zen."ucap Mark.
"Ya sudah, ayah pergi dulu kekantor."pamit John.
John pun pergi dari mansion.
Sekarang Mark serta Zen sedang bermain. Dikasur, Mark tampak bahagia sekali dengan tingkah lucu Zen.
Zen tumbuh sehat walau pun lahir premature, bahkan tubuh Zen seperti bayi normal lainnya.
Mark dengan telaten mengurus Zen, walau pun ada baby sister Mark, lebih suka mandiri mengasuh Zen.
Ditatapnya Lily yang sedang Koma. Bagi Mark keyakinan Lily akan bangun suatu saat nanti, membuat Mark tetap berusaha bertahan. Walaupun dokter bilang kemungkinan Lily hidup 10 %.
Bangunlah Lily, aku menunggumu. Selalu menunggumu. Bahkan jika kenyataan itu pahit.
Sepertimu yang menungguku sadar, walaupun aku sering mengabaikan perasaanmu.
Apalagi sekarang Zen sudah lahir, Zen sangat lucu, Bayi yang kamu lahirkan yang masih merah. Kini sudah besar dan mengemaskan.
Banyak sekali hal yang kamu lewatkan dengan Zen. Ia pasti juga merindukan mu. Aku yakin kamu pasti bahagia jika melihat Zen.
__ADS_1
"Anak ayah, Sini ayah cium" Mark pun menciumi Zen. Zen pun tertawa riang seolah tau Mark adalah ayahnya.
Tok tok tok
"Masuk"teriak Mark.
"Hai Mark, apa aku menganggumu"ucap Evelyn.
"Tidak, kemarilah"ucap Mark.
"Wah , Zen sudah bisa tengkurap. Anak pintar, andai mamamu sudah sadar pasti ia bahagia sekali"Evelyn pun menyentuh tangan Zen.
Zen pun tertawa, dan bertingkah layaknya bayi. Bermain air ludahnya sendiri. Dan Mark akan mengusap Ludad Zen.
"Anak ayah yang pintar jangan bermain air liur tidak boleh"ucap Mark dan Zen pun seolah mengerti perkataan Mark dan tidak menyeburkan air liurnya lagi.
"Wah hebat Mark, dia mengerti ucapanmu"ucap Evelyn kagum.
"Iya, Zen sangat pintar, Aku sangat senang mempunyai anak sepertinya"Bangga Mark lalu mengendong Zen. Zen pun memainkan wajah Mark dengan tangannya tapi Mark malah bahagia dan menciumi Zen, zen tertawa riang.
"Aku pamit pulang dulu ya Mark"Evelyn pun pergi.
Kini tinggal Mark bermain dengan Zen. Serta Lily yang sedang koma ditempat itu.
Sayangnya Mark terhadap Zen, terlukis dari sikap Mark yang sangat sabar.
__ADS_1