
Wajah ketakutan terlihat di raut muka Andre serta Nadya. Bagaimana tidak, seorang Mark berubah menjadi Warewolf. Seolah seperti mimpi, kedua insan itu saling menoleh lalu kembali menatap Mark kembali. Lily sudah terburu-buru menarik tubuh Asahi dan menutup pintu villa. Tanpa menoleh, atau pun mengintip. Karena Lily tau, pasti Mark berubah menjadi monster yang menyeramkan. Asahi hanya mengikuti arahan Lily.
"Sayang, sebenarnya ada apa? kenapa?" tanya Asahi kebinggungan.
"Asahi, aku_ ak" belum sampai Lily selesai menjelaskan, terdengar suara teriakan.
"AAAAAAAAAAA aaaaaaaaa' Teriak Nadya dan Andre diluar villa. Makin membuat penasaran Asahi. Bulu kuduk Lily berdiri, membayangkan kalau keduanya dicabik-cabik oleh Mark. Keringat dingin mengucur tanda ketakutan Lily. Asahi yang penasaran berjalan menuju pintu depan. Tapi langkahnya dihalangi oleh Lily, Lily mendekap tubuh Asahi. Perasaan Lily campur aduk, seperti es campur.
"Jangan kesana ku mohon" pinta Lily memelas kepada Asahi.
"Katakan padaku Lily, Sebenarnya ada apa?" kata Asahi keheranan.
'Mark itu warewolf, dia itu monster Asahi. Kita tidak akan mampu melawannya. Kita harus kabur, lari dari sini secepatnya. Aku tak ingin berpisah denganmu lagi Asahi. Ayoo, kita pergi dari sini." Jelas Lily yang memegang tangan Asahi dengan gemetar.
Asahi memeluk istrinya dengan sangat lembut, ia tau bahwa Lily sekarang ketakutan.
"Aku pasti akan melindungimu, kita tidak akan berpisah" ucap Asahi.
"Tidak, kamu tidak boleh melawannya. Ia bukan tandinganmu, ia monster. Kita hanya manusia biasa Asahi." Lagi-lagi Lily menjelaskan pada Asahi.
"Tapi, Nadya dan Andre ada diluar sayang, kita harus menolongnya." ucap Asahi.
__ADS_1
"Enggak, aku takut. Sungguh, biarkan saja. Kita harus lari sejauh-jauhnya" Kata Lily
Tangan Asahi mengengam tangan Lily menuju bawah tangga. Asahi nampak mengambil sebuah senapan laras panjang. Dan mengambil sebuah peluru. Peluru perak.
"Sayang, kamu ingin menembaknya?" tanya Lily
'iya"
"Dari mana kamu mempunyai senapan dan peluru perak ini?"tanya Lily kebinggngan.
TANPA ADA JAWABAN. Asahi bergegas berjalan kearah pintu depan villa. Di ikuti oleh Lily dibelakangnya, takut, khawatir melanda hati Lily.
Jantung Lily berdegup kencang seperti genderang yang ditabuh saat perang.. Asahi mengintip dari arah balik cendela, disela-sela gorden. Terlihat seekor SRIGALA JADI-JADIAN SEDANG BERDIRI. Dan kuku tajamnya siap mencabik-cabik mangsanya.
DOOORRRRR......DOOORRRRRR.....DOOOORRRRR
(SUARA TEMBAKAN).
Tembakan itu mengenai dada sebelah kiri, kanan serta tengah. Darah mengucur membasahi bulu-bulu, darah itu sebentar saja keluar. Lalu berhenti, tangan Mark pun mengambil ketiga peluru tersebut tanpa rasa sakit.
"APA????tidak mempan" kata Andre sambil menelan ludah yang terasa sulit ditelan.
__ADS_1
"Sekarang apalagi yang harus kita lalukan?"tanya Nadya gementar ketakutan. Jika tau akan begini kejadiannya, Nadya tidak akan memberitahu alamat Villa ini. Nadya teramat shock, menyesal.
'Dasar Manusia sampah" UMPAT Mark.. Memainkan kuku tajamnya.
Kini Mark berjalan mendekat ke arah Andre serta Nadya. Mereka terlihat ketakutan, Nadya yang membopong Andre berusaha berlari menjauh,
" GO IN THE HELL" teriak Mark.
Dengan sigap, Asahi membuka pintu dan menembak tubuh Mark.
DOOOOORRRR.............
Kaki Mark pun tertembak dibagian Paha, Mark menoleh. Penuh dengan kebencian, menatap Asahi serta Lily.
"CEPAT LARI!!!!!" teriak Asahi kepada Andre dan Nadya.
__ADS_1